Dahsyatnya Gunung Indonesia
Indonesia dikenal memiliki banyak gunung. Gunung Indonesia masih banyak yang masih aktif. Berikut ini adalah empat dari sekian banyak gunung yang terdapat di Indonesia. Semuanya merupakan gunung berapi.
1. Gunung Bromo
Merupakan gunung yang disucikan oleh penduduk setempat atau Suku Tengger. Memiliki ketinggian 2392 meter di atas permukaan laut. Terdapat kawah dengan diameter sekitar 800 meter dari utara ke selatan dan 600 meter dari timur ke barat.
Terbentang meliputi empat wilayah, yaitu Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang. Menjadi salah satu tujuan objek wisata paling terkenal di Provinsi Jawa Timur. Pertama kali meletus pada 1767 dan yang terakhir pada 2004. Letusan terdahsyat terjadi pada 1974.
2. Gunung Agung
Terletak di Pulau Bali, tepatnya Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Merupakan jenis gunung berapi stratovolkano dengan kawah yang besar dan dalam. Sesekali memuntahkan asap dan uap air.
Puncak gunung berbentuk memanjang. Walaupun, jika dilihat dari kejauhan tampak seperti kerucut. Gunung ini memiliki ketinggian 3.142 meter di atas permukaan laut.
3. Gunung Galunggung
Terkenal dengan letusannya yang dahsyat dan merenggut banyak nyawa. Letusan pada 1882 menewaskan 4011 orang dan menghancurkan 114 desa. Tanda-tanda akan meletus sudah terlihat sekitar 1822 di mana air menjadi berlumpur dan juga panas.
Letusan terjadi selama empat hari, sejak 8 Oktober. Dari gunung setinggi 2.167 menyemburkan pasir panas. Lalu, di pertengahan bulan melelehlah lahar panas mengikuti aliran sungai ke arah tenggara. Kerusakan ditimbulkan hingga jarak 40 kilo dari puncak gunung.
Gunung ini kembali memperlihatkan keganasannya masih di bulan Oktober 1894 dan lahar juga keluar di akhir bulan. Sekitar 50 desa hancur karena tertimpa hujan abu. Letusan lain terjadi pada 1918 dan kali ini ditandai gempa bumi.
Galunggung memuntahkan setebal 5 mm di sekitar kawah dan lereng selatan. Sebuah kubah lava pun terbentuk di dalam danau kawah. Penduduk menamakannya Gunung Jadi. Pada 1982, letusan disertai suara dentuman, pijaran api, dan halilintar. Peristiwa alam ini berlangsung selama sembilan bulan.
4. Gunung Merapi
Memiliki ketinggian 2.968 m. Tercatat telah meletus sebanyak 68 kali. Namun, diperkirakan sejak 400 ribu tahun lalu sudah berkali-kali meletus dengan sifat letusan efusif, lalu menjadi eksplosif di mana kubah-kubah lava terbentu dari lava.
Letusan-letusan kecil maupun besar terjadi dan yang terdahsyat pada 1006, 1786, 1872, dan pada 1930 tercatat merenggut nyawa 1400 penduduk dan merusak 13 desa. Pada 1994, Merapi menunjukkan aktivitasnya dengan mengembuskan awan panas dan lagi-lagi memakan puluhan korban jiwa.
Pada 2006, Merapi kembali menggeliat dengan beberapa kali gempa serta keluarnya awan panas mencapai jarak 5 kilometer hingga menghanguskan beberapa bagian hutan dan rumah penduduk di sekitarnya.
| Beri rating untuk artikel di atas |








