logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Dunia    Jepang    Harajuku

Harajuku: Jalan Dunia untuk Anak Muda

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Pengarang Peter Pan, J.M Barrie pasti mati penasaran. Pasalnya, saat ini di tanah kelahirannya Skotlandia, tidak ditemukan tanda-tanda Neverland (negeri antah berantah). Padahal, karangan tentang Neverland, tentang peri dan anak-anak petualang yang tidak mau tumbuh dewasa, dia saksikan lewat mata hatinya pada anak-anak muda Inggris pascazaman Victorian akhir abad ke-19.

Zaman romantik mungkin telah mati, ini saatnya bagi zaman kreatif. Gaya drama Neverland membuka jalan bagi penulis realis-kreatif: gaya Bloomsbury yang menentang pikiran kolot orang tua.

Tidak di Inggris Raya, Neverland justru muncul di timur jauh. Tepatnya, di antara jalan Takeshita dan Omotesando. Neverland itu bernama Harajuku. Berisikan gerombolan anak-anak "kurang ajar" asuhan Peter Pan. Mereka begitu kreatif dan menentang gaya yang kaku dan kolot.

Sementara, di Indonesia, yang hadir justru Nevermind (sudahlah, lupakan saja). Anak-anak mudanya memang ada di jalan, tetapi jadi geng motor dan bikin onar. Boro-boro kreatif, kebanyakan anak-anak itu keburu dijemput ajal gara-gara miras oplosan dan saling kelahi. Padahal, konsep Harajuku dan Neverland bisa dibikin lebih baik lagi di Indonesia.

Gaya Bandung

Menurut analisis Maya, pemilik toko Harajuku Style Ohayou di Cihampelas, Bandung, sebenarnya gaya Harajuku lahir di Bandung. Turis-turis Jepang melihat Cihampelas, melihat ragam budaya Indonesia, dan kualitas tekstilnya, upacara adatnya dengan ragam kostumnya, lalu pesta kostum tujuh belasan, dan lantas membawa konsepnya ke Jepang.

Omotesando sejak 1980 memang tempat kumpul anak muda. Akan tetapi, itu wajar sebagaimana Gelora Senayan di Jakart., Wilayah sekitar Omotesando dan Taman Meiji yang bekas tempat Olimpiade Tokyo 1964 itu lantas dijadikan tempat nongkrong bagi anak muda, tetapi tanpa konsep sama sekali. Lantas, pemerintah Tokyo sejak 1980 menjadikan jalan itu untuk butik-butik kelas dunia. Ditambah dengan kehadiran musik dengan gaya visual Kei yang dibawakan X Japan. Visual Kei kemudian menjadi alat gaul di Harajuku. Ditambah dengan penampilan seniman performer di jembatan Bashi, disekitar jalan Omotesando distrik Harajuku. Menjadikan Harajuku jadi seperti pasar malam khusus anak muda.

Mendunia dengan OTAKU

Harajuku Style benar-benar baru bergejolak sejak 1998, walau kehadirannya lebih ke tahun 1980-an. Dalam gejolaknya, para otaku (komik mania) ikut ambil bagian di Harajuku. Pahlawan-pahlawan TV bertopeng, dari Kamen Rider, Hikari Sentai, sampai pada pahlawan gadis remaja, Sailor Moon, Cardcaptor Sakura, ditiru kostumnya oleh anak-anak muda itu. Mereka berkostum bagaikan para idola komik. Dan, membuat Harajuku tidak pernah kehabisan ide.

Yang otaku, yang bergaya visual kei, gothik, berdandan warna-warni, dan mereka melakukan itu bukan untuk di ponten, kualitas jiwanya nol, estetikanya nol, moralitasnya nol, segmentasinya nol. Mereka hanya ingin nongkrong saja, sebebasnya dan semau gue.

Namun, dunia menyaksikan mereka. Lantas, mereka pun dipuja-puji. Dijadikan alasan bagi para turis untuk pergi ke Jepang. Melihat langsung makhluk ganjil: anak-anak dari Harajuku. Di mana roh dari J.M Barie dan Peter Pan masih berkeliaran. Harajuku adalah Neverland yang orang Barat cari. Adapun, di Indonesia, Harajuku itu sebenarnya bisa ada, karena konsepnya memang ditiru dari Indonesia. Namun, sayangnya anak-anak muda sekarang lebih suka menghabiskan cadangan bensin dunia: bikin geng motor, lantas mati konyol.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Sejarah Jepang: Hancur, Bangkit, Berkuasa
  • Japanese, Generasi Pekerja Keras Sampai Si Kabayan
  • Semangat Samurai
  • Sejarah dan Bisnis Mafia Jepang, Yakuza
  • Reformasi Sistem Pendidikan Jepang
  • Mengenal Masakan Khas Jepang
  • Keistimewaan Bunga Sakura bagi Masyarakat Jepang
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA