Geografi Industri: Minimalisasi Ongkos Produksi Melalui Klaster Produksi
Orang yang setiap harinya berkecimpung di dunia perindustrian tentu mengenal atau setidaknya pernah mendengar geografi industri. Salah satu yang dibahas dalam geografi industri adalah mengenai keterkaitan serta ketergantungan dalam industri.
Industri kini menghimpun cara agar bisa memproduksi dengan biaya seminimal mungkin. Salah satu faktor yang bisa menjadi beban adalah besarnya biaya transportasi atau biasa yang disebut juga biaya logistik. Biaya logistik terjadi ketika bahan baku atau bahan setengah jadi dikirimkan ke lokasi-lokasi produksi ataupun langsung ke konsumen.
Minimalisasi biaya logistik dapat dilakukan dengan beragam cara. Melakukan desain sistem rantai pasok merupakan salah satu pilihan yang bisa diambil. Dengan melakukan desain sistem rantai pasok, perusahaan menginginkan agar biaya logistik dapat ditekan serendah mungkin.
Cara yang digunakan pun beragam, mulai pendekatan kuantitatif sampai pada pendekatan kualitatif ataupun campuran keduanya. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan mendesain sebuah klaster industri. Keberadaan sebuah klaster industri memerlukan peran serta pemerintah sebagai salah satu stakeholder keberadaan bisnis sebuah perusahaan.
Menurut Deperindag, klaster industri adalah kelompok industri dengan focal/core industry yang saling berhubungan secara intensif dan membentuk partnership, baik dengan supporting industry maupun related industry.
Yang dimaksud supporting industry adalah industri yang termasuk dalam ranti nilai produksi sebuah produk. Misalnya, industri pupuk memerlukan bahan baku gas alam. Oleh karena itu, industri gas alam merupakan salah satu supporting industry dari industri pupuk.
Related industry adalah industri yang baik secara langsung maupun tidak langsung. Berkaiatan erat ataupun mempunyai kemiripan dengan industri lainnya. Misalnya, industri pengeboran perusahaan manufaktur memerlukan perusahaan jasa pengangkutan sebagai salah satu mitra untuk mengirimkan hasil-hasil produksi mereka.
Dari definisi tersebut, dapat dilihat hubungan dari kumpulan industri yang membentuk sebuah klaster industri. Industri-industri pendukung dan terkait langsung akan mengumpul ke dalam satu lokasi yang berdekatan.
Kedekatan jarak dan kesamaan tujuan antarperusahaan yang ada dalam klaster tersebut akan menjadikan usaha untuk mengirim faktor-faktor produksi, seperti bahan baku menjadi lebih rendah. Dengan demikian, pada akhirnya, biaya logistik akibat transportasi faktor-faktor produksi pun akan dapat ditekan pada nilai terendahnya.
Klaster industri juga akan membuat perusahaan-perusahaan yang ada dalam klaster tersebut lebih mudah dalam mendesain sistem rantai pasok dari rantai produksi perusahaannya. Salah satu syarat yang perlu dipenuhi tentunya desain klaster industri tersebut harus sudah memenuhi kriteria-kriteria dasar dari sistem rantai pasok yang baik.
Hal ini dapat dilakuakan dengan melakukan pendekatan proaktif terhadap stakeholder-stakeholder yang terlibat langsung ketika mendesain sistem klaster industri. Dengan demikian, perubahan atas rancangan awal dari sistem klaster industri dapat diminimalisasi. Hal itu berarti akan memperlancar proses produksi perusahaan-perusahaan yang ada dalam klaster tersebut.






