Harga HP Baru: Perlombaan Fitur dan Harga
Low End, Mid End, atau High End? Ketiga pilihan itulah yang sekiranya perlu diperhatikan para pengoleksi ponsel terbaru. Lantas, berapa kira-kira harga hape baru tersebut ya?? Berbicara harga HP baru, tentu saja yang mencoba mencari peruntungan di pasar Indonesia, terbagi dalam dua jenis tipe.
Yang pertama merk mapan, yang selama ini dikuasai vendor kenamaan dunia. Berurusan dengan merk mapan, yang perlu diwaspadai tentu saja masalah harga dan fasilitasnya.
Harga merk, tentu tidak akan Anda makan mentah-mentah. Setiap tipe dari merk ternama memiliki varian fungsi yang berbeda, berikut harganya jadi Anda harus apik dalam memilih.
Yang kedua adalah varian HP Asia terutama China. Terkadang disebutnya sebagai merk lokal. Varian ini membidik pasar Indonesia khusus dengan disesuaikan kebiasaan orang Indonesia sendiri. Oleh karenanya disebut merk lokal. Harganya tentu saja lebih murah dari harga merk ternama, walau demikian teknologinya cukup lumayan.
Harga yang perlu Anda kenali dari sisi pilihan Low End, selalu di bawah 1 juta rupiah. Merk yang ada berdesak-desakan bagai antrean mikrolet terminal, yang lokal di antaranya Huawei, Imo, Blueberry, Nexian, Ktouch, dll. Sementara merk ternama tentu saja hampir semua varian merk, dari Nokia, Siemens, Erikson, Samsung, LG, atau Motorolla.
Di kelas Middle End dengan rata-rata banderol 1 juta - 3 juta rupiah, semua orang bisa terjebak dan membeli HP yang ‘tidak diharapkannya’ dengan kisaran kerugian 100 ribu sampai 300 ribu perak.
Komponen yang ‘tidak perlu’ itu adalah penambahan fitur, seperti track ball, dual sim card, camera flash, bahkan tambahan loading fiture, seperti game, musik tema dari artis ternama yang branding lewat ponsel, atau penawaran melalui kerja sama dengan operator jaringan ponsel seperti layanan internet sekian bulan dan seterusnya.
Merk terbaru dari kelas Middle End selalu dinantikan, karena dipenuhi oleh fitur ujicoba, bahkan ponsel tipe high end yang lewat masa ujicoba teknologinya, akan jatuh ke kisaran Middle End. Contoh bagus adalah Samsung Galaxy Spica, yang awalnya dipasarkan dengan harga 3 juta rupiah, kini stabil di kisaran harga 2 juta rupiah. Sebanding dengan Nokia C5 atau Nokia E63.
Padahal Samsung Galaxy Spica ponsel capasitive touchscreen, yang telah 3G dan memakai Android. Ponsel Middle End memang selalu memiliki persyaratan rumus teknologi 3G.
Entah itu penambahan fasilitas wi fi, koneksi cepat HSDPA pada GSM, atau EVDO Rev A pada seri CDMA. Kamera di atas 1.3 juta pixel, dan mampu menampilkan video dengan ketajaman kelas High Definition. Tentu saja minus sistem operasi.
HP High End dengan kisaran 3 – 12 juta rupiah, akan selalu menjadi jaminan mutu dan jaminan impian bagi Anda yang berkantung tipis. Percuma bicara kalimat fatalis macam ini pada pembeli kelas High End “HP yang penting bisa telepon.” Karena kalimat itu tidak logis, mengingat apa yang ditawarkan kelas High End memang teknologi yang layak berbayar mahal.
i-Phone 4, HTC seri Android, Samsung Galaxy S, Sony Erikson Xperia, Nokia N8, Blackberry Bold, atau Motorola Milestone adalah contoh dari kelas High End. Yang ditawarkan adalah Smart Phone yang membuat hidup pekerja kantoran lebih ‘hidup’.
Aplikasi bisnis, sistem operasi penunjang, fasilitas hiburan High End, dan internet cepat, bagian yang ditawarkannya. Kebanyakan pertarungan High End berada di kisaran harga 5-6 juta rupiah, dan para vendor merasa tidak penting menyerang eksistensi i-Phone yang dihargai di atas 7 juta rupiah.
i-Phone beda dunia dengan vendor lainnya, ibarat jamu pegal linu versus jamu masuk angin. Vendor lain hanya ingin menggerogoti posisi Blackberry dalam pasar Smartphone.






