logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Kesehatan    Obat-Obatan    Obat Modern    Golongan Antibiotik

Pembagian Golongan Antibiotik Untuk Kepentingan Klinis

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Perkembangan pengobatan medis modern yang pesat saat ini ditandai dengan produksi antibiotika yang sangat banyak jenis maupun jumlahnya. Sehingga untuk berbagai kepentingan, dibuat pembagian golongan antibiotik.

Antibiotik, baik yang dibuat secara alami maupun sintetis berguna untuk mengatasi maupun menyembuhkan sakit akibat infeksi bakteri. Dari jumlah antibiotika yang diproduksi saat ini, sebagian dipergunakan untuk penyembuhan terhadap penyakit yang disebabkan hewan. 

Pengelompokan Antibiotik

Untuk kepentingan praktis pengobatan, secara umum, terdapat 11 golongan antibiotik yang umumnya dilakukan di dunia klinis. Pembagian ini meliputi :

1. Golongan penisilin

Golongan penisilin bersifat bakterisidal dan bekerja untuk membunuh bakteri penyebab penyakit. Adanya nukleus asam amino penisilinat merupakan ciri khas antibiotika golongan ini.

Kelompok ini masih dibagi lagi menjadi beberapa jenis yang dihubungkan dengan tingkat kerusakan terhadap enzim penisilinase maupun kekuatan spektrum anti kuman terhadap gram positif maupun negatifnya.

2. Golongan sefalosporin

Mirip dengan penisilin namun terbagi lagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing adalah kelompok yang paling aktif terhadap kuman gram positif namun kurang aktif terhadap gram negatif, (seperti sefalotin, sefaleksin, sefazolin, serta sefradin); kelompok yang lebih aktif terhadap gram negatif namun kurang aktif terhadap gram positif (seperti sefaklor dan sefamandol); serta kelompok paling aktif terhadap gram negatif (seperti mokasalatam, sefotaksim, dan sefoksitin)

3.Golongan amfenikol

Golongan amfenikol aktif terhadap kuman gram negatif maupun positif, klamidia, mikoplasma. Salah satu jenis dari golongan antibiotik ini, yaitu kloramfenikol hanya digunakan untuk mengatasi infeksi H. influenzae dan S. typhi karena bersifat toksit terhadap sumsum tulang.

4. Golongan tetrasiklin

Golongan ini meliputi tetrasiklin, metasiklin, minosiklin, demeklosiklin, klortetrasiklin, dan oksitetrasiklin. Golongan tetrasiklin masih sering dijadikan rujukan untuk mengatasi infeksi akibat klamidia, riketsia, mikoplasma meski di lapangan kerap ditemukan terjadinya kasus resistensi. Karena itu pemakaian antibiotika golongan ini makin dibatasi.

5. Golongan aminoglikosida

Golongan aminoglikosida bersifat bakterisidal atau membunuh bakteri. Beberapa jenis antibiotika yang masuk dalam golongan ini diantaranya streptomisin, kanamisin, amikasin, gentamisin, neomisin, tobramisin, dan metilmisin.

6. Golongan makrolida

Golongan ini sering digunakan sebagai alternatif pilihan selain penisilin. Beberapa yang masuk jenis ini diantaranya adalah rosaramisin, oleandomisin, roksitromisin, spiramisin, josamisin, eritromisin, dan trioleandomisin.

Salah satu jenis ini, yaitu eritromisin banyak digunakan untuk menyembuhkan penyakit legionnaires dan infeksi pneumonia atipik.

7. Golongan linkosamid

Golongan ini kadang digunakan sebagai pelengkap dalam mengatasi kuman yang tahan terhadap penisilin.

8. Golongan polipeptida

Golongan polipeptida dikenal aktif terhadap bakteri gram negatif seperti pseudomonas. Golongan ini diantaranya terdiri dari polimiksin, A, B, C, D, E.

9. Golongan antimikobakterium

Sesuai namanya, banyak digunakan untuk melawan bakteri mikobakterium. Diantaranya yang termasuk dalam golongan ini adalah etambutol, dapson, streptomisin, INH, dan rifampisin, yang dikenal untuk menyembuhkan TBC dan penyakit Lepra.

10. Golongan sulfonamida dan trimetropim

Golongan ini digunakan dalam bentuk kombinasi untuk mengatasi bakteri bronkhitis, prostatitis, salmonelosis, maupun untuk infeksi saluran kencing. Sedangkan penggunaan salah satu, seperti sulfonamida sering menimbulkan resistensi sehingga mulai ditinggalkan.

11. Golongan kuinolon

Golongan terakhir ini merupakan golongan antibiotik sistetis yang belakangan mulai banyak digunakan untuk infeksi nosokomial, diantaranya meliputi norfloksasin, ofloksasin, asam nalidiksat, ataupun pefloksasin.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Antibiotik untuk Mengobati Jerawat
  • Penggunaan Aneka Jenis Antibiotik
  • Menentukan Topik Makalah Antibiotik
  • Manfaat Antibiotik dan Dampak Penggunaannya yang Berlebihan
  • Antibiotik Tetrasiklin
  • Mekanisme Kerja Antibiotik
  • Manfaat Obat Herbal Bagi Tubuh
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA