logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pendidikan    Non-Formal    Pendidikan Pecinta Alam

Hari Pendidikan Nasional sebagai Lecutan Perbaikan Mutu Pendidikan


Ilustrasi hari pendidikan nasional

Kita selalu memperingati hari pendidikan nasional setiap tahunnya pada tanggal 2 Mei. Meskipun kita menyadari arti pentingnya pendidikan, namun peringatan ini tidak begitu kentara, bahkan kalah dengan pemberitaan gosip yang penuh sensasi. Hari pendidikan nasional bisa kita jadikan sebagai bahan renungan untuk membenahi pendidikan di Indonesia. Tidak bisa kita pungkiri jika masalah pendidikan mewarnai perjalanan pendidikan kita.

Meskipun hari pendidikan nasional selalu diperingati, tetapi tetap saja dunia pendidikan kita seakan jalan di tempat. Bahkan, masih banyak para siswa yang belum sepenuhnya menjiwai makna dari peringatan ini. Masih banyak praktik-praktik kecurangan yang terjadi dan kita temui dalam dunia pendidikan kita. Seakan peringatan peristiwa ini hanya sebatas formalitas saja. Apa yang diperjuangkan oleh Bapak Pendidikan Ki Hajar Dewantara seperti tidak terlihat.

Hari Pendidikan Nasional - Memaknai Hari Pendidikan untuk Masa Depan Bangsa

Pendidikan sangat penting bagi bangsa Indonesia. Pendidikan termasuk dalam tujuan bangsa yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Mengingat pentingnya pendidikan itulah sejak dulu banyak yang memperjuangkan pendidikan di Indonesia, terutama supaya bisa terlepas dari belenggu penjajahan.

Sekarang, hari pendidikan nasional telah ditetapkan, tetapi belum banyak yang bisa kita persembahkan untuk bangsa ini. Peringatan ini hanya sebatas peringatan saja, tidak disertai dengan pemaknaan lebih mendalam terhadap pendidikan itu sendiri.

Kita sekarang bisa melihat banyak sekali peristiwa yang mencoreng nama pendidikan kita. Tidak jarang kita mendengar terjadi tawuran antarpelajar, tawuran antarsekolah, terbentuknya kelompok-kelompok beranggotakan siswa yang menganut kekerasan, belum lagi pengaruh buruk narkoba yang seakan merajalela.

Bahkan ke halaman sekolah. Masih banyak lagi kejadian-kejadian yang membuat kita berpikir ke manakah pendidikan yang selama ini sudah mereka dapatkan.

Hari pendidikan nasional sebaiknya kita jadikan sebagai saat yang tepat untuk selalu mengingat kembali apa yang menjadi tujuan utama dalam pendidikan kita. Apakah hanya sekedar mencetak generasi yang pintar dan menguasai ilmu pengetahuan?

Apakah hanya ingin terlihat tidak mau ketinggalan dengan negara lain yang sudah maju pendidikannya dengan memaksa siswa menuruti standar nilai UN? Jika memang begitu untuk apa kita susah-susah membuat berbagai kebijakan yang tidak membutuhkan dana yang sedikit.

Hari pendidikan nasional tidak berarti apa-apa saat ini, karena para siswa saja terkadang lupa akan peringatan ini. Mereka hanya tahu jika ada peringatan hari besar, seperti kemerdekaan. Adapun hari pendidikan nasional hanya melakukan upacara kenaikan bendera dan mendengar wejangan para guru, setelah itu menghilang.

Mereka masih saja tetap melakukan perbuatan yang mencoreng pendidikan. Lalu salah siapa ini? Apakah kualitas pendidikan kita yang kurang memadai? Ataukah memang para siswa itu yang kurang kemampuan daya pikir dan belajarnya? Pertanyaan ini harus kita jawab bersama guna ke arah perbaikan pendidikan yang lebih baik lagi.

Memaknai Hari Pendidikan Nasional melalui Pendidikan Karakter

Maraknya peristiwa tawuran antar pelajar dan sekolah saat ini kembali membuat kita berpikir, apa yang salah di sini. Bukankah para pendidik sudah mengajarkan pendidikan kepada mereka? Namun, tetap saja sering kita dengar tawuran terjadi. Belum lagi kita menemukan para siswa sekolah yang menjadi anggota sebuah komunitas yang sarat dengan kekerasan.

Jika melihat hal ini, ketika pendidikan nasional tengah diperingati, seharusnya kita maknai dengan baik, malah dinodai dengan tindakan yang sangat tidak menunjukkan karakter yang berpendidikan.

Hari pendidikan nasional rasanya saat yang tepat untuk kita mengoreksi kembali kualitas pendidikan nasional kita. Salah satu upaya yang bisa kita lakukan untuk memaknai peringatan ini adalah melalui pendidikan karakter.

Pendidikan karakter saat ini memang sudah masuk ke dalam daftar kurikulum pendidikan kita, namun masih belum berjalan dengan baik. Diharapkan dengan memahami lebih jauh pendidikan karakter, peringatan pendidikan nasional tidak lagi diwarnai dengan tindakan yang tidak sesuai dengan moral pendidikan.

Lalu apa pendidikan karakter itu? Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil.

Pendidikan karakter ini melibatkan banyak pihak, tidak hanya dari siswa, semuanya termasuk kurikulum, proses belajar mengajar dan komponen pendidikan itu sendiri.

Pendidikan karakter ini perlu ditekankan terutama dalam memaknai hari pendidikan nasional untuk kemajuan pendidikan di Indonesia di masa depan. Pendidikan karakter ini memiliki tujuan yang sangat konkrit, yaitu untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.

Di mana pendidikan karakter ini nantinya yang akan mengarahkan pencapaian pembentukan karakter anak didik secara utuh dan seimbang. Dengan demikian, para siswa diharapkan mampu membawa dirinya berdasarkan dari karakter yang telah terbentuk kuat dalam dirinya melalui pendidikan karakter.

Menekankan pendidikan karakter dalam proses belajar mengajar di sekolah dipandang sebagai suatu cara yang efektif untuk memperbaiki karakter pendidikan kita yang sudah tidak sesuai lagi tujuan pendidikan.

Kita juga harus ingat bahwa, masing-masing individu itu memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda-beda. Jika tidak bisa dijembatani dengan baik, bukan tidak mungkin karakter negatif dalam diri seseorang akan terus mencuat ke permukaan. Jangan sampai peringatan ini hanya menghiasi kalender saja, tetapi terpatri dalam hati.

Meningkatkan Kualitas Pendidikan melalui Hari Pendidikan Nasional

Idealnya kita selalu meningkatkan kualitas pendidikan kita setiap saat, tidak hanya pada saat hari pendidikan nasional. Ada banyak hal positif yang bisa kita lakukan untuk memaknai hari pedidikan nasional selain dari meningkatkan pendidikan karakter. Terutama segi kualitas pendidikan kita yang masih banyak berbenah diri.

Kita pasti ingin melihat tujuan pendidikan nasional itu tercapai bukan? Nah, jika begitu sudah saatnya sekarang kita bangkit memperbaiki kesalahan yang ada di dunia pendidikan kita.

Hari pendidikan nasional kita jadikan sebagai batu loncatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air tercinta ini. Supaya tujuan pendidikan bisa bisa rasakan, diperlukan kerjasama dari banyak pihak untuk mewujudkannya, terutama piha sekolah dan orang tua di rumah.

Apa saja yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan? Berikut beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam kaitannya dengan kualitas pendidikan:

•Selama ini kita hanya fokus pada hasil bukan proses dari belajar mengajar. Fokus utama pendidikan kita hanya sebatas bagaimana siswa bisa mendapatkan nilai yang tinggi sehingga kita mengabaikan faktor internal dalam diri siswa yang bisa menujukkan prestasinya.

•Kurangnya daya saing siswa terutama dalam penguasaan dan aplikasi pengetahuan. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya disiplin diri dalam diri siswa, ditambah dengan minimnya perhatian guru terhadap bakat-bakat siswa.

•Keberhasilan siswa hanya diukur dari berapa besar nilai yang diperolehnya. Demikian juga halnya kepandaian siswa hanya diukur dari seberapa baik mereka menguasi pelajaran atau materi, sedangkan aspek sosialnya tidak diperhatikan. Hal inilah yang membuat siswa cenderung menjadi arogan dan apatis.

•Faktor kesejahteraan guru yang masih minim, menjadi pemicu kekurang konsistenan kinerja guru. Selain mengajar, mereka harus membagi pikiran untuk memenuhi kebutuhan mereka sehingga terkadang suka lalai dengan kewajibannya.

•Sarana dan prasarana pendidikan yang masih kurang merata di Indonesia, terutama di daerah pelosok. Sarana dan prasarana lebih banyak diutamakan pada sekolah yang mudah diakses saja sehingga perbedaannya sangat kontras.

•Arus informasi yang begitu cepat dan mudah di akses saat ini di satu sisi membawa pengaruh yang positif, tetapi di sisi yang lain menjerumuskan. Terutama informasi yang ada dalam media massa dan internet.

Demikianlah sekilas uraian tentang memaknai hari pendidikan nasional. Berdasarkan uraian tersebut, ternyata masih banyak hal-hal yang harus kita perbaiki demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Peran Jasa Lingkungan
  • Selamatkan Ekosistem Hutan Indonesia
  • Materi Pramuka - Materi Dunia Kepanduan
  • Akibat Penebangan Hutan Secara Liar
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA