logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Komputer & Teknologi    Website dan Blog    Artikel Umum Website dan Blog    Google Penerjemah

Kapan Menggunakan Google Penerjemah?

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Tahukah Anda Google penerjemah? Banyak guru Bahasa Inggris yang tercengang-cengang mendengar Bahasa Inggris yang digunakan oleh murid mereka pada saat murid-murid tersebut harus mempresentasikan karya atau ide mereka dalam Bahasa Inggris. Setelah ditelusuri, ternyata murid-murid tersebut menggunakan fasilitas Google penerjemah.

Harus diakui kalau fasilitas Google penerjemah ini cukup membantu para pembelajar Bahasa Inggris. Tapi terjemahan itu tidak bisa diambil begitu saja dan ditelan mentah-mentah tanpa memerhatikan setiap kata dan susunan tata bahasa dan diksi yang dipakai oleh Google penerjemah.

Ada beberapa hal yang kalau diterjemahkan melalui Google penerjemah maka akan terjadi kesalahan makna dan pengertian dari kalimat yang dimaksud. Misalnya, menerjemahkan peribahasa. Dalam etika terjemahan, sebuah peribahasa Bahasa Indonesia, hendaknya dicarikan padanannya atau analoginya dalam Bahasa Inggris. Tidak bisa menggunakan bahasa denotatif. 

Makna figuratif atau makna majas harus dicarikan padanan majasnya dalam bahasa yang akan diterjemahkan. Google penerjemah belum mempunyai fasilitas ini. Kalaupun terjemahannya dipandang cukup mendekati, itu hanya sebatas makna denotatif.

Sangat sulit menemukan analogi yang sama-sama mempunyai makna konotatif. Coba ketik, “Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.” Analogi peribahasa dalam Bahasa Inggris adalah “Killing two birds with a stone.” Tapi dari Google penerjemah, kata-kata inilah yang didapat, “once embraced rowing two or three islands too”. Tentu terkesan sangat tidak tepat.

Syarat-syarat Penerjemahan yang Tidak Dimiliki oleh Google Penerjemah

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh seorang penerjemah. Pertama, penerjemah itu paham bahasa yang akan diterjemahkan dan bahasa asal. Kedua, sang penerjemah tahu tentang subjek yang akan diterjemahkannya. Ketiga, sang penerjemah harus ikhlas tidak mengubah isi terjemahannya dan menghargai penulis buku atau artikel yang akan diterjemahkannya. Google penerjemah adalah sebuah mesin yang tidak mempunyai perasaan sehingga tidak bisa memaknai paling tidak syarat yang ketiga.

Menerjemahkan sebuah karya bukanlah hal yang mudah. Bahkan ada yang berpendapat kalau sudah memasuki wilayah sakral atau karya-karya yang lebih banyak melibatkan daya kreasi, inovasi, dan imajinasi, terjemahan itu hampir tidak bisa dilakukan tanpa mengubah sedikit makna dari isi karya yang akan diterjemahkan. Misalnya, menerjemahkan sebuah puisi.

Sangat sulit menemukan padanan kata yang tepat seperti yang digambarkan oleh penulis puisi tersebut terutama bila puisi itu menggunakan kata-kata metafora, personifikasi, simile, dan kata-kata figuratif atau majas lainnya. Ini juga yang tidak dimiliki oleh Google penerjemah. Terjemahan sebuah puisi menggunakan fasilitas Google penerjemah seolah menghilangkan ruh dari puisi itu sendiri.

Lalu kapan bisa menggunakan fasilitas Google penerjemah? Jawabannya bisa kapan pun. Tapi dengan syarat orang yang menggunakan fasilitas Google penerjemah tersebut paling tidak mengerti tata Bahasa Inggris dan mempunyai latar belakang pengetahuan Bahasa Inggris yang akan membuat terjemahannya lebih bermakna dan tidak terjebak ke dalam gaya terjemahan satu kata ke satu kata, bukannya pemaknaan satu kalimat berdasarkan konteks.

Terjemahan bukanlah ilmu yang sulit dipelajari. Tapi tidak semua orang mampu menjadi penerjemah. Fasilitas yang diberikan oleh Google penerjemah sebagai sarana mempermudah mengalihbahasakan sesuatu, patut disyukuri dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Tapi sekali lagi bahwa Google penerjemah tidak lain dan tidak bukan merupakan mesin.

Seorang penerjemah yang baik tetaplah jauh lebih baik dari Google penerjemah. Hal ini karena seorang penerjemah tersumpah atau seorang penerjemah profesional tentunya sudah mempunyai pengalaman menerjemahkan beragam topik dan subjek terjemahan. 

Menggunakan Google penerjemah tidak harus membayar kecuali biaya internet, sedangkan menggunakan jasa penerjemah profesional bisa menghabiskan uang ratusan ribu. Satu lembar hasil terjemahan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris, kalau yang diterjemahkan adalah sebuah dokumen resmi, harganya Rp 150.000 - Rp 200.000 per lembar.

Bila yang diterjemahkan sebuah abstrak penelitian, harganya Rp 50.000-Rp 80.000 per lembar, bergantung subjeknya. Biasanya dengan pertimbangan biaya tersebut, orang lebih memilih Google penerjemah dengan hasil yang belum tentu bagus.

Google Penerjemah Dahulu, Guru Bahasa Inggris Kemudian

Kalau penggunaan Google penerjemah tidak bisa dihindari, hal yang harus dilakukan adalah mencari bantuan orang yang paham Bahasa Inggris dan menanyakan pendapatnya tentang terjemahan yang telah dilakukan oleh Google penerjemah. Jangan ditelan mentah-mentah karena hasil terjemahan terkadang sangat buruk dan tidak berterima baik dalam kalimat Bahasa Inggris yang baik dan benar maupun pemaknaannya. Misalnya menerjemahkan sebuah puisi dalam Bahasa Indonesia berikut ini.

“Bawa aku ke haribaanmu. Dekap aku dengan kelembutan kapas sukmamu.”

Apa yang diberikan oleh Google penerjemah dalam mengartikan kalimat tersebut ke Bahasa Inggris? Inilah terjemahannya.

“Take me to haribaanmu. I'm with the softness of cotton with folded arms sukmamu”.

Kata-kata indah nan menawan itu terlihat kehilangan makna dan getarannya setelah diterjemahkan melalui fasilitas Google penerjemah. Tidak ada rasa sentuhan jiwa diterjemahan yang dilakukan oleh Google penerjemah. Bandingkan dengan apa yang dilakukan oleh seorang penerjemah yang berusaha memaknai puisi cinta tersebut.

“Take me to the bottom of your heart. Hold me with your soul.”

Terlihat sederhana tapi syarat makna dan mudah dipahami, baik oleh penutur Bahasa Inggris maupun penutur Bahasa Indonesia.

Bagaimanapun Google penerjemah cukup berjasa dan bisa dijadikan sarana awal kecintaan kepada Bahasa Inggris. Dengan berlalunya waktu dan semakin tumbuhnya kesadaran keterbatasan yang dimiliki oleh Google penerjemah, seorang pembelajar Bahasa Inggris yang baik akan terus belajar dan belajar hingga mampu menjadi seorang penerjemah yang baik.

Harus juga dipahami bahwa menerjemahkan adalah sebuah keterampilan yang harus selalu diasah. Tanpa latihan, sebuah terjemahan tidak akan menemukan makna tepat yang diinginkan. 

Google Penerjemah sebagai Pembanding

Untuk kalimat-kalimat sederhana yang dipakai dalam percakapan sehari-hari, Google penerjemah masih bisa diandalkan dan tata bahasa yang dipakainya pun masih bisa dipahami. Misalnya, “aku milikmu dan kamu milikku.” Google penerjemah memberikan kalimat berikut, “I’m yours dan you mine.”

Walau kalimat tersebut masih ada kekurangannya, artinya sudah bisa dipahami. Seharusnya terjemahan yang baik dan benar serta sesuai dengan kaidah tata bahasa dalam Bahasa Inggris, adalah “I’m yours and you’re mine.”

Bagaimana dalam menerjemahkan Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. Apakah Google penerjemah bisa diandalkan? Kalimat yang akan diterjemahkan oleh Google penerjemah adalah “Take me to the bottom of your heart. Hold me with your soul.” Apa yang diberikan oleh Google penerjemah adalah “membawaku ke dasar hati Anda. terus saya dengan jiwa Anda”.

Untuk tugas pertamanya ini, Google penerjemah gagal membuat terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tidak ada sentuhan perasaan apalagi sentuhan ruh keindahan dalam kalimat yang diberikan oleh Google penerjemah.

Bagaimana dengan kalimat berikut ini. “I have been living in Palembang since 2010. I love living here.” Terjemahan apa yang akan diberikan oleh Google penerjemah? “Saya telah tinggal di Palembang sejak 2010. Aku suka tinggal di sini.” Terjemahan Google penerjemah kali ini cukup baik walau ada ketidakkonsistenan dalam menggunakan kata saya dan aku.

Kesimpulannya adalah Google penerjemah bisa digunakan asalkan para penggunanya paling tidak memiliki latar belakang Bahasa Inggris walaupun tidak banyak. Hal ini akan membuat hasil terjemahan menjadi bermakna dan tidak terkesan amburadul dan menunjukkan kepolosan orang yang menggunakan Google penerjemah tersebut.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Funia Photo – Situs Edit Foto Online dari Photofunia
  • Buat Blog Gratis di Blogger.com
  • Daftar Widget Wordpress Terbaik
  • Belajar Membuat Website Secara Otodidak
  • Download PDF dan Konversi PDF ke Word
  • Sistem Pelatihan Alquran Online
  • Pajak Go Id - Melayani Pajak Cepat dan Akurat
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA