logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Hobi    Menulis    Artikel Umum Menulis    Hakikat Menulis

Hakikat Menulis: Mengapa Anda Menulis?

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Banyak sekali orang yang bercita-cita ingin menjadi penulis. Apalagi penulis sekaliber JK. Rowling, John Grisham, dan Mary Higgins. Di Indonesia, siapa yang tidak ingin seperti Kang Abik penulis Ayat-Ayat Cinta, Andrea Hirata, dan Raditya Dika. Ketiga penulis produktif yang bukunya laris manis diserbu pembaca.

Menulis, bagi sebagian besar orang adalah pekerjaan yang sulit. Banyak yang mengeluh kesulitan menangkap ide, susah menyelesaikan tulisan, tidak mood dan lainnya. Akibatnya, banyak calon penulis yang macet di tengah jalan. Berhenti bercita-cita menjadi penulis.

Padahal, menulis itu sangat bermanfaat, lho. Apa saja manfaat menulis? Yuk, kita simak:

  1. Menulis itu melepaskan ketegangan, mencurahkan perasaan yang kita pendam agar plong. 
  2. Menulis itu membagikan pengalaman hidup, pemikiran, dan ilmu yang kita punyai kepada orang lain. 
  3. Menulis menjadi sarana menghibur pembaca. 
  4. Menulis sama saja dengan menambah ilmu dan terus belajar tentang hal baru.
  5. Menulis itu berdakwah, menyampaikan kebaikan kepada pembaca. Berjuang melawan ketidak-adilan dan sebagai protes terhadap ketimpangan. 
  6. Menulis bisa dijadikan profesi dan mendapatkan penghasilan.
  7. Menulis dapat memperoleh kepuasan batin.
  8. Menulis bisa menambah teman baru
  9. Menulis menjadikan kita terkenal.
  10. Menulis dapat dijadikan sebagai amal jariyah, amal yang tak pernah putus.

Banyak alasan seseorang untuk terjun menjadi penulis. Putu Wijaya, seniman dan penulis kawakan Indonesia, mengemukakan bahwa hakikat menulis itu adalah berjuang.

Menurut Putu Wijaya, ia bertekad menjadikan menulis sebagai profesi dan sumber kehidupannya. Untuk itu, ia harus berjuang menaklukkan diri, waktu, dan imajinasi untuk terus menulis. Ia harus melawan dirinya sendiri. Saat ia malas, tidak bersemangat, dan jenuh menulis, ia harus berjuang untuk tetap duduk di depan komputer dan mengetik.

Ia bekerja keras agar bisa menulis. Mengikuti berbagai sayembara, mengirimkan tulisan ke berbagai media massa tanpa menyerah karena sering ditolak.

Penulis tidak boleh lemah karena menjadi penulis tidaklah mudah. Banyak lika-likunya. Mulai dari tulisan yang ditolak, royalti yang tidak dibayar, buku tidak laku, ide yang tak kunjung tertangkap, dan banyak lagi derita penulis. Akan tetapi, penulis sejati tidak akan menyerah karena yakin bahwa suatu saat nanti, ia mampu menembus penerbit dan redaksi majalah. Melihat karyanya dibaca oleh banyak orang.

Menurut Helvy Tiana Rosa, menulis harus memiliki motivasi kuat untuk menghasilkan yang terbaik. Royalti, ketenaran, dan lainnya adalah efek samping yang didapatkan penulis.

Untuk itu, seorang penulis harus disiplin, memiliki etos kerja, dan pantang menyerah. Jangan karena ditolak berkali-kali, ia merajuk dan berhenti bermimpi untuk menjadi penulis. Seorang penulis juga mampu melawan mood dan kebuntuan ide.

Intinya, penulis itu adalah orang yang bertekad kuat untuk maju dan meraih mimpi. Anda berani menerima tantangan?

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Menjadi Penulis Puisi
  • Kerangka Karangan Permudah Menulis Karangan!
  • Tatacara Penulisan Daftar Pustaka
  • Tips Menulis Cerpen Biar Lancar Jaya!
  • Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Internet yang Tepat
  • Metode Penulisan Makalah Presentasi
  • Teknik dan Tip Menulis Artikel
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA