logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hiburan    Film    Horor

Film Hantu Suster Keramas - Kontroversi Bintang Porno Luar Negeri di Indonesia


Ilustrasi hantu suster keramas

“Tidak ada, menonton film ini jangan dibawa serius lah. Have fun saja. Saya sudah klarifikasi dan tidak usah diartikan sebagai ikon yang tabu. Saya juga bingung, ditonton dengan santai saja lah.” Ucap Odi Mulya Hidayat, produser dari film Hantu Suster Keramas, ketika ditanyai alasaan mengapa membawa bintang porno ke Indonesia, untuk bermain pada film hantu berjudul Hantu Suster Keramas.

Fenomena Artis Porno di Film Hantu Suster Keramas

Ucapan ‘tidak ada’ itu boleh Anda golongkan sebagai ketidakjujuran, bahwa maksud membawa nama besar bintang porno yang kebetulan, barangkali, barangkali loh ya penggemarnya bejibun di Indonesia. Bahkan dengan keberadaan Rin Sakuragi sendiri, di beberapa thread blog, dan forum, penggemar pornografi malah bertambah. Mereka penasaran dengan artis yang bernama Rin Sakuragi. Dan bisa Anda buktikan juga, bahwa nama Rin Sakuragi di googling, situs berbahasa Indonesialah yang menyambutnya. Kedatangan Rin Sakuragi tidak lain untuk membintangi film Hantu Suster Keramas.

Film Hantu Suster Keramas sendiri merupakan film tipikal softcore horror di Indonesia. Booming keseksian dicampur rasa takut itu, sebenarnya punya sejarah panjang di Indonesia, setidaknya dalam hal perfilman nasional. Seks dan horror bukan barang baru di Indonesia, sejak orang Indonesia mengenal film, romansa seks diam-diam telah ada pada film-filmnya.

Bahkan jenis film seperti itu, seperti film Hantu Suster Keramas,  mendapatkan tempat luar biasa terhormat pada film nasional kita. Pula mendapatkan bombardir penghargaan nasional, ambil contoh Bernafas Dalam Lumpur, Taksi, Yang Muda yang Bercinta, atau Merriam Belina sendiri yang diganjar Citra pertamanya setelah bermain di film cinta plus seks Cinta di Balik Noda.

Bintang panas mancanegara bermain di Indonesia bukanlah fenomena tersendiri. Namun, orang memang terkadang lupa-lupa ingat untuk urusan ini. Jadi sebenarnyaa, keberadaan bintang porno luar negeri di film Hantu Suster Keramas ini bukanlah hal yang mencengangkan. Bisa jadi ini justru akan menjadi tren tersendiri di kalangan sineas, khususnya mereka yang lebih suka menggarap film bergenre seperti ini.

Film Hantu Suster Keramas - Plot Sederhana Hantu Membunuh dan Mengobral Keseksian

Film Hantu Suster Keramas ini berserita tentang seorang mahasiswa bernama Kayla dan teman-temannya. Diceritakan bahwa Kayla (Herfiza Novianti) seorang mahasiswi ingin menginap di sebuah villa bersama kedua temannya, Barry (Rizky Mocil) dan Ariel (Zidni Adam) untuk mengerjakan tugas kuliah. Tetapi sejak berada di dalam villa itu, Kayla selalu mengalami bad feeling, perasaan jelek. Perasaan jelak tersebut selalu mengarah pada pengalaman dirinya dengan orang tuanya yang telah meninggal.

Plot selanjutnya dari film Hantu Suster Keramas ini berlanjut dengan diperkenalkannya gadis berkewarganegaraan Jepang bernama Mitchiko (Rin Sakuragi) yang konon datang ke Indonesia untuk suatu maksud tertentu. Yakni memberikan barang milik ayahnya, Tanaka yang meninggal beberapa minggu sebelumnya, kepada seorang perawat bernama Karmila. Karmila adalah tokoh yang diceritakan berperan sebagai suster yang pernah mengurus Tanaka selama di Indonesia.

Cerita selanjutnya dari film Hantu Suster Keramas ini, sebagaimana sudut penceritaan sebelumnya, yaitu berkaitan dengan seks. Seperti mulai diperkenalkannya kepada penonton tokoh pasangan Jeng Dollie (Shinta Bachir) dan Roy Konak (Alex Abbad),  yang merupakan pasangan cabul.

Dalam film Hantu Suster Keramas, sudah bisa langsung ditebak bahwa  pasangan tersebutlah yang nantinya akan ketiban sial. Entah bagaimana plot ini menuju ke adegan "kesialan" mereka. Yang pasti dalam cerita film Hantu Suster Keramas, pasangan tersebut dibunuh oleh hantu suster ketika menyebut kata Suster Keramas 3 kali. Pertanyaaan yang kemudian muncul adalah mengapa pula harus suster keramas?

Baiklah, begini asal mulanya. Dalam cerita film Hantu Suster Keramas, pasangan tersebut memiliki dosa masa lampau, yakni menjadikan suster Karmila sebagai korban main hakim sendiri oleh masyarakat. Karena suster Karmila dianggap bermain mesum dan cabul dengan Tanaka, yang lantas secara luar biasa melahirkan Kayla.

Dalam film Hantu Suster Keramas, Kayla diceritakan berhasil selamat dan orang tuanya tidak. Sementara pasangan cabul itu dibunuh karena dikabarkan punya andil, terhadap pembunuhan suster Karmila. Lubang plotnya menganga dengan pertanyaan, kenapa di bunuh ketika Kayla dewasa, tidak bisakah suster Karmila kontan membunuh ‘orang-orang’ yang mengkhianatinya langsung.  

Pemilihan Peran yang Tidak Pas dalam Film Hantu Suster Keramas

Kembali pada kisah gadis Jepang yang lumayan aktingnya. Nah, si Mitchiko ini harusnya lebih pas jadi tokoh utama dibanding Kayla dalam film Hantu Suster Keramas ini, karena sudut proksimitas dan kedekatan secara reasoning nya lebih bisa dipertanggungjawabkan dibandingkan dengan tokoh Kayla.

Berdasarkan cerita dalam film Hantu Suster Keramas, Mitchiko adalah anak Tanaka yang berasal dari Jepang. Ia lalu dititipi wasiat tentang keberadaan Karmila. Lalu, cerita sebenarnya bisa bergulir natural tentang dendam kesumat seorang hantu suster keramas yang penasaran. Tinggal kreativitas penulisnya saja, menggali potensi si artis Jepang Rin Sakuragi yang bakatnya seolah terbuang percuma. Menyimak permainannya dalam drama seksi Jepang Jyouou Virgin, Rin punya kharisma artis dan akting yang baik, bagi masyarakat Jepang, keseksian itu hanya pemanis saja.

Seorang aktris adult video papan atas harus bisa melakukan yang terbaik sesuai kontrak yang diminta karena dia memiliki bakat, karena itulah pula dia disebut papan atas. Tapi rupanya dalam film Hantu Suster Keramas ini, Rin disewa hanya sebagai wisatawan yang umbar seksi saja. Dan ujungnya dipaksa mengakui bahwa dia dan Kayla adalah bersaudara. 

Penerimaan Masyarakat Indonesia Terhadap Film Hantu Suster Keramas

Rasa haus akan hiburan umum rada buka-bukaan tercermin pada suksesnya 800 ribu tiket film Hantu Suster Keramas di bioskop. Tentu saja sisi penjualan ini didongkrak oleh suksesnya iklan berjalan para puritan yang berdemo menolak filmnya.

Alasan para penolak pun bisa dikategorikan sebagai iklan gratis dari film Hantu Suster Keramas ini. Karena bagaimanapun ada adagium atau pepatah, Bad News is Good News.  Mahasiswa dari Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus Bandung Raya misalnya. Mereka melakukan demonstrasi karena menilai bahwa film Hantu Suster Keramas itu penuh dengan adegan vulgar dan tidak mendidik, tentu saja bukankah itu film hantu?

Hujatan untuk film Hantu Suster Keramas juga datang dari pihak lain. Massa dari Himpunan Mahasiswa Keperawatan Sulawesi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari juga ikut berkomentar bahwa film tersebut bermasalah. MUI pun melabelinya haram. Sampai di situ saja? Tidak, konon perwakilan MUI perlu menarik diri dari LSF karena kasus itu, entah sebagai protes langsung, atau entah karena memang sesuai pendapat LSF sendiri, itu bukan genrenya MUI, alias bukan film agama.

Masyarakat Indonesia menolak, tapi toh film Hantu Suster Keramas menjadi film yang cukup sukses. Ini artinya film Hantu suster keramas, memiliki akar di Indonesia. Sementara para suara penolaknya mengabaikan kenyataan penerimaan masyarakat terhadapnya. Bahkan bila perlu, para produser yang senang membuat film sensasional dan kontroversial semacam film hantu ini dipersilakan mengembangkan sudut penceritaan, untuk menjadi lebih baik lagi. 

Genre hantu tidak bisa dibunuh dalam suatu pegenrean film. Sudah tidak bisa dibunuh, genre ini juga memiliki penggemar yang masih mengantri. Karena berbau fantasi, dan sesungguhnya mengandung hal-hal yang sebenarnya merupakan pembelajaran dan masukan tersendiri pada masyarakat. Belajar agar masyarakat harus  santai menyikapi dunia yang selalu mereka marahi. Sesekali hantu seksi berlewatan, tidak masalah toh?

Film Hantu Suster Keramasn pun cukup tahu diri. Para penontonnya diwajibkan membawa KTP ketika hendak menonton. Mereka yang berusia dewasalah yang boleh menonton. Walau sebenarnya, persyaratan inipun bisa diakali, karena film ini bisa diunduh gratis di internet. Kontroversinya kadung menyebar. Dan nama Rin Sakuragi jadi tidak asing di mata anak-anak sekolah, sungguh disayangkan. 

Film Hantu Suster Keramas - Dan Genre Porno Lanjutan?

Film Hantu Suster Keramas merupakan film pembuka dari kedatangan aktris seksi dari luar negeri. Setelah kesuksesan Rin Sakuragi, maka menyusul pula di belakangnya, Sora Aoi, lalu Maria Ozawa a.k.a Miyabi sama-sama aktris di satu naungan manajemen Hokuto group, konglomerasi porno yang punya reputasi besar di Jepang.

Filmnya pun berbau flick serupa dengan film Hantu Suster Keramas. Sora Aoi yang sebenarnya mampu menampilkan mimik serius kala berakting diminta berwajah konyol. Bahkan pula membuka jalur baru lebih ke Barat, dengan bintang porno bule semacam Tera Patrick lalu menyusul Sasha Grey, bintang The Girlfriend Experience, film besutan sutradara yang punya reputasi internasional Steven Soderbergh.

Untuk apa? Buka-bukaan lagi tanpa skrip jelas sebagaimana film Hantu Suster Keramas? Tampaknya memang untuk itu saja. Karena, walaupun mereka pernah membintangi film porno, siapapun, khususnya bintang porno yang berakting di Indonensia, seharusnya bisa memperbaiki reputasi mereka yang rada saru di negeri asalnya.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Tiren Mati Kemaren: Hantu Rasa Dewi Persik
  • Film Horor Suzanna yang Melegenda
  • Film Hantu Bondowoso
  • Tragedi Dibalik Misteri Jeruk Purut
  • Film Horor Barat Selalu Bikin Parno
  • Film Sumpah Pocong di Sekolah, Horor Khas Indonesia
  • Pengaruh Film-Film Horor pada Anak
  • Film Seram Kartun yang Unik
  • Film Horor Indonesia Terbaru � Sukses dengan Kontroversi
  • Fenomena Cerita Hantu Serem Banget
  • Film Horor Korea yang Semakin Disukai
  • Antara Julia Perez Jamu Gendong dan Film Hantu Jamu Gendong
  • Video Hantu Jamu Gendong, Film Bujet Murah dan Tidak Menarik
  • Download Film Horor Rin Sakuragi
  • Film Horor Baru: Tak Ada Miyabi, Tera pun Jadi
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA