logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Bahasa    Guru Bahasa

Guru Bahasa

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Menjadi seorang guru bahasa memang kelihatan mudah, siapa pun bisa menjalani profesi tersebut. Profesi yang biasanya dianggap sebagai pekerjaan sampingan atau permananen, saat ini banyak diminati oleh para mahasiswa semester akhir. Selain bisa mengembangkan ilmu pengetahuan yang telah didapatkan dibangku kuliah, dengan menjadi guru, mahasiswa juga bisa memperoleh pendapatan tambahan. 

Dengan waktu yang fleksibel, profesi sebagai guru bahasa juga bisa dilakukan oleh siapa saja yang tentunya memiliki kemampuan. Saat ini, banyak sekali orang yang menekuni profesi tersebut, baik secara perorangan ataupun tergabung dalam lembaga bimbingan belajar tertentu.

Meski demikian, tidak semua orang bisa menjadi guru bahasa. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi seorang guru yang baik. Jika Anda tertarik untuk menekuni dunia belajar mengajar, ada baiknya memperhatikan beberapa hal di bawah ini:

  • Pilih bidang studi yang kita kuasai terutama yang sesuai dengan latar belakang pendidikan.
  • Bergabunglah dengan lembaga bimbingan belajar yang dapat dipercaya dan terbukti bisa bekerja sama dengan Anda secara jujur dan profesional.
  • Disiplin dan selalu datang tepat waktu karena setiap orang itu mempunyai kepentingan sendiri-sendiri.
  • Pakailah pakaian yang rapi, sopan, dan sesuai dengan budaya Indonesia.
  • Selalu bersikap ramah kepada setiap orang.
  • Perkenalkan diri kita kepada keluarga siswa didik kita.
  • Perlakukan siswa seperti kita memperlakukan adik kita sendiri. 
  • Lakukan pendekatan personal di awal-awal kita mulai berkenalan dengan siswa agar suasana menjadi relaks dan nyaman. Mulailah bertanya tentang riwayat murid. 
  • Mengajar dengan tenang dan santai, tapi tetap menjaga kualitas. 
  • Jangan terlalu mendikte siswa, kenali kebutuhan siswa didik kita. Perlakukan siswa sebagai mitra belajar.
  • Selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik. 

Bekal yang Harus Dimiliki Seorang Guru yang Baik

Seorang guru ketika berada di dalam kelas diibaratkan sebagai seorang pedagang yang sedang menjual barang dagangannya. Calon pembelinya adalah siswa-siswinya. Barang dagangannya adalah ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Layaknya seorang pedagang yang akan melakukan promosi agar barang dagangannya laku terjual, guru pun juga demikian.

Guru akan melalukan apa saja untuk membuat para muridnya tertarik pada materi yang diajarkan. Barang dagangan guru tersebut bisa dilihat dari hasil review akhir yang biasanya diletakkan di akhir mata pelajaran. Pada proses review ini, seorang guru biasanya akan menanyakan kembali materi yang telah disampaikan dan memastikan bahwa semua materi telah disampaikan dan dipahami murid-muridnya.

Pada proses review tersebut, seluruh siswa dapat menjawab pertanyaan dengan baik, maka secara tidak langsung hal itu telah menunjukkan bahwa guru tersebut telah sukses berdagang, dan barang dagangnya yaitu ilmunya yang telah laku terjual. Tetapi, jika masih ada beberapa atau bahkan hampir seluruh siswa ada yang belum paham materi yang disampaikan, maka hal ini secara tidak langsung telah menunjukkan bahwa guru tersebut kurang berhasil dalam berdagang.

Jika hal ini terjadi, yang harus dilakukan adalah mengevaluasi kembali cara berdagangnya, yaitu dengan menanyakan banyak hal pada dirinya sendiri. Pertanyaan yang biasa diajukan dalam proses intropeksi diri ini biasanya berkutat pada empat hal, yaitu apakah calon pembelinya punya cukup uang untuk membeli barang dagangan atau tidak, atau dengan kata lain harga barang dagangnya terlalu mahal atau tidak, yang kedua yaitu, apakah dagangannya telah dikemas dalam wadah yang menarik atau tidak, yang ketiga apakah barang dagangannya telah bervariasai atau monoton, dan yang terakhir apakah barang dagangnya sudah cukup berkualitas atau tidak.

Pertanyaan pertama tentang kemampuan pembeli disebutkan di atas sebenarnya untuk menanyakan apakah kemampuan murid-muridnya telah cukup untuk menangkap isi materi atau tidak. Yang dimaksudkan dengan harga mahal di sini adalah materi yang diajarkan apakah terlalu sulit atau terlalu tinggi bagi murid-muridnya atau tidak.

Menjadi Guru Bahasa yang Baik Tidak Sekadar Berteori

Banyak syarat untuk menjadi guru bahasa yang baik, tidak hanya mampu berbicara bahasa Inggris dengan lancar. Selain kemampuan itu, seorang guru bahasa harus mengetahui teori-teori bahasa dan prinsip dasar pembelajaran bahasa. Tidak kalah pentingnya juga pengetahuan tentang psikologi pembelajaran juga harus dikuasai, sebab tanpa ilmu tersebut seorang guru hanya bisa memberikan penerapan teori belajar tanpa mempedulikan kondisi mental dan afektif murid.

Seorang professor dari Universitas Ma Chung memaparkan bahwa guru bahasa yang baik bukan hanya mempunyai semangat mengasuh, mempunyai kesabaran dan empati terhadap pola pikir, cara belajar, dan kepribadian anak didik. Guru yang baik akan selalu membimbing muridnya dan tidak segan menciptakan suasana pembelajaran byang menyenangkan.

Dengan cara itu, diharapkan murid mencintai bahasa tersebut dan terinspirasi untuk memakai secara baik dan benar. Penguasaan teori harus dipadukan dengan kepekaan afektif dan interpersonal untuk menciptakan belajar yang inspiratif dan progresif.
Rektor Universitas Ma Chung, mengaku bangga sekali atas pencapaian yang bisa mengukir sejarah bagi Universitas Ma Chung. Untuk menjadi guru yang baik dan berkualitas, membutuhkan kerja keras, ketekunan dan tekad yang kuat untuk bisa meraih prestasi yang memuaskan.

Selain panutan bagi murid-muridnya, seorang guru harus mencerminkan sifat, perilaku, budi pekerti yang baik yang nantinya akan ditiru. Berikut ini ada beberapa cara menjadi guru yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

  • Seorang guru harus benar-benar menguasai materi dengan baik yang akan diajarkan kepada muridnya. Banyak hal byang harus dipersiapkan oleh seorang guru dalam mempersiapakan sebuah materi-materi yang diberikan kepada murid-muridnya, agar materi yang guru berikan bisa dimengerti oleh siswa. 
  • Gunakan bahasa yang sederhana supaya anak didik cepat memahami, setelah menerangkan, tanya kepada mereka, “sudah paham?” atau “ada yang perlu ditanyakan?”. Ketika hal tersebut dilakukan, kadang anak didik tidak ada yang yang bertanya. Hal ini dikarenakan mungkin takut. Sebagai seorang guru yang baik kita bisa mensiasati dengan cara kita sendiri. Berikanlah nilai-nilai yang plus kepada murid yang bertanya, dan berikan hadiah kepada murid jika ada yang bisa menjelaskan pertanyaan murid yang bertanya. Itu sebagai faktor bahwa seorang guru yang baik bisa menciptakan suasana kelas yang nyaman.
  • Mampu menghidupkan suasana kelas. Di sinilah para guru sulit mengembangkan suasana hidup di kelas dikarenakan beragam watak dari sang murid. Bagaimana kita bisa menguasai kelas kalau kita tidak mengerti dengan watak dari mereka. Berikan kenyamanan waktu kita ada di depan mereka. Dengan begitu, mereka akan menimbulkan suka dengan materi yang kita sampaikan.
  • Sersan. Jangan terlalu serius dan jangan terlalu santai. Jadi, ketika mengajar beri sedikit guyonan yang tujuannya supaya mereka tidak jenuh dengan pelajaran yang kita ajarkan.
  • Satukan mereka dengan permainan atau game, disela-sela waktu terakhir. Dengan permainan yang kreatif, tidak melancong jauh dari pelajaran kita. 

Semoga dengan adanya artikel guru bahasa ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya dan menjadikan sebuah ilmu pengetahuan yang baik.

Tolong di SHARE :
Share
Topik Terkait
Guru Bahasa
Bahasa Arab
Bahasa Belanda
Bahasa Daerah
Bahasa Inggris
Bahasa Jepang
Bahasa Jerman
Bahasa Prancis
Bahasa Spanyol
Balai Bahasa
Belajar Bahasa Asing
Fakultas Bahasa
Kbbi
Pelajaran Bahasa

Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA