logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Ilmu Sejarah

Ideologi Sebagai Hakikat Perjuangan


Ilustrasi hakikat perjuangan

Hakikat perjuangan setiap orang dilandaskan pada cara pandangnya terhadap dunia. Tentunya berbeda antara cara pandang seorang pengamat dengan pengamen, antara mahasiswa dengan tukang becak. Masing-masing memiliki kacamatanya sendiri dalam menjalani hidup di dunia ini.

Bahkan sikap ini berlaku juga pada kelompok atau organisasi. Cara pandang inilah yang kemudian disebut dengan visi, paradigma, faham, isme, ajaran, falsafah hidup, worldview, weltanschauung, vision de monde atau ideologi.

Ideologi

Ideologi berisi tentang gagasan-gagasan, nilai-nilai dan ide-ide besar yang disistematisasi menjadi pengetahuan ilmiah. Di dalam ideologi juga termaktub gambaran masyarakat yang ingin dibentuk dan dicita-citakan. Cita-cita ideal inilah yang kemudian diyakini benar dan menjadi hakikat perjuangan bagi setiap penganut ideologi.

Contoh-contoh ideologi antara lain adalah: sosialisme, kapitalisme, komunisme, liberalism, neoliberalisme, demokrasi, nasionalisme, fasisme, nazisme dan di Indonesia dikenal ideologi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. Dalam konteks tertentu, agama bisa juga menjadi ideologi, utamanya agama yang ajarannya meliputi seluruh aspek kehidupan seperti, Islam.   

Seseorang mungkin bisa hidup tanpa menganut ideologi tertentu. Karena, toh, ada kondisi yang membuat makhluk (harus) tetap bergerak mempertahankan hidup. Ketika lapar, praktis ia harus mencari makan sedangkan makan didapat dari bekerja, maka pekerjaan menjadi wajib untuk memenuhi kebutuhan.

Akan tetapi, kondisi demikian menjadi sangat rentan ketika menemui situasi sulit yang menuntut makhluk untuk bersikap memilah dan memilih. Di sinilah kemudian peran ideologi sebagai hakikat perjuangan diperlukan. Agar manusia tahu apa yang sebetulnya ia cari dan perjuangkan dalam hidup ini.

Filsafat dan Agama

Dengan adanya filsafat maka daya kritisnya terbangun, analisisnya tajam dan wawasannya terbuka. Kesadaran terhadap pengetahuan yang benar membentuk keyakinan yang tidak mudah digoyahkan meski menghadapi situasi dan perubahan terus-menerus yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Karena kebenaran yang didapatnya telah melampaui proses pencarian panjang yang mengakar.

Sedangkan agama memberikan bimbingan yang utuh dan meliputi. Agama memberikan dimensi lain yang mungkin belum tuntas dikupas oleh pisau filsafat. Tidak hanya kehidupan saat ini, ajaran agama tentang kehidupan setelah mati memberikan pengaruh tersendiri bagi cara pandang manusia dalam bersikap, beretika dan berbuat antar sesama.

Agama juga berperan penting dalam memberi rambu-rambu tentang yang halal dan yang haram, dosa dan pahala, surga dan neraka serta nilai-nilai lain yang wajib ditaati.

“Religion without science is blind. Science without religion is paralyzed”, begitu kata Albert Einstein.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Manusia, Makhluk Multi Kompleks
  • Kisah Pendiri Kerajaan Malaka
  • Menjelajahi Kegemilangan Kerajaan Islam di Indonesia
  • Sejarah Kerajaan Tarumanegara
  • Peninggalan Dari Kerajaan Tarumanegara
  • Sejarah Pancasila – Rumusan Pancasila dari Literatur Sejarah
  • Peninggalan Sejarah Agama Hindu di Indonesia
  • Perjuangan Mahatma Gandhi: Ahimsa, Perlawanan Tanpa Kekerasan
  • Sejarah Bhineka Tunggal Ika – Pemersatu Bangsa Indonesia
  • Sejarah Tulisan - Dari Piktograf hingga Alphabet
  • Lubang Buaya: Sekelumit Misteri, Sekelumit Politik
  • Rakyat Bengkulu dan Kisah Ular n′Daung
  • Menelusuri Sejarah Candi Borobudur Lengkap
  • Sejarah Penemuan Ban Tubeless
  • Akankah Keroncong Perjuangan Lahir Kembali?
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA