Tanda dan Penyebab Kurang Gizi pada Anak

Salah satu unsur penting bagi kesehatan tubuh adalah gizi. Tubuh akan merasa segar sehingga mampu melakukan berbagai aktivitas dengan baik jika disertai asupan gizi yang baik. Sejak kecil, kebutuhan gizi tubuh harus dipenuhi untuk mengoptimalkan pertumbuhan serta berperan penting dalam perkembangan otak.
Oleh sebab itu, orangtua harus benar-benar memahami kebutuhan gizi anak agar tumbuh sehat dan optimal serta terhindar dari penyakit kurang gizi. Sebagai antisipasi terbaik, para orangtua wajib mengetahui gejala serta penyebab kurang gizi pada anak. Dengan demikian, orangtua dapat memperbaiki asupan gizi anak.
Tanda Kurang Gizi
Berikut ini merupakan beberapa tanda anak kurang gizi menurut salah seorang dokter ahli gizi, dr. Sri Kurniati, M.S.
1. Kurang Energi Protein Ringan
Belum muncul tanda-tanda khusus yang bisa diidentifikasi secara jelas pada tahap ini. Hal yang paling mudah dikenali adalah menurunnya berat badan anak menjadi 80 persen dari berat badan normal.
2. Kurang Energi Protein Sedang
Pada tahap kedua ini, berat badan anak turun menjadi 70 persen dari berat normal. Selain penurunan berat badan, orangtua dapat mengenali tanda lain, yaitu wajah anak pucat dan rambutnya berubah menjadi kemerahan.
3. Kurang Energi Protein Berat
Tahap ini terbagi 2, yaitu kurang sekali (marasmus) dan kwashiorkor. Marasmus ditandai dengan penurunan berat badan anak menjadi 60 persen dari berat normal. Sementara itu, kwashiorkor ditandai dengan: (1) penurunan berat badan; (2) pembengkakan kaki; (3) rambut memerah dan mudah dicabut; (4) mata rabun; dan (5) kornea kering dan kadang borok sehingga mampu membuat mata pecah.
Selain tanda-tanda tersebut, kwashiorkor ditandai dengan datangnya beberapa penyakit, seperti tekanan darah rendah atau anemia, infeksi, diare yang sering terjadi, kulit mengerak dan pecah sehingga keluar cairan, dan pecah-pecah di bagian sudut bibir.
Penyebab Kurang Gizi
Setelah mengetahui tanda-tandanya, Anda harus mengenali pula faktor yang menyebabkan kekurangan gizi pada anak. Berikut ini merupakan faktor penyebab kekurangan gizi.
1. Jarak Usia Anak Terlalu Dekat
Faktor pertama yang turut mempengaruhi kekurangan gizi adalah jarak usia anak yang terlalu dekat. Misalnya, jarak kakak dan adik hanya 1 tahun. Kedekatan jarak ini membuat perhatian ibu untuk si kakak tersita akibat kehadiran si adik. Hal itulah yang membuat si kakak menjadi anak yang terabaikan dan cenderung tidak terurus, termasuk urusan asupan gizinya. Dengan demikian, si kakak akan mengalami kekurangan gizi.
2. Infeksi atau Tertular Penyakit
Faktor kedua yang menjadi penyebab kekurangan gizi anak adalah infeksi dan penyakit yang ditularkan. Anak-anak yang mulai berjalan biasanya sangat mudah tertular berbagai penyakit serta sering mengalami infeksi.
3. Lingkungan Kotor
Lingkungan kurang bersih sangat berpengaruh terhadap kekurangan gizi anak. Anak akan sering sakit-sakitan sehingga membuatnya kekurangan gizi. Oleh sebab itu, janganlah lalai membersihkan lingkungan demi kesehatan anak dan orangtua.
4. Kurangnya Pengetahuan Tentang Gizi
Seorang ibu harus memberikan asupan makanan yang mampu mencukupi kebutuhan gizi anak. Oleh sebab itu, orangtua, terutama ibu, harus memiliki pengetahuan mengenai gizi. Makanan bergizi tidak selalu identik dengan makanan mahal. Makanan murah pun banyak yang memiliki kandungan gizi tinggi selama kualitasnya baik. Jadi, ibu harus pintar memilih menu makanan anak untuk menghindari kekurangan gizi.
5. Kesulitan Ekonomi
Kesulitan ekonomi merupakan faktor penyebab kekurangan gizi yang paling kontras. Faktor ekonomi banyak berpengaruh terhadap kekurangan gizi. Keadaan ekonomi yang sulit membuat anak jarang makan sehingga asupan gizinya pun kurang.
6. Penyakit Bawaan
Selain kelima faktor tersebut, penyakit bawaan memberikan pengaruh signifikan terhadap kekurangan gizi anak. Penyakit bawaan yang dimaksud, misalnya penyakit jantung dan paru-paru, sehingga memaksa anak untuk menjalani perawatan.






