logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Nutrisi    Vitamin

Gizi Buruk, Gizi Cukup, Pantau Sejak Dini!


 

Ilustrasi gizi buruk

 

Jika melihat foto atau tayangan berita seputar anak yang kekurangan pangan akibat gizi buruk, rasanya hati kita miris, sedih bercampur kesal. Miris karena ternyata fenomena gizi buruk terjadi berulang-ulang. Sedih karena kita tidak bisa membantu secara langsung atau tidak langsung. Kesal karena kita melihat banyak sekali oknum pemerintah, pejabat, orang kaya yang berseliweran, koruptor memamerkan harta-benda, jabatan, pangkat. Sementara, ada masyarakat yang mengalami gizi buruk.

Satu teori menyebutkan, tidak ada hubungan antara orang kaya dengan orang yang mengalami gizi buruk. Sementara, teori yang lain mengatakan, terdapat korelasi signifikan antara orang miskin dan orang kaya. Setiap tumbuh satu orang kaya baru, berarti ada 100 orang miskin baru. Relevansinya di mana? Sederhananya, orang miskin tidak memiliki akses dan kesempatan untuk belajar, bekerja memperbaiki taraf hidupnya, lantaran secara struktur dan infrastruktur sudah termiskinkan oleh turunan dan keadaan.

Sementara orang kaya terbuka peluang lebar untuk memperkaya diri sekaya-kayanya tanpa batas. Baiklah, kita tidak sedang mendeskreditkan orang kaya. Sebab, kita tahu masih banyak juga orang kaya yang peduli kepada sesama insan manusia. Kepedulian ini disalurkan lewat bantuan beasiswa orangtua asuh secara perorangan maupun lembaga.

Jadi, jika suatu waktu misalnya Anda menemukan sebuah keluarga yang anaknya menderita gizi buruk. Lalu, Anda berikan makanan yang enak-enak. Itu tidak membantu sama sekali. Obati dulu penderita gizi buruk sampai sembuh, baru kemudian diberikan bantuan. Memang, persoalan gizi sebaiknya kita klasifikasikan saja secara cermat, mana yang disebut gizi buruk, kurang pangan, atau kekurangan gizi. Sebab, ternyata orang yang mengalami obesitas (kegemukan) pun termasuk kategori penderita gizi buruk. Lantaran pola makan berlebihan dan tidak seimbang. Kondisi yang lebih buruk dari gizi buruk adalah busung lapar. 

Fenomena Gizi Buruk

Persoalan gizi buruk adalah persoalan kita bersama. Pertanyaannya apa yang dapat kita lakukan untuk dapat membantu saudara-saudara kita yang tengah dilanda kekurangan-kemiskinan? Masalah gizi buruk tidak dapat dituntaskan hanya melalui perawatan medis. Melainkan juga secara holistik mengubah pola hidup sehat. Jangan lagi kita temukan dalam sebuah rumah tangga. Anak menderita gizi buruk, tapi di sisi lain orangtuanya bisa beli rokok.

Dari berbagai sumber catatan online. Ditemukan sedikitnya 1.632 balita di Yogyakarta menderita gizi buruk. Sebagian besar berada di Kabupaten Gunungkidul. Kemudian di wilayah Maluku, anak mengalami gizi buruk dirawat di rumah sakit umum Dobo, Kepulauan Aru. Lalu, di Kab. Garut. Di Duri Riau Sumatera, dan hampir di seluruh Indonesia kita temukan anak penderita gizi buruk. Penyakit yang timbul akibat gizi buruk adalah infeksi, jamur, infeksitrus canak, kulit badan terkelupas, berat badan berkurang.Gizi buruk yang terjadi di sekitar kita salah satunya adalah himpitan ekonomi. Jangankan untuk mencukupi 4 sehat 5 sempurna. Untuk mencukupi sehari-hari saja, sebuah keluarga ada yang sudah tidak mampu. 

Kategori Gizi Buruk

Gizi buruk dapat digolongkan menjadi:

1. Marasmus:

  • Anak sangat kurus-kerempeng. Cungkring [bahasa Melayu].
  • Wajah seperti orangtua. Maksudnya bukan mirip orangtuanya melainkan layakknya seperti orang sudah tua, melebihi umurnya.
  • Cengeng rewel. Tidak semua anak cengeng dianggap sebagai penderita gizi buruk.
  • Rambut tipis, jarang-jarang dan tampak kusam.
  • Kulit keriput, kering. 
  • Tulang iga terlihat. Terkadang (maaf) seperti tengkorak hidup.
  • Pantat kendur, tidak gempal. 
  • Perut cekung, lepes (lepet), tipis.

2. Kwashiorkor:

  • Wajah bulat sembab. Obesitas adalah bagian dari gizi buruk.
  • Cengeng rewel.
  • Apatis dan tidak bergairah.
  • Rambut tipis menyerupai rambut jagung.
  • Punggung kaki bengkak.
  • Bercak merah di bokong. 

Penyebab Gizi Buruk

Menurut pakar kesehatan, terlalu banyak asupan makanan pun dapat menyebabkan gizi buruk. Gizi buruk secara sederhana akibat KEP (Kurang Energi Protein), menyebabkan kelainan seperti Marasmus, Kwashiorkor. Kita tahu, ternyata obesitas digolongkan sebagai orang yang mengalami gizi buruk. Obesitas adalah kelebihan kalori dan lemak berlebihan. Gizi buruk adalah kekurangan nutrisi berupa protein, karbohidrat, dan kalori. Penyebab gizi buruk sebagai berikut.

  • Gizi buruk kurangnya asupan gizi dari makanan.
  • Gizi buruk makanannya tidak memenuhi standar gizi.
  • Gizi buruk akibat infeksi penyakit. Tubuh tidak dapat menyerap zat makanan.
  • Gizi buruk faktor ketersediaan pangan. 
  • Gizi buruk karena perilaku dan pola pengasuhan. 
  • Gizi buruk karena keluarga miskin.
  • Gizi buruk akibat ketidaktahuan orang tua.
  • Gizi buruk karena mitos tertentu bahwa anak tidak boleh makan-makanan tertentu sebelum usianya. 
  • Gizi buruk akibat kurang kebersihan. 

Faktor Gizi Buruk Akibat Obesitas 

  • Faktor genetik.
  • Faktor lingkungan.
  • Faktor psikis. 

Dampak Gizi Buruk

  • Menyebabkan kematian.
  • Kecerdasan anak berkurang.
  • Berat dan tinggi badan tidak sewajarnya.
  • Mudah terserang batuk, pilek, diare.

Cegah Gizi Buruk Sebelum Terlambat

Gizi buruk sebenarnya bisa dicegah melalui:

  • ASI eksklusif. Setelah 6 bulan dikenalkan makanan tambahan sebagai pendamping ASI.
  • Makanan bervariasi mengandung protein, lemak, vitamin, mineral, karbohidrat.
  • Timbang berat badan anak dan ukur tinggi badan anak.
  • Kunjungi dan ikuti program Posyandu.
  • Cermati pertumbuhan anak.
  • Jika anak terpaksa dirawat lantaran gizi buruk. Ubah pola makan dan pola hidup.
  • Jika anak mengalami kekurangan gizi, berikan kalori tinggi, karbohidrat, lemak, gula. 

Definisi Gizi

Gizi adalah proses organisme makanan melalui proses digesti, absorbsi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat makanan. Kita tau, tidak ada satu jenis makanan pun yang mengandung semua zat gizi. Kecuali, Air Susu Ibu (ASI). Berikut ini jenis-jenis makanan:

  • Makanan mengandung tenaga: beras, kentang, jagung, gandum, ubi kayu, ubi jalar, sagu, roti dan mie, minyak, margarin dan santan.
  • Makanan mengandung nabati adalah kacang-kacangan, tempe, tahu.
  • Makanan mengandung hewani seperti telur, ikan, ayam, daging, susu, keju. Ini gunanya untuk pertumbuhan dan kecerdasan anak. 

Gizi baik menurut Menkes No. 9201/SK/VIII/2002 ditentukan berdasarkan Z-SCORE berdasarkan berat badan (kg) terhadap umur (bulan). 

Gizi Baik

Ahli gizi DR. Saptawati Bardosono, MD, M.Sc., wakil dari Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia/PDGMI menyebutkan ciri gizi baik sebagai berikut:

  • Tambah umur, tambah berat badan, tambah tinggi.
  • Postur tubuh berisi. 
  • Rambut kilat bercahaya dan kuat.
  • Kulit dan kuku bersih.
  • Wajah segar.
  • Mata jernih.
  • Bibir segar.
  • Gigi bersih.
  • Gusi merah muda.
  • Nafsu makan bagus.
  • Buang air besar lancar dan teratur.
  • Aktif. 
  • Tidur nyenyak.

Jenis Imunisasi

Jangan lupakan setelah mencukupi gizi anak. Lakukan juga imunisasi di antaranya:

  • BCG
  • DPT
  • TT
  • POLIO
  • CAMPAK

Studi Referensi Gizi Buruk 

Siapa tahu Anda ingin studi lebih dalam mengenai gizi buruk dan dampaknya terhadap masa depan anak. Berikut ini daftar referensinya:

  • Basuki, U. 2003, Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi. 
  • FK UI. 2007, Ilmu Kesehatan Anak.
  • Hidayati, 2000, Status Gizi Balita Berdasarkan Karakteristik Balita.
  • Hermann, W. 2003, ‘USDA Nutrient Database’, American Journal of Clinical Nutr.
  • Susanto, MKM. Analisis Balita Vegetarian dan Non Vegetarian di DKI Jakarta, 2008.
  • Anonim. 2007. Ciri-Ciri Kurang Gizi. 
  • Nency, Y. 2005. Gizi Buruk, Ancaman Generasi Yang Hilang. 

Makanan Enak Mengandung Gizi Buruk

Ada makanan tertentu yang apabila kita makan sangat enak. Ternyata, kandungan nilai gizinya rendah seperti:

  • Gorengan.
  • Biskuit.
  • Cake.
  • Pastry.
  • Roti putih.
  • Sirup.
  • Makanan mengandung banyak pewarna dan pengawet buatan.

Sekarang, Anda bisa membedakan antara gizi buruk dan gizi cukup. Berusahalah dan berdoa agar Anda bisa mencukupi kebutuhan keluarga agar anak-anak Anda tidak kekurangan gizi.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Anemia pada Ibu Hamil Bisa Menyebabkan Kematian
  • Protein, Zat yang Sangat Dibutuhkan Tubuh
  • Kelainan Metabolisme Karbohidrat: Diabetes Mellitus
  • Mengenal Nama Sayuran dan Khasiatnya
  • Pentingnya Fungsi Vitamin Larut Air Bagi Tubuh
  • Bahaya Susu Kedelai - Sisi Gelap Sang Kacang Kedelai
  • Fungsi Protein Bagi Kehidupan Manusia
  • Manfaat Vitamin C yang Patut Diketahui
  • Kandungan Gizi Sayuran - Kubis, Sayur Baby dengan Gizi yang Mewah
  • Manfaat Susu Kambing Etawa Itu Banyak!
  • Cara Menurunkan Kadar Kolesterol
  • Kencur - Si Bumbu Dapur yang Multi Khasiat
  • Mengenal Pentingnya Vitamin untuk Mata
  • Fahamkah Anda Sumber Vitamin B dan Dosis yang Tepat?
  • Makanan Protein Tinggi? Jangan Abaikan!
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA