Globalisasi Budaya

Dalam buku Thomas L. Friedman, Dunia Tengah Datar. Globalisasi budaya, bukanlah semata globalisasi budaya yang lebih unggul dengan bantuan media terpenetrasi kepada suatu budaya yang begitu lemah cengkramannya dan begitu kurang dinikmati oleh generasi penerus. Melainkan juga, bagaimana globalisasi budaya itu ditampakkan sebagai ‘kekalahan kulit putih’ karena sok tahu mengajari budaya kepada dunia.
Di saat kulit putih kehilangan pegangan budaya, budaya yang mereka sodorkan kepada kebudayaan lain mengalami penguatan sebagai akibat evolusi praktik, terhadap kelemahan budaya si kulit putih.
Negara-bangsa tidak lagi diunggulkan karena punya sumber daya dan keunggulan tenaga kerja murah, karena setiap orang sudah bisa pindah ke sana kemari seenaknya, dengan visa yang begitu murah.
Berdagang lewat internet, dan berdagang tanpa bea masuk. Sehingga tingkat konsumsi akan begitu tinggi di Negara yang sukses memahami fenomena globalisasi budaya, dan terbuka untuk itu. Misalkan, China, India, dan beberapa negara Asia lainnya.






