Cerita di Balik Rumor Gereja Setan di Bandung
Ilustrasi gereja setan di bandung
Mitos adalah hal yang menarik untuk dibicarakan bagi masyarakat Indonesia yang sebagian besar percaya pada dunia klenik. Misalnya saja tentang adanya hantu, adanya istilah pamali, ataupun hal-hal yang tidak boleh dilakukan seseorang ketika dia sedang berada pada satu situasi tertentu.
Rumor Gereja Setan
Selain itu, banyak sekali hal-hal yang berbau mitos dan juga tentang kepercayaan masyarakat setempat. Seperti halnya rumor tentang sebuah gereja setan di Bandung yang terletak di belakang hotel Grand Aquila di jalan Pasteur, banyak orang yang mengatakan bahwa rumah yang dikira gereja itu adalah gereja setan, yaitu tempat pemujaan iblis yang dilakukan oleh sebuah sekte tertentu. Tentu saja, cerita ini tidak bisa kita percayai mentah-mentah tetapi juga tidak bisa kita bantah mentah-mentah juga. Perlu pembuktian secara nyata tentang hal tersebut.
Ada juga yang mengatakan bahwa rumah yang di atas atapnya ada sebuah patung gurita itu adalah tempat berkumpulnya para dedemit yang dilakukan beberapa paranormal untuk pesugihan tertentu. Tentu saja, adanya rumor ini pastilah ada sebab dan musababnya. Bisa jadi memang hal tersebut benar adanya, tetapi juga bisa jadi hanyalah isapan jempol belaka. Karena lagi-lagi untuk bisa memastikan bahwa hal tersebut benar adanya, perlu adanya bukti nyata tentang hal tersebut.
Rumor-rumor semacam itu semakin berkembang di kalangan masyarakat kota, terutama dikalangan remaja yang selalu penasaran terhadap hal hal yang berbau mistis. Maka dari rumor itu muncul berbagai spekulasi tentang deskirpsi dan narasi tentang keberadaan rumah gurita yang dikira gereja itu.
Blog yang Menyesatkan
Para pencinta dunia maya, banyak yang membuat blog tentang asal-muasal keberadaan gereja tersebut. Adanya banyak blog yang memuat berita tentang gereja ini tentu saja semakin melambungkan nama gereja ini sebagai salah satu tempat mistis di Bandung. Sayangnya, banyak di antara orang-orang yang menuliskan cerita gereja setan di Bandung tersebut tanpa mengetahui dengan jelas tentang cerita sebenarnya. Atau setidaknya melihat secara langsung tempat tersebut. Akibatnya, banyak tulisan yang tidak sesuai dengan hal yang sebenarnya terjadi. Hal ini tentu tidak lain disebabkan karena pengembangan-pengembangan cerita yang dilakukan oleh blogger tersebut untuk menambah sensasi dan rasa penasaran orang terhadap gereja tersebut. Hal ini tidak lain dilakukan untuk menambah trafik dari pengunjung blog. Maka munculnya narasi-narasi lebay yang diceritakan para blogger sambil tidak pernah melihat situasi yang sebenarnya semakin menambah simpang siur tentang cerita asli dari gereja ini.
Misalnya ada beberapa blog yang menceritakan tentang keberadaan rumah gurita tersebut. Bahwa rumah yang terletak di jalan Sukadamai Paster tersebut adalah milik seorang pemuja setan, yang selalu mengadakan ritual sesat pada malam-malam tertentu, setan yang dipuja adalah Lucifer. Lucifer adalah nama seekor setan yang diusir dari surga, dalam kepercayan agama Kristen.
Menurut rumor yang menyesatkan di kalangan masyarakat urban bahwa gereja setan yang di Bandung itu sering kali mengadakan ritual-ritual magis dengan mengorban bayi suci untuk lucifer. Hal itu memberikan sentimen negatif atas nama gereja yang seharusnya dijadikan tempat ibadah umat kristen.
Milik Seorang Senima
Setelah mengadakan investigasi, saya, tim penulis anneahira.com, memberitahukan bahwa rumah yang berada di jalan Sukadamai nomor. 6 itu adalah rumah tinggal biasa, milik seorang seniman yang gemar melukis, yaitu Frans Hamimawan. Ia adalah seorang pencinta seni yang tinggal di Jakarta.
Menurut bapak Abun (70), seorang penjaga rumah itu, yang menjawab dengan ketus pertanyaan penulis, “Bapak Frans pulang sebulan sekali ke rumah ini.” Lalu, ketika penulis tanya lebih lanjut pak Abun tidak mau memberi informasi yang lebih lengkap. Dia begitu tertutup dan misterius seolah menyembunyikan banyak rahasia.
Sikap Pak Abun inilah yang bisa memunculkan banyak persepsi. Bagi orang-orang yang doyan menonton film detektif bisa mengindikasikan bahwa Pak Abun menyembunyikan sesuatu yang sangat penting. Bisa saja yang disembunyikan tersebut adalah rahasia tentang sekte sesat yang melakukan pengorbanan bayi di rumah gurita itu. Dan bisa jadi persepsi-persepsi inilah yang memunculkan rumor tersebut. Walaupun kita juga tidak bisa menyimpulkan bahwa Pak Abun tersebut tidak berkata bohong karena memang segala kemungkinan bisa saja terjadi.
Penulis tak sempat masuk ke rumah tersebut karena pak Abun yang sangat tidak ramah itu segera mengusir penulis setelah menjawab beberapa pertanyaan dengan jawaban yang singkat. Rumah ini cukup besar dengan cat berwarna putih dengan tembok yang tinggi, ada patung gurita di atas atapnya yang sedang mencengkram beberapa kartu domino.
Lantai dua rumah gurita berdinding kaca atau mungkin itu sebuah jendela yang cukup besar. Ada banyak topeng dengan wajah manusia yang dipajang di sana sebagai hiasan. Ada dua gambar kartu remi King dan Quen yang cukup besar menghiasai kaca jendela rumah itu.
Namun, tidak ada jalan masuk ke rumah gurita tersebut. Jalan masuk satu-satu adalah lewat rumah nomor 6 tadi yang terlihat tidak begitu mewah dengan pagar besi yang tidak terlalu tinggi. Rumah ini sangat normal seperti rumah-rumah kebanyakan ada teras dan ada taman kecil di halaman depannya.
Di samping ada sebuah garasi. Nah, rumah inilah yang menutupi rumah gurita tersebut. Jadi rumah gurita atau dibalik rumah nomor 6 ini. Menurut pak Abun, rumah itu dibangun sejak 1980-an. Rumah itu hanya rumah tinggal biasa.
Tak ada sekte pemujaan seperti yang digosip orang-orang. Gurita di atas atap adalah simbol kemakmuran sama seperti naga simbol kemakmuran bagi orang cina. Frans Hamimawan adalah seorang pemeluk agaman Katolik, beliau adalah pemeluk yang taat jadi tidak mungkin ia adalah pemuja setan. Ini berdasarkan fakta yang ditemui oleh penulis. Kesimpulan yang didasarkan fakta ini adalah kesimpulan yang didasarkan pengamatan tanpa embel-embel kekuatan supranatural. Bisa jadi ketika seorang supranatural masuk ke dalam rumah dan melihat hal-hal aneh, maka dia akan menyimpulkan hal yang berbeda. Tetapi untuk percaya dan tidak tentang hal tersebut, menjadi hak Anda masing-masing.
Jadi rumor tentang gereja setan di Bandung itu adalah sebuah kebohongan publik yang dibesar-besarkan. Di rumah itu, yang berhadapan dengan kantor pos, sama sekali tak ada setan, tak ada pemujaan, kata Bapak Abun. Namun, pak Abun tetap dengan menjawab dengan singkat, padat, dan misterius. Rumor gereja setan tersebut bisa saja dihembuskan oleh orang-orang yang tidak suka dengan pemilik rumah dengan alasan tertentu. Atau bisa jadi orang-orang yang ingin menguasai rumah tersebut menghembuskan isu-isu yang menyesatkan. Bisa saja orang-orang tersebut berharap agar pemilik rumah menjual rumah tersebut dengan harga murah karena pemilik rumah sudah termakan isu gereja setan tersebut. Atau bisa juga modus-modus lain ada di balik rumor tentang gereja setan tersebut dan sebenarnya apa yang terjadi dengan gereja tersebut kita tidak bisa mengetahuinya.

