logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Diet dan Nutrisi    Aneka Menu Sehat

Gendut atau Obesitas? dan Cara Mengatasinya


Ilustrasi gendut

Banyak orang yang tidak percaya diri ketika mereka merasa tubuhnya lebih gendut dibandingkan dengan orang lain. Beberapa orang merasa risih jika berat badan mereka di atas rata-rata karena mereka menjadi lebih sulit untuk memilih pakaian, terutama para wanita.

Memang benar, penampilan merupakan modal utama untuk bekerja. Karena banyak di antara perusahaan-perusahaan yang menentukan syarat pelamarnya untuk memiliki penampilan yang menarik. Dalam pikiran kebanyakan kita, penampilan menarik diidentikkan dengan tubuh lansing semampai dengan kulit putih bersih.

Tak sedikit wanita menjadi minder ketika membaca syarat melamar pekerjaan yang mengharuskan mereka untuk memiliki standar fisik yang diminta oleh perusahaan-perusahaan.

Orang-orang berbadan gendut juga terdiskriminasi ketika mereka harus memilih pakaian. Rata-rata toko pakaian tidak menyediakan pakaian dengan ukuran big size untuk orang-orang yang berbadan besar. Sehingga mereka tidak memiliki opsi pakaian yang banyak jika dibandingkan dengan wanita-wanita yang memiliki tubuh ideal.

Karena pilihan pakaian mereka yang terbatas, sering di antara wanita-wanita yang bertubuh besar memilih untuk mengenakan pakaian laki-laki karena ukuran pakaian lelaki memang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan wanita. Hal inilah yang menyebabkan wanita-wanita dengan tubuh besar terlihat tidak menarik dengan apa adanya mereka, karena mereka memang terbatasi oleh lingkungan mereka.

Gendut atau Obesitas?

Tubuh yang gendut jika terus dibiarkan bisa mengakibatkan obesitas. Obesitas itu sendiri dibagi menjadi 3 kelompok, di antaranya:

  • Obesitas tingkat ringan dengan kelebihan berat sebesar 20-40% dari berat yang seharusnya.
  • Obesitas sedang dengan presentase kelebihan berat sebesar 41-100%.
  • Obesitas berat dengan kelebihan berat badan lebih dari 100%.

Kelebihan berat badan atau obesitas tidak semerta-merta terjadi karena seseorang terlalu banyak makan dan kurang olah raga. Kegendutan yang berujung obesitas biasanya bisa disebabkan oleh beberapa faktor berikut.

  • Faktor genetik yang umumnya menjadi faktor utama alasan seseorang mengalami kelebihan berat badan tingkat ektream.
  • Asupan makanan dan kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat.
  • Faktor lingkungan.
  • Faktor psikologi seseorang.
  • Faktor kesehatan juga bisa menjadi faktor pendorong obesitas. Di mana seseorang menderita penyakit tertentu yang mengakibatkan badannya menjadi lebih bongsor dari ukuran badan yang seharusnya. Beberapa penyakit yang menyebabkan efek obesitas pada pasiennya adalah kelainan saraf, hipotiriodisme, sindroma cushing, dan penyakit lainnya.
  • Obesitas juga bisa terjadi akibat konsumsi obat-obat tertentu yang membuat pasiennya memiliki nafsu makan yang lebih banyak. Obat-obatan seperti steroid dan anti depressi adalah tipe-tipe obat yang berkemungkinan memberikan efek obesitas.

Gendut dan Penyakit

Orang yang gendut tidak selamanya mudah jatuh sakit. Namun, mereka memang mempunyai risiko yang lebih besar untuk beberapa penyakit tahunan. Penyakit-penyakit yang umumnya dengan mudah dapat menyerang orang-orang yang gendut adalah:

  • Diabetes tipe 2
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • Stroke
  • Infark miokardium atau serangan jantung
  • Kanker prostat dan kanker usus besar
  • Batu kandung empedu
  • Artritis gout
  • Osteoartritis
  • Kurangnya kadar darah akibat tidur apneu
  • Sindroma pickwikian
  • Gagal jantung

Seseorang dengan tubuh gendut tidak menghalangi mereka untuk bergerak dan bekerja seperti layaknya orang biasa. Bahkan ada beberapa orang gendut yang lebih lincah dan banyak bergerak jika dibandingkan dengan orang yang bertubuh kurus.

Namun memang benar, jika ternyata orang-orang dengan bertubuh gendut cenderung lebih mudah terserang penyakit dibandingkan dengan orang-orang yang rajin berolah raga untuk mengatur berat badan mereka. Berat badan yang berlebih akan meningkatkan beban jantung, terutama untuk memompa darah.

Jantung orang yang berbadan gendut bekerja lebih berat bila dibandingkan dengan jantung orang biasa. Aktivitas jantung yang terlalu berat akan mengakibatkan gagal jantung yang bisa saja berujung dengan kematian.

Anda yang mempunyai berat badan berlebih harus hati-hati memperhatikan tanda-tanda di tubuh anda. Terutama jika tubuh Anda menunjukkan gejala sesak napas dan pembengkakan pada tungkai. Karena itu bisa saja menunjukkan bahwa jantung Anda sudah dalam keadaan yang tidak sehat.

