logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Macam-Macam Penyakit    Aids

Hari AIDS Sedunia - Masih Relevankah?


Ilustrasi hari aids

AIDS masih belum mempunyai senjata pemusnah yang mampu membunuh virusnya dengan tepat dan cepat. Juga masih banyak penyandang "pangkat" jenderal dipenyakit ini alias para ODHA (orang dengan HIV Aids). Penyebarannya pun semakin beragam. Dengan keadaan sekarang, masihkah hari AIDS sedunia diperingati setahun sekali?

Peringatan Hari AIDS

Puncak kegiatan Hari Aids biasanya pada 1 Desember. Peringatan yang dicetuskan pada 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter ini setiap tahunnya mempunyai tema tertentu. Pada 2009, tema yang diusung adalah "Hentikan AIDS. Jaga Janjinya-Akses Universal dan Hak Asasi Manusia". Peringatan itu sendiri dimaksudkan untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat luas akan bahaya HIV Aids terhadap kelangsungan hidup manusia.

Peringatan hari AIDS sedunia tiap bulan ini akan membuat masyarakat dunia semakin sadar akan bahaya AIDS. Bila perlu ada peringatan Hari AIDS khusus untuk anak-anak SD, SMP, SMA. Tema yang diusungpun berbeda-beda sesuai dengan segmennya.

Bukankah pengidap penyakit Aids tidak hanya kaum tua dan dewasa? Bayi pun ada. Bila penyadaran ini sudah dilakukan sedini mungkin, diharapkan penyebaran AIDS akan terkendali bahkan bisa dihentikan secepatnya.

Masyarakat juga hendaknya tidak menyingkirkan para ODHA. Akan sangat bahaya bila mereka bertindak nekad. Misalnya, merampok dengan darah yang sudah terkontaminasi dengan virus HIV atau dengan sengaja menularkan virus tersebut sebagai aksi balas dendam.

Bila itu terjadi, akan semakin banyak yang terjangkit virus ini. Kerugiannya tidak hanya ditanggung oleh sang penderita sendiri. Tapi, keluarga, lingkungan kerja yang bisa kehilangan karyawan yang sangat potensial, bahkan negara pun bisa kehilangan satu generasi penerus.

Akan tetapi, mengapa angka pengidap penyakit ini semakin meningkat? Di Indonesia, 14 orang di antara pengidapnya adalah anggota TNI. Ada apa dengan HIV AIDS?

Tidak jarang ODHA berasal dari kalangan terdidik dengan tingkat ekonomi yang mapan. Apakah ini tanda semakin bobroknya tatanan kemasyarakatan kita? Kalau begitu, peringatan Hari AIDS sedunia tidak boleh hanya setahun sekali. Minimal setiap bulan ada peringatan Hari AIDS sedunia.

Dananya? Tidak harus mengeluarkan dana besar untuk mengadakan peringatan ini. Cukup setiap bulan, para lembaga dan instansi terkait selalu membuat program khusus bagi penyebaran informasi tentang HIV Aids.

Di suatu perusahaan ternyata ada seorang karyawannya yang terjangkit HIV AIDS. Karyawan ini mendapatkan virus tersebut dari suaminya yang lebih dulu meninggal dunia. Pimpinan perusahaan tidak langsung memecat sang karyawan karena sangat tahu bagaimana penyebaran virus tersebut.

Selama kurang lebih 7 tahun, sang karyawati bekerja dengan tenang dan damai karena teman-temannya pun paham bagaimana harus bertindak bila sedang bersama si ODHA. Mereka pun tahu bahwa tidak jadi masalah berteman dengan ODHA.

Apa yang akan terjadi bila orang-orang yang ada di perusahaan itu tidak paham tentang HIV AIDS? Sang karyawan akan menjadi bulan-bulanan sindiran dan kritikan dari teman-temannya. Dia sudah dihukum sebelum mendapatkan hukuman dari Allah yang mungkin sudah mengampuninya.

Penyakit HIV/AIDS

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah gejala-gejala penyakit  yang timbul pada seseorang akibat menurunnya kekebalan tubuh oleh virus HIV, sehingga timbullah penyakit HIV.

Pada orang yang baru terinfeksi HIV, tidak ada gejala yang tampak. Dia masih kelihatan sehat dan tidak dapat dibedakan dengan orang yang sehat dalam jangka waktu lama, sekitar 3-10 tahun. 

Pengidap HIV yang telah menunjukkan penyakit infeksi akibat daya tahan menurun yang disebabkan rusaknya sel darah putih disebut penderita AIDS. HIV/AIDS sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian. Sampai saat ini, HIV/AIDS tidak dapat disembuhkan. Adapun obat-obatan yang disediakan untuk pengidap HIV/AIDS atau obat antiretroviral, hanya untuk menghambat perkembangan virus dalam tubuh.

Kasus HIV/AIDS pertama kali dilaporkan dari Amerika Serikat pada 1981. Sementara, virus HIV baru teridentifikasi pada 1983 oleh Dr. Luc Montagnier dari Institut Pasteur, Prancis. Dalam jangka waktu yang relatif singkat, HIV/AIDS menyebar ke Eropa, Afrika, dan Asia.

HIV dapat menular melalui tiga cara, yaitu melalui kontak seksual, kontak darah, dan dari ibu yang menderita HIV/AIDS ke anaknya. Penularan HIV/AIDS terbesar sampai saat ini terjadi melalui kontak seksual. Hal ini disebabkan orang yang terinfeksi virus HIV kelihatan sehat, sehingga secara tidak sadar akan menularkan HIV kepada pasangannya. 

Orang yang melakukan kontak seksual dengan orang yang terinfeksi HIV dapat tertular dan menularkan kembali kepada orang lain. Oleh sebab itu, orang yang sering berganti pasangan rentan tertular HIV/AIDS.

Virus HIV juga dapat terjadi akibat kontak darah, seperti melalui tranfusi darah dan berbagi jarum suntik, akupunktur, tato, atau tindik dengan orang lain. Kemungkinan lain, virus HIV ditularkan oleh ibu yang terinfeksi HIV kepada bayinya saat proses persalinan dan melalui pemberian air susu ibu (ASI).

HIV/AIDS tidak menular melalui makanan, minuman, pengggunaan toilet umum, bersin, atau berjabatan tangan. Jadi, apabila di sekitar Anda ada orang dengan HIV/AIDS (ODHA), dia tidak perlu dikucilkan. 

Tidak ada gejala khusus pada orang yang terinfeksi HIV dalam waktu 3 sampai 10 tahun. Biasanya, setelah itu AIDS mulai berkembang dan menunjukkan gejala-gejala berikut ini.

  • Kehilangan berat badan secara drastis.
  • Diare berkelanjutan.
  • Pembengkakan pada leher dan/atau ketiak.
  • Batuk terus-menerus.

Jika ada orang yang menunjukkan salah satu gejala di atas, bukan berarti dia telah terinfeksi HIV. Untuk  memastikan bahwa seseorang telah terinfeksi HIV, sebaiknya hubungi  segera layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan tes darah.

Kita dapat mencegah terinfeksi virus HIV dengan perilaku hidup sehat. Salah satunya dengan tidak berhubungan seks bergonta-ganti pasangan. Sikap saling setia dengan pasangan masing-masing dapat menghindari terinfeksi  virus HIV. Penggunaan kondom juga mengurangi risiko tertular HIV. 

Perlu juga diingat, jangan sekali-kali memakai jarum suntik secara bersama-sama. Penderita penyakit HIV  banyak dijumpai pada kalangan pengguna narkoba suntik karena penggunaan satu jarum suntik secara bergantian. 

Banyak pemuda yang masih belum tahu akan penyakit yang berbahaya ini. 3 dari 10 pelajar yang mengetahui bahaya dan dampak HIV. Ini merupakan bom waktu untuk daerah yang jarang menyosialisasikan tentang HIV.

Ada banyak mitos yang terjadi akibat kesalahpahaman. Tidak dipungkiri lagi, mitos dapat menyebabkan kita menjadi takut, putus asa, dan bahkan menyebabkan bahaya bagi kesehatan Anda.

Misalnya, penyakit HIV/AIDS dapat menular melalui kontak biasa. Padahal kenyataannya HIV hanya bisa menular dengan darah dan cairan tubuh lain seperti cairan mani atau sperma, susu payudara, cairan vagina) dan tidak bisa melalui kontak biasa.

Mungkin ada yang mengatakan jika kita bersentuhan, memeluk, mencium, memakai peralatan makan yang telah digunakan oleh pengidap HIV itu bisa menular. Itu hanya mitos belaka. Itu tidak menyebabkan kita langsung terkena virus HIV. HIV dapat menular dengan cara keturunan, berbagi jarum suntik, seks bebas, dan transfusi darah.

Adapun orang yang telah terinfeksi virus mematikan tersebut, bukan berarti kita malah menjauhkannya, justru kita sebagai rekan, teman, sahabat, harus selalu mendukungnya, memberikan support kepada si penderita. Karena dengan itulah, dia bisa semangat untuk menjalanin hidupnya, bahkan yang tadinya hidup dengan putus asa, bisa berkarya.

Untuk sepanjang tahun ini, virus ini belum ada vaksinnya, tapi yakinlah, Tuhan tidak akan menciptakan suatu penyakit jika tidak ada obatnya. Kelak akan ditemukan obatnya. Ada yang memprediksi obat virus ini akan muncul di tahun tiga ribuan.

HIV/AIDS bisa menyerang siapa saja. Oleh karena itu, marilah kita tetap waspada dengan penyakit ini karena kita belum mengetahui siapa saja orang yang terinfeksi virus ini. Ditambah lagi orang yang terinfeksi virus ini tidak mengubah korban terinfeksi baik dari fisik maupun non fisik. HIV/AIDS ini juga masih dalam penelitian untuk mencari vaksin virus mematikan ini.

Untuk itu, peringatan hari AIDS sedunia sangat membantu mengingatkan penduduk dunia akan bahaya penyakit HIV/AIDS ini. Jangan saling menyalahkan atau menuduh penyebab penyebaran virus ini. Akan tetapi, bertindaklah untuk mencegah penyebaran virus pada penyakit AIDS ini, seperti yang sudah disebutkan di atas.

Demikian informasi mengenai pentingnya Hari AIDS sedunia dan mengenal penyakit AIDS ini. Semoga informasi tersebut bermanfaat dan menambah wawasan Anda untuk tetap waspada terhadap virus HIV/AIDS ini.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Kenali Ciri-Ciri Penyakit HIV
  • Menghindari Penyakit HIV AIDS
  • Diagnosis dan Penanganan Penyakit HIV AIDS
  • HIV: Penyakit yang Menyerang Sistem Kekebalan Tubuh
  • Mengenal Penyakit HIV
  • Mengenali Ciri-Ciri Penyakit AIDS pada Anak
  • Bahaya di Balik Penyakit AIDS HIV
  • Tanda Gejala Penyakit HIV AIDS
  • Bahaya Virus HIV, Mengancam Nyawa Anda!
  • 1 Desember, Hari AIDS Sedunia
  • Memahami Penyakit AIDS
  • Ciri-ciri HIV - Deteksi Dini Penyakit Penyerang Sistem Imun
  • Pahami Langkah Pencegahan HIV/AIDS
  • Kenali Tanda-tanda HIV AIDS Sejak Dini
  • HIV dan Gejala AIDS
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA