Gempa Vulkanik Terdahsyat Sepanjang Sejarah
Gempa bumi vulkanik adalah gempa bumi yang terjadi akibat adanya aktivitas magma. Kepundan gunung berapi ini tak kuat menahan tekanan dan temperatur yang tinggi dalam dapur magma dan akhirnya melepaskan energinya secara tiba-tiba sehingga menimbulkan ledakan yang disertai peristiwa vulkanisme.
Vulkanisme
Vulkanisme merupakan proses keluarnya magma ke permukaan bumi melalui retakan batuan, patahan, dan pipa kepundan. Magma yang sudah keluar ke permukaan bumi disebut lava. Gempa bumi vulkanik ada dua jenis, yaitu:
- Gempa vulkano- tektonik, terjadi akibat batuan yang bergerak untuk mengisi ruang-ruang di mana magma sudah kosong. Akibatnya, menimbulkan tanah longsor dan retakan tanah yang luas. Contohnya adalah gempa di Yogyakarta yang terjadi akibat aktivitas Gunung Merapi.
- Gempa periode panjang, terjadi akibat masuknya magma ke dalam batuan di sekitarnya, sehingga tekanan terhadap batuan meningkat dan menimbulkan getaran hebat. Getaran hebat itulah yang menyebabkan terjadinya gempa.
Dampak Gempa Vulkanis Terhadap Permukaan Bumi
Gempa vulkanis tentunya menyebabkan dampak. Berikut ini adalah beberapa dampak yang terjadi akibat gempa vulkanis.
- Ledakan pada kepundan menyebabkan terjadinya lubang besar yang disebut kawah di puncak gunung api.
- Bila kawah yang terbentuk berukuran sangat besar, sehingga lubangnya menjadi danau besar, maka disebut kaldera. Contoh kaldera adalah Danau Toba, yang terbentuk akibat letusan Gunung Toba.
- Terjadinya anak gunung berapi.
Gempa Bumi Vulkanis Terdahsyat
Tiga dari sepuluh gempa bumi vulkanis terdahsyat sepanjang sejarah terjadi di Indonesia. Ketiga gempa tersebut terjadi sebagai akibat dari letusan gunung berapi.
1. Krakatau
Krakatau meletus pada Senin, 27 Agustus 1883, tepat pukul 10.20. Begitu dahsyatnya letusan gunung ini, sehingga tercatat daalam The Guiness Book of Records sebagai ledakan terdahsyat sepanjang sejarah. Ledakan ini diperkirakan 26 kali lebih besar dari ledakan bom Hirosima dan Nagasaki dan memakan korban sebanyak 36.417 jiwa.
Letusan ini juga menimbulkan gelombang tsunami yang menyapu bersih 163 desa, bahkan bebatuan disemburkan mencapai Benua Eropa. Dunia menjadi gelap selama dua setengah hari karena matahari tak mampu menembus tebalnya abu.
2. Tambora
Pada 12 April 1815, Gunung Tambora di Pulau Sumbawa meletus dengan letusan terdahsyat sepanjang 10.000 tahun. Gempa vulkanik ini berkekuatan 7 SR atau empat kali lebih dahsyat dibanding Gunung Krakatau. Abu yang dimuntahkan mencapai ketinggian 43 kilometer. Di seluruh dunia sinar matahari tertutup sehingga terjadi pendinginan global.
3. Toba
Gunung Toba meletus pada 75.000 tahun yang lalu. Ledakannya melepaskan energi 50 ribu kali lebih besar dari bom Hiroshima. Abunya yang menutupi langit mengakibatkan intensitas cahaya matahari turun hingga 1% saja, sehingga memicu terjadinya zaman es, serta membunuh hampir seluruh tumbuhan di dunia. Diperkirakan penduduk bumi yang selamat dari bencana ini hanya tinggal seribu hingga 10 ribu orang saja.






