Gempa Bumi Jepang: Wilayah Ring of Fire
Jepang adalah sebuah negara berbentuk kepulauan yang terletak di benua Asia bagian timur. Jumlah penduduk yang mendiami negara Jepang sebanyak 128 juta jiwa. Hal itu memasukkan Jepang ke dalam kategori negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia.
Pulau-pulau besar di Jepang yang membentang dari selatan ke utara adalah Kyushu, Shikoku, Honshu, dan Hokaido. Bentang alam yang terdapat di Jepang sebagian besar berupa pegunungan. Pegunungan tersebut rata-rata termasuk dalam kategori berapi. Salah satunya adalah Gunung Fuji.
Gempa Bumi
Jepang merupakan negara yang sering mengalami gempa bumi. Penyebab gempa bumi Jepang adalah letak negara tersebut yang berada di wilayah Ring of Fire atau Lingkar Api Pasifik.
Lingkar Api Pasifik ini membentuk cekungan yang mengelilingi Samudra Pasifik. Indonesia juga merupakan salah satu negara yang berada di wilayah lingkar api tersebut.
Berdasarkan penyebabnya, gempa bumi terbagi menjadi dua jenis. Gempa tektonik dan gempa vulkanik. Gempa tektonik adalah gempa yang disebabkan oleh bergesernya lempeng bumi, sedangkan gempa bumi vulkanik disebabkan oleh letusan gunung berapi.
Gempa Terbesar
Gempa bumi di Jepang sering kali terjadi. Musibah tersebut memakan banyak korban jiwa. Gempa bumi Jepang yang terkenal karena jumlah korban meninggal sangat banyak adalah gempa bumi yang terjadi Kanto, Pulau Honshu pada 1923.
Gempa ini menewaskan lebih dari 140.000 penduduk. Kekuatan gempa ini berkisar antara 7,9 hingga 8,4 skala richter. Gempa Kanto ternyata menyebabkan gempa susulan di beberapa daerah yang berjarak dekat dengan daerah tersebut.
Gempa susulan yang ditimbulkan pun berkekuatan tidak kalah besar. Gempa susulan berkekuatan antara 6,3 skala richter hingga 7,3 skala richter. Daerah yang ikut merasakan imbasnya antara lain daerah di sekitar Teluk Sagami, Kanagawa bagian barat dan tengah, Pantai Semenanjung Miura, Teluk Tokyo, pantai timur dan pantai Katsuura Chiba, dan Yamanashi.
Gempa bumi Jepang selanjutnya yang juga tidak kalah memakan banyak korban jiwa adalah yang terjadi di Hanshin yang terletak di sebelah utara pulau Awaji, Jepang pada 1995.
Gempa yang berlangsung 20 detik ini menewaskan 6.433 penduduk. Gempa terjadi akibat tabrakan tiga lempeng bumi, antara lempeng Filipina, lempeng Pasifik, dan lempeng Eurasia.
Selain dua gempa besar tersebut, Jepang juga sering mengalami berbagai gempa yang bisa membuat bangunan di negara Jepang mengalami kerusakan. Gempa bumi Jepang pada 2010 terjadi di Kepulauan Ryukyu pada 26 Februari.
Pada 2008 lalu, gempa juga melanda Kota Tokyo dengan kekuatan 6,8 skala Richter dan mengakibatkan lebih dari 80 orang warganya mengalami luka-luka.
Sebagai negara besar, Jepang sepertinya sudah memiliki cara sendiri untuk menanggulangi gempa yang sering terjadi di negara tersebut. Intensitas terjadinya gempa di Jepang yang terbilang sering membuat para warganya berpikir mengenai cara meminimalisasi kerusakan akibat gempa.
Bangunan di Jepang, khusunya rumah tinggal bagi para warganya mayoritas terbuat dari papan, kayu, dan kertas. Struktur bangunan perkantoran di Jepang pun dirancang sedemikian rupa agar tahan terhadap guncangan yang disebabkan oleh gempa.






