Hasil Belajar, Biasa dan Luar Biasa!
Ilustrasi hasil belajar
Manusia adalah makhluk yang akan terus-menerus berinteraksi dan tentunya berkembang dari pembelajaran yang telah ia lakukan. Terkadang sadar atau mungkin tidak sadar, segala macam aktivitas yang saat ini kita lakukan adalah sebuah hasil kumulatif dari hasil belajar manusia terhadap berbagai aspek yang ada di dunia.
Dengan terus-menerus dengan belajar akan membuat manusia berkembang dan semakin berkembang karenanya tidak mengherankan jika manusia zaman sekarang berbeda dengan zaman yang telah lalu dan manusia zaman yang akan datang pun akan berbeda dengan manusia di zaman sekarang.
Ini adalah sebuah kewajaran karena memang pada dasarnya manusia akan senantiasa berkembang dan terus berkembang, hanya saja perkembangan yang terjadi akan berbeda-beda dan ini tergantung pada kemampuannya untuk belajar kemudian menerapkan dan mengiplementasikan proses belajar yang ada padanya untuk mengembangkan dirinya.
Biasanya kita seringkali terpaku pada pengertian proses belajar yang sering diartikan sebagai pendidikan di bangku sekolah sehingga muncul berbagai macam slogan salah satunya seperti, “Bukan belajar namanya kalau belum sekolah!”
Sebenarnya mengartikan proses belajar hanya terjadi pada bangku sekolah, kuliah, dan seterusnya adalah sebuah penyempitan makna dari belajar itu sendiri. Jika kita definisikan secara sederhana, belajar adalah sebuah proses di mana yang awalnya tidak tahu menjadi tahu, tidak mengerti menjadi mengerti, dan sebagainya untuk mencapai suatu hasil yang optimal.
Jelas sekali proses belajar tidak hanya berasal dari bangku sekolah, hanya sekadar melihat, mendengar, dan di sana terjadi perubahan keadaan dari keadaan yang tidak tahu menjadi tahu. Itulah yang dinamakan proses belajar.
Untuk itu, kita pun tidak bisa menyempitkan makna belajar hanya sebatas pada aktivitas-aktivitas akademik yang lazim kita pikirkan seperti yang telah disebutkan di atas. Pada faktanya, proses belajar sangat variatif, bahkan bisa jadi unik. Hal paling utama yang menyebabkan keunikan dari belajar adalah ketika ia berasal dari sebuah pengalaman yang bisa dipastikan belum tentu semua orang mengalami atau mendapatkan pengalaman yang sama.
Jika hanya sekadar pengetahuan dari bangku sekolah, tentu semua orang bisa mendapatkannya, tetapi berbeda halnya dengan hasil belajar yang berasal dari sebuah pengalaman maka sudah bisa dipastikan akan berbeda di masing-masing orang dan juga belum tentu bisa didapatkan oleh orang lain.
Hasil Belajar Tipe Akademik
Tipe ini mungkin adalah tipe yang paling lazim pada siklus kehidupan manusia. Tipe yang menganggap belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang biasa dilakukan di sekolah maupun universitas. Di luar itu, kegiatan belajar mengajar pun bisa di dapat dari berbagai kursus yang kemudian memberikan beberapa pelatihan khusus terkait apa-apa yang kemudian diperlukan oleh pelanggan.
Sayangnya, terkadang belajar dari bidang akademik ini tidak sesuai dengan yang diharapkan. Maksudnya adalah hasil belajar yang berasal dari kegiatan ini, kadang kala tidak sebanding dengan apa yang kemudian diberikan bahkan dilakukan pada saat kegiatan belajar mengajar.
Banyak orang yang kemudian kuliah dengan jurusan tertentu, tetapi hal itu tidak lah menjamin dirinya akan bekerja di masa depan dengan jurusan yang mana ia melakukan kegiatan belajar mengajar di sana. Selain itu, bagaimana tuntutan akademik ketika kegiatan belajar mengajar ternyata tidak cocok dengan hasil yang diinginkannya. Di sisi lain, tidak bisa hanya menyalahkan orang-orang yang kemudian didefinisikan ketika hasil belajar yang ada pada dirinya ternyata tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan ketika mulai memasuki kegiatan belajar mengajar.
Karena sistem pembelajaran, cara penyampaian, materi, teknis, dan seterusnya sangat memengaruhi hasil belajar pada akhirnya nanti. Jika menilik pada sistem pendidikan yang ada saat ini, sepertinya tidak berlebihan jika kita mengatakan bahwa sistem pendidikan saat ini hanya membentuk manusia seperti layaknya robot atau alat produksi.
Manusia pada zaman ini, dituntut untuk membekali dirinya dengan berbagai macam kemampuan dan ditakut-takuti akan mengerikannya dunia atau masa depan dirinya ketika dia tidak serius di bangku pendidikan. Entah itu masa depannya suram, tidak mendapat pekerjaan, dan lainnya.
