Gunung Slamat dan Pesona Keindahannya
Ilustrasi gunung slamat
Gunung Slamet atau Gunung Slamat adalah gunung yang berada di kabupaten Purbalingga, Brebes dan Banjarnegara. Tepatnya di sebelah Barat Kota Purbalingga dan sebelah Utara Kota Purwokerto.
Ketinggian gunung Slamet ini mencapai 3.432 m di atas permukaan laun dan termasuk gunung berapi tertinggi di Jawa dengan memiliki 4 buah kawah aktif yang terletak di puncaknya (K1, K2, K3 dan K4) bertipe strato. Posisi geografisnya berada pada koordinat 7°14,30' LS dan 109°12,30' BT.
Daerah Gunung Slamet mulai dari puncak hingga kakinya dibagi ke dalam 5 wilayah kabupaten. Sektor barat - barat laut termasuk wilayah Kabupaten Brebes, sektor utara termasuk wilayah Kabupaten Tegal, sektor timur laut - tenggara termasuk wilayah Kabupaten Purbalingga dan sektor selatan - barat daya termasuk wilayah Kabupaten Banyumas.
Gunung slamet merupakan gunung api yang pernah mengalami beberapa kali letusan. Letusan besar terakhir terjadi pada 13 juli 1988, yang menimbulkan lidah api dan semburan lava pijar setinggi 300 meter.
Sebagian masyarakat Jawa percaya bahwa Gunung Slamet merupakan pusat dari Pulau Jawa. Mereka juga menyebut gunung ini dengan nama Gunung Lanang (laki-laki). Bahkan, mereka juga mempercayai bahwa gunung ini merupakan gunung yang angker, yang banyak didiami oleh makhluk halus.
Vegetasi
Gunung ini memiliki kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan gunung.
Jalur Pendakian
Untuk mencapai puncak Gunung Slamet, kita bisa melalui beberapa jalur: dari Utara via Gambuhan-Jurangmangu, dari Selatan via Baturaden-Gunung Malang, dan Timur via Bobotsari - Bambangan.
Pada 1853, Junghuhn mendaki puncak Gunung Slamet melalui kampung Priatin, sebelah timur Kutabawa. pada 1923, Taverne mendaki puncaknya juga dari arah timur. Pada 1961, Matahelumual dan pada 1970 Siswowidjojo mendaki puncaknya dari kampung Bambangan.
Jalur yang paling dekat dan lebih aman, adalah dari Bambangan dan Jurangmangu, yang merupakan jalur yang dianjurkan, sedangkan jalur Baturaden sebaiknya dihindari karena banyak ditumbuhi rumput-rumput liar dan medannya terjal serta berbahaya.
Dari puncak dapat terlihat gunung-gunung lainnya di Jawa Tengah seperti Gunung Sumbing dan Sindoro. Biasanya para pendaki, selain mendaki gunung Slamet mereka juga mendaki gunung Sumbing dan Sindoro dan biasa disingkat Triple S (Sindoro, Sumbing, Slamet), karena letak ketiga gunung yang berdekatan.
Pemantauan Aktivitas Vulkanik
Kegiatan Gunung Slamet, baik secara visual maupun kegempaan, dipantau secara terus-menerus dari Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kabupaten Pemalang.
Kegiatan kegempaan Gunung Slamet, dipantau dengan menggunakan seismograf (model MEQ-800) satu komponen, yang dioperasikan secara sistem radio telemetri (RTS).

