Globalisasi dalam Bidang Ekonomi Tak Bisa Hanya dengan Mimpi
Ratusan juta penghuni negara kepulauan Indonesia telah menjadi daya tarik yang sangat menawan bagi perusahaan-perusahaan besar dunia untuk memasarkan produknya. Ditambah pola pikir bangsa Indonesia yang masih memandang wah kepada produk yang berbau luar negeri.
Pantaslah kiranya pemerintah menerapkan pajak baru bagi mereka yang membeli barang dari luar negeri ketika memasuki wilayah Indonesia. Keadaan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Globalisasi dalam bidang ekonomi telah bertahun berlangsung dan Indonesia tak bisa hanya bermimpi menjadi salah satu pemain ekonomi besar dunia.
Pendidikan
Pendidikan yang tepat akan menghasilkan anak-anak Indonesia cerdas berwawasan luas yang bisa menjadi pemain di dalam ekonomi global. Pendidikan ini tidak hanya di sekolah, tapi juga di rumah. Biasakanlah anak tahu tentang nilai segala sesuatu yang ada di sekitarnya.
Biarkan anak memahami bahwa dengan adanya harga tersebut berarti ada nilai uang yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan barang-barang tersebut. Memang harus hati-hati mengarahkan anak memasuki konsep materialisme dan pemahaman pasar ekomoni ini.
Misalnya, setiap kali anak melakukan suatu pekerjaan, hargailah anak dengan uang tidak hanya dengan ucapan terima kasih. Suatu saat tanyalah anak berapa dia mau dibayar bila ada pekerjaan membersihkan kamar mandi. Biarkan dia menganalisa tingkat kesulitan dan berapa harga yang harus dibayar dengan tingkat kesulitan tertentu. Hal ini akan membuka wawasan anak bahwa setiap pekerjaan ada harganya masing-masing.
Bila anak sudah memegang uang dan tahu nilai uang serta tahu bagaimana mendapatkannya, ajarilah juga bagaimana menggunakan uang dengan tepat dan bijaksana. Contohnya, anak mempuyai uang Rp1 juta. Katakan pada anak bahwa kalau dia membeli permen dengan uang Rp1 juta, maka jutaan permen bisa dia dapatkan.
Tapi, uang segitu belum bisa membeli sebuah mobil Fortuner. Pelajaran nilai uang ini akan membuat anak menentukan langkahnya dalam menggunakan uang. Dia akan bisa menghemat dan menabung uangnya.
Jadilah Produsen
Setiap orang adalah konsumen, tapi tidak setiap orang bisa menjadi produsen. Pendidikan bisnis sejak Taman kanak-Kanak akan membuat anak sadar bahwa di dunia ini mereka harus mencari dan menjadi produsen agar mampu berdiri dan mempunyai daya tawar tinggi. Misalnya, adakan simulasi sistem penyediaan barang. Suatu ketika peredaran barang banyak, harganya akan jatuh.
Tapi kalau pedagang bermain kotor dan menimbun barang, lalu barang yang beredar sedikit, harganya menjadi tinggi. Tanyakan kepada anak siapakah yang dirugikan dalam kondisi seperti ini? Pastilah konsumen. Agar tidak menjadi pihak yang selalu dirugikan, maka jadilah pemain bukan penonton. Simulasi ini akan membangkitkan semangat anak untuk mulai menjadi produsen sejak kecil.
Jangan remehkan otak anak-anak. Mereka pasti bisa meyerap pelajaran tersebut dengan mudah asalkan alat peraga dan cara penyampaian dengan menggunakan bahasa anak.
Produk Terbaik Terstandard dan Bermutu Tinggi dengan Harga Bersaing
Bila ingin menjadi pemain global, hasilkan produk yang memenuhi standardisasi internasional. Suatu produk terbaik, bermutu tinggi tapi harganya cukup bersaing. Penduduk global terutama yang tinggal di negara maju, seperti belahan Eropa, Amerika, Jepang, dan lain-lain, sangat menghargai produk yang baik. Semua hal yang berhubungan dengan standardisasi ini harus dipelajari dengan saksama.
Proteksi Pemerintah
Pengusaha Indonesia tidak bisa menjadi pengusaha manja dan cengeng yang berlindung di bawah ketiak pemerintah untuk melindungi usahanya. Memang untuk beberapa produk, pemerintah harus melindungi rakyatnya dari serbuan barang yang akan terlalu menjatuhkan produk Indonesia, tapi hal ini tak bisa terlalu lama dibiarkan.
Berdirilah di atas kaki sendiri. Di mana pun, siapa pun senang membeli produk bagus berkualitas baik dengan harga bersaing. Pengusaha Indonesia harus lebih berani mendobrak dominasi pengusaha Cina yang selalu mampu menjual produknya ke seluruh dunia. Bila sekali gagal, jangan katakan 1000 kali mencoba tak ada yang berhasil.
Mimpi saja tidak cukup untuk bisa bersaing dalam globalisasi ekonomi. Harus ada tindakan nyata yang dimulai dari sejak dini.






