Dampak Global Warming

Global warming adalah sebuah gejala alam dengan meningkatnya suhu bumi secara global. Global warming terjadi karena pengaruh efek rumah kaca atau green house effect istilah dalam bahasa Inggris. Pengertian efek rumah kaca bukanlah sebatas pada rumah yang terbuat dari kaca, tetapi panas yang terperangkap di bumi yang disebabkan oleh polusi udara yang semakin meningkat.
Sebut saja hasil pembakaran dari minyak bumi yang menghasilkan emisi gas-gas seperti karbondioksida, metana, dinitrooksida, dan CFC sehingga panas yang dipancarkan ke bumi tidak didapat diserap oleh bumi melainkan dipantulakan kembali ke atmosfer. Panas akan terperangkap di atmosfer dan bumi pun semakin panas.
Beberapa riset menunjukan bahwa peningkatan suhu bumi secara global akan mencapai 1,5 sampai dengan 40 derajat celcius pada akhir abad 21. Banyangkan oleh kita semua. Suhu bumi akan meningkat sampai 40 derajat. Jika sekarang suhu di Indonesia berkisar antara 20 derajat sampai 30 derajat, nanti di akhir abad 21 akan mencapai 60 derajat sampai 70 derajat celcius. Apa mungkin anak cucu kita dapat bertahan hidup.
Global warming mempunyai dampak yang cukup signifikan bagi lingkungan kita, terutama lingkungan geofisik dan lingkuangan hayati. Salah satunya adalah mencairnya beberapa gunung es di kutub utara dan kutub selatan sehingga volume air laut terus meningkat dan bukan tidak mungkin dunia yang kita tinggali akan tenggelam.
Sebab sekarang di kutub selatan dan utara sudah terbentuk beberapa air terjun (lihat youtube: air terjun di kutub utara) yang disebabkan oleh mencairnya gunung es tersebut. Air terjun gunung es itu muncul sekitar 2006 dan sampai saat ini kondisinya terus membesar dengan volume air yang mengalir semakin banyak.
Selain meningkatnya volume air laut, pemanasan global pun menyebabkan meluasnya gurun pasir, peningkan curah hujan yang tidak stabil, perubahan musim yang ekstrem, punahnya beberapa fauna dan flora tertentu, timbulnya virus baru yang bermutasi akibat polusi, dan masih banyak lagi yang mengakibatkan lingkungan kita semakin rusak. Itulah dampak dari global warming secara kasat mata pada lingkungan hayati dan geofisika.
Selain itu juga, global warming berdampak dapa lingkungan sosial, seperti aktivitas mahluk hidup, baik sosial, ekonomi, budaya, politik dan seni, misalnya, gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, gangguan terhadap fungsi sarana dan prasarana seperti jaringan, frekuensi radio, jalan, gangguan terhadap permukiman penduduk, pengurangan produktivas pertanian, perikanan, peternakan, dan lain-lain, peningkatan resiko kanker, dan epidemi virus serta bakteri.
Sungguh demikian besar dampak dari global warming, oleh karena itu mari kita hentikan pemanasan global dari sekarang agar lingkungan kita selamat. Save the earth.






