logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Busana & Aksesoris    Pakaian    Celana Jeans    Guru Jeans

Guru Jeans: Calon Guru Dilarang Pakai Jeans

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Jika Anda adalah seorang mahasiswa yang muda dan trendy, tetapi Anda masuk jurusan yang akan mengarahkan pada profesi seorang pendidik, siap-siaplah dengan aturan klasik yang masih berlaku hingga hari ini. Aturan tersebut adalah dilarang memakai jeans bagi mahasiswa calon guru. Larangan lainnya bisa saja dilarang memakai kaos tanpa kerah, sepatu cat, dan sebagainya. Sebenarnya, ada apa di balik semua ini? Adakah mungkin sejarah jeans yang berkaitan dan menyakitkan dengan para guru?

Sejarah Jeans

Tidak ada apa-apa sebenarnya dengan jeans. Sebagai pakaian, jeans memang sudah populer sejak 1848 ketika Amerika saat itu sedang gandrung pada pertambangan emas. Kondisi ini dimanfaatkan oleh pemuda asal New York berusia 20 tahunan bernama Levi Strauss yang memang berprofesi sebagai penjual pakaian.

Levi tak mau terbawa arus dengan profesi penambang emas, tetapi ia lebih tertarik memperhatikan peluangnya di antara mereka. Aha, ternyata Levi menemukannya. Mayoritas celana para penambang mudah sekali rusak dan cepat berganti. Inilah yang menjadi inspirasi Levi membuat celana dengan bahan yang lebih awet berjenis jeans.

Bahkan, jika Anda amati, setiap celana jeans selalu mempunyai kantung berukuran kecil di dekat kantong bagian depan. Konon, kantong kecil itu sangat berguna bagi penambang emas jika hendak menyimpan butir-butir emas yang didapat. Begitulah sejarah celana jeans dan tidak ada kaitannya dengan guru. Jadi, guru jeans adalah dua hal yang tidak saling mengikat.

Hanya Etika

Pelarangan soal pakaian ini bagi sebagian golongan semacam di pesantren tertentu memang karena persoalan anti-Amerika dan kecenderungan celana jeans yang ketat, yang memang dalam agama Islam tidaklah diperbolehkan. Bahkan, sangat dilarang.

Biasanya, pesantren lebih bangga jika identitas mereka yang dipakai adalah sarung dan peci. Logikanya, ini memang aturan yang dibuat dengan maksud tertentu saja. Namun, persoalannya adalah pesantren berbeda dengan kampus. Kampus adalah dunia para remaja yang tak bisa mengelak akan budaya fesyen yang kian hari semakin menerjang dan digandrungi. Biasanya, memang persoalan pelarangan ini hanya beralaskan etika saja. Tidak pantas seorang guru mengajar menggunakan celana jeans.

Seorang guru itu harus menggunakan celana yang terbuat dari kain dan rapi. Tujuannya agar terlihat sopan dan penuh etika. Meski jika dikaji secara jernih, tidak ada korelasi ataupun pengaruh pada guru dan siswa saat mengajar menggunakan celana jeans. Jika memang celana tersebut ketat, semua akan sepakat itu tidak sopan. Namun, era sekarang banyak sekali ditemui celana berbahan jeans yang longgar dan terlihat rapi. Jadi, persoalanya bukan pada jeansnya, melainkan ketat atau tidaknya saat dipakai yang selalu bertabrakan dengan nilai kesopanan.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Personalitas Celana Jeans
  • Celana Jeans Pendek: Cerita di balik Jeans Usang
  • Budaya Punk Bandung - Fenomena anak Punk di Kota Kembang
  • Bisnis Grosir Celana Jeans, Tak Pernah Mati
  • Harga Celana Jeans Original vs Palsuan
  • Gaya Celana Jeans Anak
  • Serba-Serbi Celana Jeans Wanita
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA