Hari Valentine: Memperingati Kasih Sayang Berdasarkan Tanggal

Indonesia merupakan sebuah negara yang memang terbilang mudah menerima segala pengaruh dari luar. Kemajuan teknologi serta kebudayaan adalah dua hal yang cukup menggambarkan betapa Indonesia adalah negara yang mudah menerima pengaruh dari luar. Salah satu contoh kebudayaan luar yang mudah diterima dan sepertinya sudah dianggap menjadi kebudayaan Indonesia adalah perayaan hari valentine.
Hari valentine yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai hari kasih sayang adalah kebudayaan milik masyarakat Barat. Setiap tahunnya, hari valentine dirayakan pada 14 Februari. Di hari ini, semua orang merayakan kasih sayangnya terhadap sesama. Bunga dan cokelat akan menjadi barang yang laris manis di hari itu.
Sejarah Hari Valentine
Pemberian nama valentine mengacu pada seorang Kristiani bernama Santo Valentine. Pemprakarsa dirayakannya hari valentine ini adalah Pasu Gelasius 1. Di hari itu, semua pecinta diberi waktu untuk mengungkapkan rasa cintanya pada orang yang dicintainya dengan memberikan bunga, memberikan kembang gula, dan mengirim berbagai kartu ucapan yang cantik.
Di awal abad pertengahan, cerita mengenai Santo Valentine diuraikan dengan jelas dalam Legenda Aurea. Menurut legenda itu, Santo Valentine dituntut sebagai seorang Nasrani dan diinterogasi oleh Kaisar Romawi Claudius II. Kaisar Romawi itu terkesan dengan Valentine. Ia menawarkan untuk mengonversikan ajaran nasrani ke paganisme, tapi Santo Valentine menolaknya.
Santo Valentine yang menolak permintaan Kaisar Romawi tersebut kemudian dieksekusi. Sebelum dieksekusi, Valentine menunjukkan mukjizatnya dengan menyembuhkan kebutaan yang diderita oleh putri sipir penjara. Sebelum dieksekusi, Valentine juga menulis sebuah kata-kata di kartu valentine yang pertama. Kata-kata tersebut konon ditujukan untuk gadis buta tersebut.
Valentine, Pernak-pernik dan Cerita
Hari valentine selalu identik dengan simbol-simbol cinta. Sebuah simbol modern hadir mengiringi tradisi hari valentine yang terus dirayakan hingga kini. Simbol-simbol berupa kartu berbentuk hati dan gambar cupid bersayap. Simbol-simbol tersebut mulai marak dikenal pada abad ke-19. Perayaan tradisi menggunakan kartu ini merupakan tradisi kedua terbesar setelah perayaan natal.
Tradisi bertukar kartu a la masyarakat Amerika Serikat meluas sejak abad ke-20. Pemberian berbagai simbol-simbol valentine menjadi sebuah tradisi bagi masyarakatnya. Perlahan dan pasti, pemberian simbol-simbol valentine ini diganti menjadi berlian. Promosi menghadiahkan berlian pun mulai dipromosikan.
Masih menurut tradisi di Amerika Serikat, pasangan yang berkencan di hari valentine dapat diartiken memiliki hubungan yang cukup serius. Hal-hal yang bisa diucapkan pada saat hari valentine adalah perasaan sayang yang dimiliki oleh seorang pria untuk teman wanitanya, ataupun sebaliknya.
Berbeda Amerika Serikat, berbeda juga dengan negara-negara lain. di Jepang dan Taiwan, misalnya. Kedua negara itu merayakan hari valentine dengan tradisi yang unik. Di negara Jepang, yang berkewajiban memberi cokelat adalah wanita. Para wanita harus menyediakan banyak cokelat untuk dibagikan ke teman-teman prianya, baik teman yang spesial maupun teman biasa.
Untuk di Indonesia, tradisi merayakan valentine terbilang tidak ada yang istimewa. Mereka yang merayakan biasanya adalah kalangan anak muda. Jika mau dipahami lebih lanjut, perayaan valentine bukan hanya pada tanggal 14 Februari. Perayaan valentine juga bukan saja untuk saling memberikan kasih sayang antara Anda dan pasangan. Berbagi kasih sayang dengan orang-orang yang membutuhkan adalah salah satu bentuk kasih sayang antarsesama manusia.






