Mendaki Puncak Tertinggi Malaysia, Gunung Kinabalu
Ilustrasi gunung kinabalu
Malaysia ternyata memiliki gunung tertinggi di antara bentangan Himalaya dan Jayawijaya. Gunung tersebut bernama Kinabalu, dengan puncak yang bisa didaki, Low’s Peak, yang berketinggian 4.095,2 meter di atas permukaan laut.
Selain Low’s Peak, Gunung Kinabalu masih memiliki empat puncak lagi, yaitu South Peak (3.921 m), Oyayubi Peak (3.975 m), St. John Peak (4.090 m), dan Victoria Park (4.095 m). Namun, dari kelima puncak tersebut hanya Low’s Peak yang biasa didaki.
Gunung Kinabalu berada di Sabah, Malaysia Timur. Kawasan Gunung Kinabalu, yang dinamakan Kinabalu National Park, oleh UNESCO ditetapkan sebagai 'situs warisan dunia'.
Pembentukan Gunung Kinabalu
Gunung Kinabalu terbentuk 15 juta tahun lalu sebagai hasil intrusi granit dari batuan meleleh (pluton atau lava) yang mengeras. Satu juta tahun lalu, gerakan-gerakan tektonik membuat pluton itu terdesak ke atas dan membentuk badan gunung.
Sampai saat ini proses pembentukan badan Gunung Kinabalu masih berlangsung. Gunung tertinggi di Malaysia tersebut masih tumbuh meninggi 0,5 cm setiap tahunnya.
Pada zaman Pleistosen (antara 1.808.000 hingga 11.500 tahun yang lalu) es menutupi puncak gunung, menggesek, melicinkan dataran tinggi granit, dan hanya meninggalkan puncak bergerigi di atas lapisan es.
Kemudian, lapisan es mencair sejak sepuluh ribu tahun lalu. Sejak saat itu, cuaca dan hujan mengerosi tebing-tebing Gunung Kinabalu. Lalu, terbentuklah puncak-puncak yang seakan diukir serta jurang menganga yang menakjubkan.
Rute Pendakian
Sesuai peraturan mengenai taman nasional, pendaki Gunung Kinabalu harus didampingi pemandu. Ada dua titik awal pendakian, yakni Timpohon Gate (letaknya 5,5 km dari Kantor Kinabalu Park, pada ketinggian 1.886 m) dan Mesilau Nature Resort.
Letak Mesilau Nature Resort sedikit lebih tinggi, tetapi melewati sebuah punggung bukit sehingga menambah jarak tempuh sekitar dua kilometer. Rute Timpohon Gate dan Mesialu Nature Resort bertemu sekitar dua kilometer sebelum Laban Rata.
Akomodasi tersedia di dalam kawasan taman nasional maupun di dekat Kantor Kinabalu Park. Dari sini pendaki menuju Timpohon Gate, yang berada di ketinggian 1.866 m, baik dengan berjalan kaki ataupun naik minibus. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Laban Rata Resthouse, yang berada di ketinggian 3.270 m.
Biasanya, pendaki menyelesaikan bagian pendakian dari Timpohon Gate ke Laban Rata dalam waktu 3 hingga 6 jam. Karena tidak ada jalan, bahan baku dan bahan bakar untuk Laban Rata Resthouse harus dibawa oleh porter, yang mampu membawa 30 kilogram barang di punggung. Makanan dan minuman panas, shower air panas, dan ruangan berpenghangat tersedia di Laban Rata.
Laban Rata menuju Low’s Peak berjarak 2 kilometer. Waktu tempuhnya antara 2 hingga 4 jam. Rute terakhir ini berupa gugusan granit. Di sini sudah tidak ada tumbuhan sehingga tidak ada pelindung dari terpaan angin.
Dari kaki bukit batu granit, jalur pendakian ke puncak Kinabalu diamankan dengan tali. Pendaki yang akan naik maupun turun harus melewati tali tersebut. Karena banyaknya pendaki, pada beberapa bagian sering terjadi antrean untuk menggunakan tali.

