Harry Potter 7, Kisah Penutup Berdaya Magis

Siapa tak kenal tokoh Harry Potter? Si penyihir muda yang menjadi tumpuan kaum sihir dari teror Lord Voldemort, penyihir hitam yang ingin membawa dunia ke dalam kegelapan. Petualangan Harry Potter dan kawan-kawannya ditulis dalam seri novel karya J.K. Rowling yang terdiri atas tujuh buku. Harry Potter barangkali buku cerita tersukses dan terlaris karena mampu membius jutaan pembaca di seluruh dunia.
Berkat kepopulerannya, tidak heran jika kisah Harry Potter kemudian dituangkan ke dalam film layar lebar. Enam film pertama, semuanya sesuai dengan cerita buku pertama hingga keenam, telah dibuat dan diluncurkan ke pasaran. Semuanya meraih sukses dan mendapat sambutan yang sangat baik dari penikmat film. Masing-masing adalah Harry Potter and the Sorcerer’s Stone, Harry Potter and the Chamber of Secret, Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, Harry Potter and the Goblet of Fire, Harry Potter and the Order of Phoenix, dan Harry Potter and the Half-Blood Prince.
Harry Potter and the Deathly Hallows adalah seri ketujuh dan penutup dari rangkaian novel Harry Potter. Bukunya dirilis pada 21 Juli 2007. Kejadian-kejadian di dalam buku ini menggambarkan konfrontasi final antara Harry Potter dan musuh terbesarnya, Lord Voldemort. Kesuksesan buku ini terlihat dari angka penjualan pada 24 jam pertama setelah peluncurannya yang mencapai 15 juta kopi.
Film ketujuh pun siap menyempurnakan akhir dari kisah Harry Potter. Rencananya, Harry Potter and the Deathly Hallows versi layar lebar akan ditayangkan dalam dua bagian. Bagian pertama akan diluncurkan pada 19 November 2010, sementara bagian kedua pada 15 Juli 2011. Tahap pascaproduksi telah diselesaikan pada 12 Juni 2010.
Dibagi Dua
Produser David Heyman menyatakan bahwa Harry Potter and the Deathly Hallows diperlakukan sebagai satu film, tetapi dirilis terpisah supaya cerita dalam buku bisa dituangkan secara lengkap tanpa diperpendek. Masing-masing bagian akan tersedia dalam bentuk 3 Dimensi dan 2 Dimensi.
Sutradara yang dipercaya membuat film ini adalah David Yates, yang juga menyutradari seri kelima dan keenam. Peran Harry Potter tetap dipegang oleh Daniel Radcliffe, aktor Inggris berbakat yang sangat identik degan tokoh penyihir muda berkacamata itu. Emma Watson dan Rupert Grint pun tetap memainkan karakter Herminone Granger dan Ron Weasley seperti pada film-film sebelumnya.
Selain peran-peran utama, film Harry Potter ketujuh ini juga dimeriahkan pemain-pemain lain yang menjadi tokoh-tokoh penting, seperti Robbie Coltrane sebagai Rubeus Hagrid, Alan Rickman sebagai Severus Snape, Tom Felton sebagai Draco Malfoy, Maggie Smith sebagai Minerva McGonagall, dan Michael Gambon sebagai Albus Dumbledore. Meski telah diceritakan meninggal dalam seri keenam, tokoh Dumbledore tetap muncul dalam beberapa penampilan.
Skenario film dikerjakan oleh Steve Kloves, sebagaimana dalam seri-seri sebelumnya. Kloves mengikuti arahan langsung dari Rowling, meskipun ia mendapat keleluasaan untuk melakukan pengembangan. Namun, Rowling memintanya untuk tetap setia pada cerita sesuai buku.
Menghancurkan Horcux
Harry Potter and the Deathly Hallows akan melanjutkan perjuangan Harry, dibantu Ron dan Hermione, dalam mencari dan menghancurkan kepingan-kepingan jiwa Lord Voldemort. Kepingan jiwa tersebut disebut horcrux. Sebelum kematiannya, Dumbledore memberitahu Harry bahwa kemungkinan terdapat tujuh buah horcrux yang tersimpan dalam benda-benda sihir peninggalan para pendiri Hogwarts dan di beberapa tempat lain. Sebelum seluruh horcrux dihancurkan, Lord Voldermort tidak bisa dibunuh. Oleh karena itu, tugas ini sangat penting bagi Harry.
Harry, Ron, dan Hermione pun meninggalkan tahun terakhir mereka di Sekolah Sihir Hogwarts demi menemukan Hogwarts. Dalam pencarian, mereka bertarung dengan para Pelahap Maut, menghadapi ular Lord Voldermort, dan mengetahui kisah Benda-benda Kematian (Deathly Hallows) yang dipercaya sebagai benda-benda sihir terkuat. Mendekati akhir cerita, pertarungan besar-besaran antara dunia sihir putih dan hitam pun berlangsung di Hogwarts yang berpusat pada duel Harry dan Voldemort.