Orang gendut biasanya memiliki kadar lemak yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang-orang dengan berat badan ideal. Timbunan lemak akan menjadi sangat berbahaya ketika lemak tersebut mulai mempersempit pembuluh darah. Penyempitan pada pembuluh darah akan menghambat peredaran darah, yang ujung-ujungnya dapat mengakibatkan hipertensi.

Jika terus berlanjut, dinding jantung akan mengalami penebalan yang lambat laun berakibat gagal jantung. Selain itu, lemak yang berlebih juga memicu diabetes melitus dan juga kolesterol tinggi.

Tubuh gendut akan menimbulkan gangguan insulin yang mengakibatkan gula darah tidak dapat masuk ke dalam sel-sel tubuh. Melainkan hanya beredar di dalam darah saja sehingga kadar gula dalam darah menjadi meningkat.

Jika tidak cepat ditanggapi, gangguan insulin dapat membentuk pengerakan dalam pembuluh darah yang diakibatkan peningkatan kolesterol jahat. Yang sewaktu-waktu dapat berakhir dengan penyakit sroke. Sedangkan kita tahu bahwa sampai sekarang, para peneliti masih belum bisa menemukan obat untuk penyakit yang satu ini.

Pada wanita, kegendutan bisa berakibat gangguan hormonal, terutama gangguan menstruasi. Seorang wanita dengan berat badan yang lebih dari yang seharusnya, biasanya akan mendapatkan menarkhe atau haid pertama lebih awal bila dibandingkan dengan wanita lainnya.

Biasanya, kegendutan juga diikuti oleh hiperandrogenisme, hirsutisme, dan gangguan siklus menstruasi. Hiperandrogenism dan hirsutisme terjadi akibat hormon lelaki yang meningkat yang membentuk tanda-tanda maskulinitas. Yang diikuti dengan jerawat, tumbuhnya bulu di wajah dan badan, bahkan perubahan suara. Wanita yang memiliki berat badan berlebih juga berkemungkinan lebih besar untuk menderita batu empedu.

Mengatasi Tubuh Gendut

Kegendutan bisa diatasi jika ditangangi dengan benar dan sedini mungkin. Kebanyakan dari dokter akan menyarankan Anda untuk menjalankan diet sebagai salah satu jalan untuk mengatasi masalah berat badan.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika Anda ingin menurunkan berat badan Anda. Aspek-aspek yang perlu Anda perhatikan di antaranya, mengurangi kebiasaan makan sedikit-demi sedikit. Jangan lakukan perubahan pola makan secara besar-besaran karena itu dapat membuat tubuh Anda, terutama alat pencernaan Anda terkejut. Lakukanlah perubahan pola makan secara perlahan, namun konsisten.

Anda juga sebaiknya mencari makanan pengganti yang lebih menyehatkan. Jika terbiasa mengkonsumsi makanan cepat saji maka sebaiknya Anda ganti dengan sayuran. Anda juga dapat mengganti kopi dengan susu kedelai atau air mineral.

Dan yang terpenting, jangan makan dalam porsi yang besar. Karena hal tersebut merupakan langkah awal penimbunan makanan dalam tubuh Anda. Akan lebih baik Anda makan 3 atau 4 kali sehari dengan prosi makanan yang lebih sedikit. Namun, tentu saja Anda juga harus memperhatikan waktu makan Anda.

Banyak orang yang mengatasi kegendutan dengan mengkonsumsi obat-obatan, diet ketat, atau meminum ramuan-ramuan tertentu. Anda tidak boleh sembarangan meminum obat-obat pelansing. Karena beberapa dari obat pelansing dapat menimbulkan efek samping. Seperti rasa panas, sesak napas, jantung berdebar, dan efek samping lainnya.

Jika Anda tidak pintar-pintar dalam memilih obat-obatan tersebut maka Anda mungkin saja mendapatkan komplikasi penyakit. Pilihlah obat-obatan yang memang disarankan oleh dokter yang memang ahli dalam menangani masalah berat badan.

Jangan pula melakukan diet secara ketat dengan tidak mengkonsumsi karbohidrat sama sekali. Karena tubuh manusia juga memerlukan karbohidrat untuk mengumpulkan tenaga agar bisa melakukan aktivitas sehari-hari.

Melakukan olah raga tanpa henti juga tidak bagus karena Anda mungkin akan terlalu capai. Yang bisa menimbulkan rasa lapar berlebih. Alih-alih ingin menurunkan berat badan, yang ada malah berakhir dengan makan dengan jumlah porsi dua kali lipat dari apa yang biasa Anda makan. Dan badan malah jadi tambah gendut.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Menyajikan Makanan Bayi Umur 3 Bulan
  • Makanan Pilihan Menu Makan Siang Sehat
  • Bubur Buah, Makanan Bayi Umur 5 Bulan
  • Makanan Sehat Ibu Hamil Muda
  • Cerdas Memillih Minuman Kesehatan
  • Jus Makanan Sehat Untuk Balita Anda
  • Pedoman Sarapan Pagi yang Sehat
  • Tips Jitu Menggemukkan Badan
  • Variasikan Makanan Bayi Umur 8 Bulan
  • Memilih Makanan Sehat untuk Diet Sehat
  • Makanan Favorit Anak Umur 1 Tahun
  • Info Menu Makanan untuk Bayi Berusia 6 Bulan
  • Khasiat Minyak Kelapa
  • Mari Sehat dengan Makanan Organik
  • Klasifikasi Daun Singkong
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA