Menikmati Petualangan di Gunung Cikuray
Ilustrasi gunung cikuray
Indonesia adalah negeri seribu gunung, mungkin itu salah satu julukan yang pantas diberikan kepada negeri ini. Banyak pegunungan yang berjajar di sepanjang lempeng benua di Indonesia, bahkan beberapa gunung berapi aktif dapat Anda temukan di sini. Negeri ini juga memiliki beberapa puncak-puncak terindah yang bisa Anda jelajahi dan nikmati, salah satunya adalah gunung Cikuray.
Gunung ini mungkin tidak seterkenal gunung Bromo, gunung Semeru, Gunung Merapi, gunung Rinjani, atau Gunung Jayawijaya. Namun, pesona dari Cikuray tak kalah indahnya dengan beberapa gunung yang terkenal tadi.
Terletak di selatan kota Garut, Jawa Barat, Cikuray memiliki ketinggian 2.821 meter di atas permukaan laut. Gunung ini termasuk dalam kelompok pegunungan muda yang tidak aktif atau sudah tidak memproduksi magma. Jika dilihat dari kejahuan, Cikuray seperti sebuah kerucut raksasa yang tinggi menjulang.
Pesona Gunung Cikuray
Walaupun begitu indah, tidak banyak orang maupun wisatawan yang melakukan pendakian di gunung ini. Oleh karena itu, gunung ini masih sangat murni. Jejak-jejak pendakian pun tak jarang sudah hilang tertutup ilalang-ilalang baru maupun semak belukar.
Saat Anda ingin mendaki Cikuray, jalur pendakian yang biasa digunakan adalah melalui Cilawu. Dari sana, Anda akan melewati perkebunan Dayeuh Manggung. Di sini, pemandangan hijau perkebunan teh yang terhampar luas seperti permadani hijau yang menyejukkan mata Anda.
Untuk mencapai puncak Cikuray dibutuhkan waktu tempuh selama 8 sampai 12 jam. Karakter Cikuray yang menjulang, menyebabkan tidak banyak terdapat mata air di sana. Mata air dapat Anda jumpai di bawah sehingga Anda perlu mempersiapkan bekal air yang cukup sebelum memulai pendakian ke puncak Cikuray ini.
Mendaki Cikuray seperti menemukan petualangan sesungguhnya, tidak seperti beberapa gunung lain yang sering didaki sehingga memudahkan pendakian karena rute pendakian sudah terlihat jelas jejaknya. Hal tersebut berbeda ketika Anda mendaki Cikuray. Alam hutan yang begitu alami karena hampir tidak banyak orang yang tertarik untuk mendaki, menyebabkan ekosistem hutan di Cikuray masih begitu alami.
Mendaki gunung ini sambil menikmati eksotisme kemurnian hutan tropis dengan berbagai biota hutan liar dan berbagai jenis hewan di dalamnya yang begitu beraneka seperti burung, monyet, ayam hutan, beberapa spesies ular dan lain-lain, bisa Anda temukan. Dengan kondisi demikian, hasrat Anda berpetualang di alam bebas dapat tersalurkan.
Namun tetap harus berhati-hati dengan kondisi alam di sana, karena minimnya petunjuk rute pendakian, bahkan bisa tidak ada sama sekali. Anda harus ekstra waspada agar tidak tersesat dalam pendakian menuju puncak Cikuray.
Medan bagi Anda yang ingin membuka jalur baru pendakian menuju puncak Cikuray, begitu menantang. Sesampainya di atas, pemandangan alam yang begitu indah terpampang di hadapan Anda. Puncak gunung Cikuray nan luas dan lapang membuat mata Anda dapat menikmati pesona alam yang begitu tak terbatas. Apalagi jika Anda dapat mencapai puncak pada dini hari, pesona keindahan matahari terbit dari puncak Cikuray begitu luar biasa dan sayang dilewatkan.
Agar bisa sampai di Cikuray, Anda bisa mengunakan transportasi kendaraan umum dari Bandung menuju terminal kota Garut. Kemudian, dilanjut dengan angkutan kota Garut – Cilawu dan turun di daerah perkebunan Dayeuh Manggung. Dari sini Anda berjalan sekitar 10 km sebelum memulai pendakian.
Mendaki Cikuray via Dayeuh Manggung
Salah satu jalur yang lazim digunakan oleh para pecinta alam dalam mendaki Cikuray adalah melalui desa Dayeuh Manggung. Desa ini terletak di kecamatan Cilawu, Garut. Untuk mencapai desa ini, Anda bisa menaiki angkot jurusan Garut - Cilawu dari terminal bus Guntur Garut. Turunlah di Patrol. Karena ada 2 daerah bernama Patrol, sebaiknya sampaikan pada supir angkot bahwa Anda menuju ke kebun teh Dayeuh Manggung.
Dari Patrol, Anda harus menuju ke pemancar relay TV. Untuk itu, Anda harus menaiki ojek motor yang ada. Dalam waktu 40 menit Anda akan tiba di pemancar. Jika ingin berjalan kaki dari Patrol ke pemancar, bisa saja Anda lakukan. Akan tetapi perjalanan yang seharusnya 40 menit akan merenggang menjadi 2 - 3 jam.
Stasiun relay yang Anda lewati adalah stasiun relay MnC TV, TVRI, SCTV, dan RCTI. Tidak sedikit pendaki yang transit dan bermalam di area ini. Mereka mendirikan tenda di luar stasiun dan meminta air bersih pada petugas stasiun relay untuk memenuhi kebutuhan minum dan sebagainya. Stasiun relay berada pada ketinggian 1.460 di atas permukaan laut.
Dari stasiun relay, Anda bisa mulai mendaki. Jalur berupa jalan setapak yang diapit perkebunan teh. Dari sana Anda akan tiba di sebuah bukit ilalang. dari bukit ilalang, tapaki punggungan sampai Anda masuk ke dalam hutan. Medan hutan tersebut menanjak, dan semakin atas hutannya semakin rapat. Pastikan Anda membawa persediaan air karena di sini tidak ada sumber air. Anda tak akan menemukan sumber air dari sini sampai ke puncak gunung.
Pada ketinggian 2.037 meter di atas permukaan laut, Anda akan menemukan area yang bisa dipakai bermalam. Namun camp area ini cukup sempit, hanya memuat dua buah tenda. Dari sini, Anda bisa terus mendaki jalan setapak yang menanjak curam di tengah hutan yang rapat. Pastikan Anda waspada agar tidak tersasar ke dalam hutan.
Selanjutnya pada ketinggian 2.271 meter di atas permukaan laut, terdapat camp area lainnya. Area ini sedikit lebih luas dari yang sebelumnya, yakni bisa memuat 3 buah tenda. Jalur pendakian dari sini tetap curam dan dirapati pepohonan.
Setelah berjalan 268 meter, Anda akan menemukan camp area terakhir sebelum sampai ke puncak. Ini merupakan area luas dan terbuka, sehingga 4 - 5 buah tenda bisa didirikan di sini. Dari sini, Anda tinggal mendaki sekitar 274 meter lagi untuk sampai ke puncak. Di puncak gunung Cikuray terdapat menara dan shelter pendakian yang tidak memiliki pintu.
Di puncak, pemandangan yang bisa disaksikan sangatlah indah. Anda bisa melihat panorama kota Garut, Gunung Satria, kebun teh Dayeuh Manggung, Gunung Papandayan, dan sebagainya. Anda bisa bermalam di puncak karena terdapat area luas dan terbuka.
Tips Mendaki Gunung Cikuray
Melihat karakteristik medan gunung ini, dibutuhkan beberapa kiat agar mendaki gunung menjadi menyenangkan dan aman. Inilah beberapa tips mendaki Cikuray:
-
Bawa air minimal 2 liter (2 botol besar air mineral) masing-masing orang. Persediaan air yang banyak dibutuhkan mengingat ketika memasuki hutan sampai ke puncak (dengan jarak 1.361 meter) tidak ada sumber air. Gunakanlah air dengan bijaksana.
-
Pastikan perbekalan Anda memadai, mulai dari bahan makanan sampai peralatan berkemah. Bawalah kompas dan ketahui koordinat setiap wilayah penting selama pendakian agar Anda dan kawan-kawan tidak tersesat.
-
Karena jalur pendakian gunung ini sangat rapat dengan hutan dan penuh tanjakan curam, pastikan kondisi badan Anda benar-benar sehat saat mendaki. Atur ritme pendakian agar tak mudah lelah. Istirahat jika kelelahan dan konsumsi makanan sumber energi. Jangan sampai Anda kelelahan di tengah hutan, karena akan sulit membangun tenda dan dapat membuyarkan konsentrasi Anda untuk tidak tersasar.
-
Yakinlah dengan diri Anda dan kawan-kawan Anda. Jangan mudah percaya dengan apa yang pendaki lain katakan, karena bisa jadi mereka melebih-lebihkan atau memberi informasi yang salah.
-
Dari Patrol ke stasiun relay, tidak selalu ada ojek motor. Oleh karena itu usahakanlah menyewa mobil pick up. Jika memungkinkan, jangan menyewa angkot untuk sampai ke sana, karena angkot biasanya tak kuat mendaki sehingga hanya akan bisa mengantar Anda setengah perjalanan; dan Anda harus berjalan dari situ ke stasiun relay.
Itulah informasi seputar pendakian gunung Cikuray. Selamat mendaki!

