Terbius Keheningan Sakral di Gunung Lokon
Ilustrasi gunung lokon
Berdiri di ketinggian 1.689 meter di atas permukaan laut, dibelai angin malam yang dingin membius sambil menatap kota Tomohon yang mulai terlelap, dan keheningan alam membuka pintu perenungan sakral dan religius. Inilah puncak Gunung Lokon, salah satu gunung berapi Nusantara yang masih aktif dan menjadi salah satu objek wisata petualangan di Provinsi Sulawesi Utara.
Bersama dua gunung yang lain, yakni Mahawu dan Masarang, Gunung Lokon seperti penjaga bagi “Kota Bunga” Tomohon yang terkenal sebagai kota penghasil aneka ragam flora hias. Berada di puncaknya pada malam hari yang dingin, kita seperti terbius keheningan yang sakral dan melankolis.
Penyuplai Pupuk
Melihat Gunung Lokon berdiri tenang menjaga kota yang tertidur lelap di bawahnya, siapa menyangka bahwa gunung ini sanggup memuntahkan kengerian bencana dari dalam perutnya?
Ya, Gunung Lokon pernah beberapa kali meletus yang diiringi dengan korban jiwa. Gunung berapi aktif ini diperkirakan memiliki siklus sepuluh tahunan. Ledakannya pada Oktober 1991 menimbulkan kerugian material mencapai Rp 1.000.000.000,-.
Saat itu, ribuan kubik batu digelontorkan bersama debu setebal 15-20 cm. Sementara itu, ledakan pada 2001 mengirimkan hujan debu hingga radius lebih dari 25 km.
Saat meledak, gunung yang biasanya berhawa sejuk ini berubah membara. Lava pijar yang dimuntahkan ke udara bisa mencapai ketinggian 400 meter. Lalu, tiupan angin menyebabkan asapnya menyebar, menaburi tanah-tanah di bawahnya seperti pupuk. Oleh sebab itu, tidak salah jika dikatakan bahwa Gunung Lokon adalah penyuplai pupuk bagi tanah Tomohon yang terhampar di bawahnya sehingga lahan pertaniannya subur.
Pesona Wisata
Dari kota Manado, perlu dua jam perjalanan darat untuk mencapai Gunung Lokon. Begitu tiba di kakinya, para pendaki biasanya mengikuti alur aliran lava dingin yang memanjang berkelok dari puncak hingga ke danau kawah yang terletak sekitar 600 meter dari puncak. Diperkirakan, danau kawah itu memiliki kedalaman 60 meter.
Jika Anda memutuskan mendaki gunung yang terletak di kordinat 1.358°N 124.792°E ini, jangan lupa menghubungi pos pengamanan Gunung Lokon di Kakaskasen III. Hal ini untuk mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Berdasarkan pengalaman, waktu yang tepat untuk memulai mendaki adalah sekitar jam tujuh pagi dari Kakaskasen, Tomohon. Saat itu, udara masih sejuk dan Anda bisa menghemat tenaga.
Pastikan Anda menikmati keindahan panorama alam Tomohon yang asri dari ketinggian sejauh mata memandang. Di samping itu, sebagai tambahan wisata, Anda pun bisa mengunjungi air terjun di Kelurahan Tara Tara Satu, saluran air sistem irigasi peninggalan Belanda, dan aneka tanaman hias yang sangat menarik.

