logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Ilmu Biologi

Serba-Serbi Gurita


Ilustrasi gurita

           Daftar Isi
  1. Bentuk Fisik Gurita
  2. Pertahanan Diri Gurita
  3. Kecerdasan Gurita
  4. Reproduksi Gurita
  5. Cara Bergerak Gurita
  6. Manfaat Gurita
    • Sebagai Bahan Makanan
    • Sebagai Hewan Peliharaan

Gurita termasuk hewan invertebrata. Hewan ini pun merupakan golongan hewan Moluska yang hidup di air.

Dalam klasifikasi hewan, Gurita termasuk kelas Cephalopoda (kaki hewan terletak di kepala) dan ordo Octopoda. Habitat utama Gurita adalah terumbu karang yang ada di lautan luas.

Spesies hewan ini terdiri atas sekitar 289 spesies. Spesies Gurita ini mencakup sepertiga dari total spesies kelas Cephalopoda. Dalam bahasa Inggris, Gurita disebut Octopus. Sementara, dalam bahasa Yunani, Octopus memiliki arti sebagai hewan berkaki delapan. Sebutan itu hanya mengacu pada hewan dari genus Octopus.

Hewan gurita sempat menjadi pembicaraan masyarakat dunia pada perayaan Piala Dunia yang digelar pada 2010 lalu. Anda tentu masih ingat Paul bukan? Ya, Paul adalah hewan gurita yang ramalannya selalu tepat saat pagelaran sepakbola terbesar di dunia itu.

Ketepatan ramalan gurita Paul bahkan mampu memengaruhi semangat juang dari tim-tim sepakbola yang ikut bertanding. Jika mau dijelaskan secara ilmiah, gurita konon merupakan hewan invertebrata dengan kecerdasan di atas hewan invertebrata lainnya.

Bentuk Fisik Gurita

Pertahanan Diri Gurita

Untuk mempertahankan diri dari serangan lawannya, Gurita memiliki tiga cara atau mekanisme untuk mempertahankan diri. Cara mempertahankan diri Gurita, yaitu dengan cara menggunakan kantong tinta, kamuflase, dan memutuskan lengan.

Mayoritas Gurita memiliki warna abu-abu pucat atau putih, tapi warna kulit dapat diubah sesuai dengan warna dan pola lingkungan sekitar. Hal ini dilakukan untuk melakukan kamuflase (penyamaran) dari hewan pemangsa atau musuh.

Pada kulit Gurita, terdapat kromatofora berupa lapisan kantong-kantong pewarna yang lentur dan dapat berubah warna. Pada beberapa jenis Gurita, cara mempertahankan dirinya berupa memutuskan lengannya sendiri (ototomi).

Hal ini mirip dengan cara Cicak atau Kadal untuk menghindari musuhnya. Lengan Gurita yang sedang merangkak pun memiliki fungsi untuk mengalihkan perhatian pemangsa.  

Gurita memiliki 8 lengan (bukan tentakel). Di lengan tersebut, terdapat alat penghisap berbentuk bulatan-bulatan cekung yang digunakan untuk bergerak di dasar laut.

Selain itu, bulatan-bulatan tersebut berfungsi untuk menangkap mangsa. Susunan lengan Gurita terdiri atas struktur hidrostat muskuler.

Struktur tersebut hampir seluruhnya terdiri atas lapisan otot tanpa tulang atau tulang rangka luar. Tidak seperti hewan Cephalopoda lainnya, sebagian besar Gurita dari subordo Incirrata memiliki tubuh yang terdiri atas otot dan tanpa tulang rangka dalam.

Gurita tidak mempunyai cangkang sebagai pelindung di bagian luar seperti Nautilus. Selain itu, Gurita pun tidak memiliki cangkang dalam atau tulang seperti Sotong dan Cumi-cumi.

Gurita memiliki mulut yang berbentuk paruh. Bagian paruh ini merupakan bagian terkeras dari tubuh Gurita. Paruh pada Gurita digunakan sebagai rahang untuk membunuh dan menggigit mangsa menjadi bagian-bagian kecil.

Gurita memiliki tubuh yang sangat fleksibel. Hal itu memungkinkan Gurita untuk menyelipkan diri pada celah bebatuan yang sangat sempit di dasar laut, terutama saat melarikan diri dari ikan pemangsa seperti Belut laut Moray.

Selain itu, Gurita pun memiliki dua buah sirip dan cangkang dalam. Masa hidup Gurita relatif singkat dan beberapa spesies Gurita hanya hidup selama 6 bulan.

Spesies Gurita terbesar adalah Gurita raksasa Pasifik Utara. Berat Gurita jenis ini dapat mencapai 40 kilogram, bisa bertahan hidup sampai 5 tahun di bawah kondisi lingkungan yang sesuai.

Hal unik yang dimiliki Gurita adalah Gurita jantan hanya dapat bertahan hidup beberapa bulan setelah kawin dan Gurita betina akan mati tidak lama setelah bertelur. Jadi, reproduksi merupakan salah satu sebab kematian Gurita. Kematian ini disebabkan kelalaian Gurita untuk makan selama sekitar satu bulan saat menjaga telur-telur yang belum menetas.

Gurita memiliki tiga buah jantung yang terdiri atas dua buah jantung untuk memompa darah menuju dua buah insang dan sebuah jantung untuk memompa darah menuju seluruh bagian tubuh. Darah Gurita mengandung protein Hemosianin yang kaya dengan tembaga untuk mengangkut oksigen. Gurita bernapas dengan menyedot air ke dalam rongga mantel melalui kedua buah insang, lalu disemburkan keluar melalui tabung Siphon. Hewan ini memiliki insang dengan pembagian yang sangat halus. Insang ini berasal dari pertumbuhan tubuh bagian luar atau bagian dalam yang mengalami vaskulerisasi.

Kecerdasan Gurita

Para ahli biologi mengatakan bahwa Gurita merupakan hewan paling cerdas di antara semua hewan invertebrata.

Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya perdebatan mengenai kecerdasan Gurita di kalangan ahli biologi.

Dalam sebuah percobaan di dalam maze, Gurita berhasil menemukan jalan dan memecahkan masalah. Dari percobaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Gurita memiliki ingatan jangka pendek dan jangka panjang.

Akan tetapi, masa hidup Gurita yang relatif singkat membuat penelitian untuk mengungkap pengetahuan mengenai Gurita menjadi terbatas.

Sebuah percobaan lainnya menunjukkan bahwa Gurita mudah diajarkan untuk membedakan berbagai bentuk dan pola. Selain itu, Gurita pun pernah ditemukan sedang melakukan sebuah gerakan seperti sedang bermain-main. Dalam gerakan tersebut, Gurita mencoba melepaskan botol dan mainan di tengah-tengah arus air melingkar di dalam akuarium lalu berusaha menangkapnya.

Reproduksi Gurita

Gurita jantan bereproduksi dengan cara meletakkan kantong spermatofora ke dalam rongga mantel Gurita betina. Reproduksi ini dilakukan dengan menggunakan lengan istimewa yang disebut hectocotylus. Lengan yang menjadi hectocotylus adalahlengan ketiga. Setelah terjadi pembuahan, Gurita betina dapat menghasilkan telur hingga mencapai 200.000 butir. Jumlah telur Gurita bergantung pada masing-masing spesies Gurita.

Cara Bergerak Gurita

Pergerakan gurita akan sangat cepat jika sedang lapar atau sedang dalam bahaya.

Pergerakan Gurita dilakukan dengan cara merangkak atau berenang. Jika ingin bergerak perlahan, Gurita hanya perlu merangkak diselingi sedikit berenang.

Sementara jika ingin bergerak cepat, Gurita harus berenang. Pergerakan Gurita akan sangat cepat jika sedang lapar atau sedang dalam keadaan bahaya.

Gurita merangkak dengan menggunakan lengan yang dimilikinya. Gurita pun sering menggerakkan beberapa lengan secara bersamaan saat bergerak pada permukaan yang padat, sambil sekaligus menyangga bagian badan. Gurita berenang dengan semburan air seperti mesin jet. Semburan air itu berasal dari hasil kontraksi bagian mantel, sedangkan arah semburan air diatur dengan menggunakan tabung Siphon.

Manfaat Gurita

Gurita sering ditangkap untuk dikonsumsi sebagai bahan makanan. Selain itu, Gurita pun sering dipelihara di akuarium sebagai hewan yang dipertontonkan atau dipelihara sebagai hewan peliharaan. Nah, berikut ini manfaat Gurita.

1. Gurita Sebagai Bahan Makanan

Gurita sering juga dijadikan bahan makanan laut oleh penduduk sejumlah negara di dunia. Bagian lengan dan berbagai bagian tubuh Gurita dapat menjadi berbagai macam variasi makanan. Makanan laut (seafood) Gurita merupakan makanan yang sering dikonsumsi penduduk di negara-negara seperti Meksiko dan Jepang. Khusus di Jepang, Gurita merupakan bahan utama berbagai makanan Jepang, seperti Sushi, Tempura, Takoyaki, dan Akashiyaki.

2. Gurita Sebagai Hewan Peliharaan

Selain sering dikonsumsi, Gurita pun sering dijadikan hewan peliharaan. Biasanya, Gurita dipelihara oleh suatu wahana yang melindungi dan memelihara hewan laut, misalnya wahana Seaworld. Di Seaworld, Gurita menjadi bahan tontonan pengunjung. Selain itu, pemeliharaan Gurita pun dilakukan untuk menjaga kelangsungan hidup Gurita dari kepunahan.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Tahap-Tahap Gametogenesis pada Tumbuhan
  • Interaksi Mahluk Hidup pada Ekosistem Sawah
  • Kultur Jaringan, Cara Memperbanyak Tanaman
  • Penyakit Pada Sistem Pernapasan Manusia
  • Kinerja dan Fungsi Otot Sinergis dalam Tubuh Manusia
  • Pengetahuan Tentang Genetika
  • Bakteri Pembusuk yang Membahayakan Kesehatan
  • Sistem Pernafasan Manusia yang Menakjubkan
  • Enzim Pankreas
  • Ekosistem Dan Kemajuan Global
  • Mengenal Sifat dan Fungsi Enzim Katalase
  • Mengenal Sistem Peredaran Darah Mahkluk Hidup - ANNEAHIRA.COM
  • Spermatophyta: Tumbuhan Biji
  • Jenis-Jenis Bakteri Penyebab Penyakit
  • Indahnya Proses Metamorfosis Kupu-kupu
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA