Gunung Maar: Cekungan Corong di Atas Gunung Berapi
Ilustrasi gunung maar
Indonesia merupakan salah satu negara yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Pasific Ring Road), kawasan tersebut tampak seperti tapal kuda dan akan menyebabkan negara yang berada di atasnya menjadi daerah yang rawan gempa dan memiliki banyak gunung berapi. Selain Indonesia, salah satu negara yang juga berada di kawasan Pasific Ring Road adalah Jepang, akibatnya negara tersebut sering mengalami gempa.
Gunung berapi yang ada di Indonesia memiliki beberapa jenis, yaitu gunung strato atau kerucut, gunung maar, dan gunung perisai. Gunung berapi atau gunung api adalah sebutan untuk gunung yang mengandung saluran fluida panas.
Fluida sendiri merupakan kumpulan benda-benda seperti cairan, gas, plasma, dan benda padat plastik. Saluran fluida yang terdapat pada permukaan bumi tersebut memanjang hingga permukaan bumi dengan panjang saluran kurang lebih 10 km.
Gunung berapi ternyata tidak selamanya aktif, dia bisa beristirahat atau bahkan mati. Namun, gunung berapi ternyata bisa ‘bangkit’ kembali, walaupun kebangkitannya tersebut memerlukan waktu yang sangat lama, bahkan bisa mencapai ratusan tahun. Bila gunung berapi tersebut meletus, maka cairan api (magma) yang terkandung dalam gunung tersebut dimuntahkan dan dikeluarkan dalam bentuk lahar atau lava.
Tipe gunung berapai strato atau kerucut, merupakan tipe gunung berapi yang paling banyak dimiliki oleh bumi. Salah satu contoh gunung berapi tipe strato di Indonesia adalah Gunung Merapi. Letusan yang dihasilkan oleh tipe gunung seperti ini terbilang kecil, dibandingkan dengan tipe gunung berapi jenis lain seperti, gunung maar.
Gunung Maar
Menurut Schieferdecker, maar adalah cekungan di atas gunung yang berisi air dengan diameter 2 km. Tipe gunung seperti ini terbentuk akibat adanya letusan yang sangat besar sehingga membentuk sebuah lubang sangat besar yang berada di puncak gunung. Lubang besar akibat letusan yang juga besar tersebut membentuk kubangan seperti kawah dan danau kering.
Gunung maar biasa juga disebut gunung api corong, karena bila dilihat dari kejauhan cekungan akibat letusan besar tersebut terlihat seperti corong. Gunung maar mengalami erupsi hanya sekali. Dasar atau alas dari cekungan tersebut merupakan dataran kedap air, sehingga bila terjadi hujan, cekungan tersebut akan membentuk sebuah kubangan seperti danau.
Bila dilihat dari luar angkasa oleh satelit pengamat, jenis gunung maar yang teridentifikasi, jumlahnya ada dua belas gunung. Tiga di antaranya terdapat di Semenanjung Muria. Daerah ini terletak di bagian timur laut Semarang dan mempunyai tiga kabupaten, Kabupaten Jepara, kabupaten Pati, dan Kabupaten Kudus.
Tempat terdapatnya gunung maar tersebut masing-masing menggunakan kata ‘maar’ di depannya. Antara lain, Maar Bambang, Maar Gunungrowo, dan Maar Gembong. Bentang alam yang terdapat di sekitaran gunung maar berbentuk seperti lingkaran cekungan yang dikelilingi oleh bukit-bukit landai.