Pemikiran dari manusia yang saat ini penuh dengan materi tentunya sangat menghindari hal itu terjadi, logika sederhana yang kerap kali mereka pakai adalah masa depan yang suram karena tidak ada biaya yang besar atau materi uang untuk hidup. Kenapa tidak ada materi yang besar? Karena tidak bisa kerja dengan penghasilan yang luar biasa.
Mengapa kemudian tidak bisa kerja dengan penghasilan yang besar? Karena kemampuan akademik yang terbatas. Untuk menghindari kemampuan akademik yang terbatas sehingga menyulitkan nantinya di masa depan maka manusia tidak segan-segan untuk mempertaruhkan seluruh hidupnya untuk mendapatkan hal ini.
Belajar, belajar, belajar, dan terus belajar tanpa mengingat lagi peranan lain dari diri mereka sendiri dalam kehidupan ini. Peran lain yang bahkan sesungguhnya hasil belajar yang di dapat dari sini lebih berguna dalam hidup daripada hasil belajar yang didapatkan pada proses akademik tadi.
Orang-orang sukses di dunia telah membuktikan bahwa kesuksesan bukanlah ditentukan dari tingginya nilai, IPK, kemampuan akademik, dan seterusnya. Bill Gates misalnya, salah satu dari orang terkaya yang ada di dunia, menelurkan ide-ide tentang komputer dengan Microsoft miliknya. Bill gates tidak bersekolah, ia keluar dari aspek akademik ini semenjak ia berada pada bangku sekolah dasar, ia katakan bahwa aktivitas seperti ini adalah aktivitas yang kemudian membuang waktu dan tidak berguna.
Kemudian, dia membuktikan pada dunia bahwa ia berhasil menjadi orang yang luar biasa walaupun ia tidak memiliki hasil belajar dari dunia akademik seperti layaknya kebanyakan orang. Jikalau memang akademik menentukan keberhasilan seseorang di masa depan maka mengapa seseorang seperti Bill Gates yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan bidang akademik bisa berhasil?
Tentu ini menjadi indikasi walau bukan akademik saja yang menentukan keberhasilan seseorang bahkan pada kasus dan kondisi tertentu ia sama sekali tidak berguna walau bukan berarti kita harus membuangnya sama sekali. Memang masih perlu tapi bukan menjadi satu-satunya dalam menentukan keberhasilan seseorang, ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan pula.
Hasil Belajar Tipe Pengalaman
Inilah sesuatu yang sangat unik dan belum tentu ada pada setiap diri manusia. Namun begitu, justru ini menjadi hal yang sangat penting pada diri manusia. Hal ini terjadi karena tidak semua manusia mengalami hal yang sama dalam kehidupannya, tidak semua manusia pula yang kemudian mengalamipengalaman dan skenario hidup yang sama.
Hanya saja, sesuatu yang bisa dipastikan adalah bahwa skenario hidup, pengalaman, dan lainnya menyimpan proses belajar yang jauh lebih luar biasa dari sekedar proses belajar mengajar pada akademik. Karena proses belajar ini sangat luas dan tidak terjadi hanya di waktu-waktu tertentu saja, tapi di setiap waktu. Berada di mana pun, kapan pun, dan dalam keadaan apapun maka selalu terjadi proses belajar di sana.
Jika berbicara mengenai hasil belajar dari proses belajar dari pengalaman ini pun terbilang luar biasa, hasilnya bisa dipastikan akan sangat berpengaruh pada kehidupan seseorang, sedikit ataupun banyak. Bermacam-macam pengetahuan bisa didapatkan, seperti misalkan kedewasaan, kebijaksanaan, manajemen diri, dan lainnya. Yang mana hal ini memang hanya bisa didapatkan dari proses belajar melalui pengalaman tadi.
Hanya saja tidak semua orang yang kemudian bisa mendapatkan hasil belajar yang tepat ketika berbicara apa yang diberikan oleh hidup. Hal ini karena jika memang prestasi belajar ingin didapatkan maka kita harus melakukan satu proses pemikiran untuk kemudian memikirkan berbagai macam skenario kehidupan, pengalaman yang masuk pada diri kita. Walau bukan berarti tidak mungkin. Hal ini bisa dilakukan oleh siapapun.
Syaratnya asalkan dia mau berpikir dan berpikir terhadap berbagai macam pengalaman, skenario hidup yang menghampirinya. Ketika itulah, ia akan mendapatkan sebuah hasil belajar yang sungguh sangat luar biasa. Pada akhirnya semua kembali kepada diri kita masing-masing, yang manakah yang ingin kita dapatkan.
Life is choice, pilihlah cara belajarmu!

