Kenali Gejala dan Penyakit yang Menyerang Hati!
Ilustrasi hati
Organ hati merupakan organ visceral (dalam) terbesar yang terletak di dalam tubuh. Hati merupakan organ yang memiliki beragam fungsi yang berguna untuk melancarkan sistem pencernaan tubuh. Sebagian besar masanya terletak di dalam daerah hypochondriac dan epigastric sebelah kanan. Organ berwarna kecokelatan ini salah satu organ terbesar yang dimiliki oleh tubuh.
3 Fungsi Hati
Fungsi hati dapat dibagi ke dalam 3 bagian besar, yakni metabolic regulation, hematological regulation, dan bile regulation.
1. Fungsi Hati - Metabolic Regulation
Seperti layaknya ruang pembersihan, hati berperan dalam membersihkan “kotoran” yang ada dalam makanan. “Kotoran” di sini bermakna zat-zat yang berbahaya bagi tubuh seperti racun yang seringkali masih ada di dalam makanan.
Sari-sari makanan yang masuk tersebut tidak terbatas pada karbohidrat. Hati akan meregulasi/menawar semua sari makan yang mampir ke daerah kekuasaannya seperti lipid dan asam amino. Hal itu dilakukan sebelum nantinya sari makanan tersebut diedarkan ke seluruh tubuh melalui peredaran darah.
“Remah-remah makanan” akan melalui pintu masuk hepatic portal system yang kemudian masuk ke dalam ruangan hati. Sel-sel yang terdapat dalam hati terus mengecek sari makanan yang masuk. Bila level metabolit sari makanan berlebih, hati akan menyimpan kelebihannya.
Begitu juga sebaliknya, bila level metabolit hati tersebut kurang dari level yang diinginkan, akan dilakukan penyesuaian dengan menambahkan kadar metabolit tersebut yang berasal dari kelebihan sari makanan yang disimpan dalam hati. Selain itu, akan dilakukan juga proses sintetik terhadap zat-zat makanan tertentu apabila memang dibutuhkan.
Selain itu, tugas sel-sel hati adalah mengecek apakah terdapat “zat-zat asing” yang tidak diharapkan oleh tubuh, seperti racun dan sisa metabolisme. Racun dan sisa metabolisme tersebut akan diperiksa, dipisahkan, dan ditawar oleh hati sehingga tidak lagi berbahaya bagi tubuh.
Pada akhirnya, hati akan memisahkan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K. Vitamin-vitamin tersebut diserap dan juga disimpan di dalam hati.
2. Fungsi Hati - Hematological Regulation
Selain berperan dalam peredaran sistem pencernaan, hati juga berperan pada sistem transportasi darah. Peran tersebut tidak memaksa hati untuk ikut dalam barisan organ yang termasuk dalam sistem transportasi tentu saja. Peran hati dalam sistem transportasi di sini lebih kepada konsumsi darah yang beredar.
Hati merupakan “konsumen” terbesar darah yang dipompa oleh jantung. Hampir 25% darah hasil keluaran jantung akan masuk ke dalam hati. Oleh karena itu, bisa dikatakan hati merupakan reservoir terbesar darah di dalam tubuh.
Ketika darah masuk ke dalam lapisan sinusoid hati, darah akan diperlakukan istimewa oleh hati. Sel phagocytic dalam hati akan menghilangkan sel-sel RBc yang sudah tua atau rusak, cellular debric, dan patogen yang dihasilkan selama proses sirkulasi. Selain itu, sel-sel hati akan melakukan proses sintesis plasma protein yang berkontribusi terhadap peristiwa osmosis darah dan transportasi sari-sari makanan.
3. Fungsi Hati - Bile Regulation
Peran hati lainnya yang cukup penting adalah produsen empedu. Empedu dihasilakan oleh hati dan disimpan di gallbladder yang pada akhirnya diekskresikan ke usus dua belas jari. Komposisi terbesar hati adalah air, cairan bilirubin, lemak (yang dikenal dengan garam empedu), dan sedikit ion.
Air dan ion berperan dalam mencairkan asam yang akan masuk ke dalam usus kecil. Garam empedu dikenal sebagai pemecah lemak menjadi asam lemak. Asam lemak itulah yang kemudian diedar diserap oleh tubuh.
Fungsi Hati secara Garis Besar
Secara garis besar, fungsi hati dapat dibagi ke dalam dua bagian besar yakni fungsi metabolisme pencernaan dan fungsi lainnya. Berikut ini penjelasan fungsi-fungsi tersebut.
1. Fungsi Hati - Fungsi Metabolisme Pencernaan
- Mensintesis somatomedins.
- Mensintesis dan mensekresikan empedu.
- Menyimpan kelebihan glikogen dan lemak.
- Mengontrol dan merawat kadar glukosa, asam amino, dan asam lemak yang ada dalam darah.
- Mensintesis dan mengubah berbagai macam zat/sari makanan.
- Menawar racun yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan.
- Menyimpan kelebihan ion besi.
- Menyimpan vitamin yang larut dalam lemak seperti Vitamin A, D, E, dan K.
2. Fungsi Lain dari Hati
- Mensintesis plasma protein.
- Mensintesis hormon angiotensinogen.
- Phagocytosis dari sel-sel darah merah yang rusak pada sel Kupffer.
- Reservoir darah.
- Menyerap dan memecah hormon insulin, epinephrine, dan immunoglobulin.
- Menyerap dan menonaktivasi obat yang larut dalam lemak.
Kenali Gejala Penyakit Hati
Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan fungsi vital yang diemban oleh hati. Sebagai salah satu regulator, tentu hati mempunyai pengaruh yang sangat bersar terhadap kinerja tubuh secara keseluruhan. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah fungsinya sebagai penawar racun. Apa jadinya bila kinerja hati terganggu? Mudah ditebak bukan?
Tentu saja racun dengan sangat leluasa bisa beredar di seluruh tubuh. Karena fungsinya sebagai penawar racun, bisa dikatakan gejala-gejala yang disebabkan tidak “ditawarnya” racun ini menjadi ciri khas penyakit yang menyerang hati.
Berikut ini gejala-gejala yang biasanya timbul ketika hati seseorang terserang.
- Timbul warna kekuningan pada kulit.
- Urin cenderung berwarna gelap. Keadaan urin yang gelap ini menanakan bahwa racun belum tertawar sempurna oleh hati. Artinya hati mengalami gangguan kinerja.
- Warna tinja juga cenderung gelap.
- Nyeri pada tubuh bagian kanan atas.
- Mual, muntah, dan kadang disertai demam.
- Nafsu makan menurun bahkan cenderung hilang.
Setelah mengetahui gejala-gejala yang sering ditemui ketika seseorang terkena penyakit hati, timbul pertanyaan selanjutya. Apa saja yang menjadi penyebab seseorang terkena penyakit hati?
Faktor makanan tentu saja menduduki posisi pertama. Makanan yang kita cerna tentunya tidak serta merta bersih dan “aman” dikonsumsi. Perhatikan makanan yang Anda makan, apakah mengandung bahan pewarna atau pengawet? Bila ya, apakah pewarna atau pengawet tersebut masi tergolong aman?
Berikut ini sebab-sebab yang memperbesar peluang seseorang terkena penyakit hati.
- Banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet atau pewarna.
- Banyak mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan yang berbahaya bagi tubuh.
- Infeksi hati karena virus dan atau bakteri.
- Kelainan bawaan akibat faktor genetis.
Penyakit-penyakit yang Menyerang Hati
Pengetahuan Anda mengenai hati tak akan lengkap tanpa informasi seputar penyakit-penyakit yang sering menyerang hati. Tentunya, gejala-gejala yang timbul dari masing-masing penyakit akan berbeda satu sama lain. Namun, kemiripan gejala di antaranya telah dibahas pada bagian sebelumnya. Sama halnya dengan gejalanya, sebab-sebab yang menjadi awal penyakit hati pun akan berbeda dari satu penyakti dan penyakit lainnya.
Berikut ini contoh-contoh penyakit yang menyerang hati.
- Hepatitis. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyebabkan hati kehilangan kinerjanya. Salah satu gejala yang sering ditemui adalah berubahnya warna kulit dan mata menjadi kekuningan. Penyakit ini digolongkan menjadi hepatitis A sampai dengan E, bergantung kronis atau tidaknya kondisi dan virus yang menyerang.
- Sirosis. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh konsumsi berlebihan alkohol. Selain itu, penyakit ini sering juga disebabkan oleh virus hepatitis. Sel-sel perut akan menggantikan peran sel-sel alami hati. Pada akhirnya sel ini akan merusak kinerja hati.
- Hemokromatosis. Zat besi akan bermanfaat bagi tubuh bila sesuai dengan kadarnya. Namun bila kelebihan terjadi, maka tentunya akan menjadi masalah. Penyakit ini disebabkan karena berlebihnya zat besi yang ada di hati. Penyakit ini bersifat genetis. Artinya penyakit ini bisa diturunkan melalui mekanisme genetika.
- Kanker. Kanker yang dialami oleh hati dapat dibagi menjadi dua, yakni kanker primer dan kanker sekunder. Kanker primer bisa disebabkan oleh virus atau kelanjutan dari hepatitis atau sirosis. Bila sel-sel kanker timbul pada tumor, akan terjadi perkembangan sifat kanke hati. Kanker yang disebakan perkembangan sel kanker ini disebut dengan kanker sekunder.
- Galaktosemia. Sesuai dengan namanya, penyakit ini berhubungan dengan gula susu tertentu (galaktosa). Penyakit ini berhubungan dengan reaksi tubuh karena penolakan terhadap gula susu tertentu yang berakibat terganggunya kinerja hati.
***
Menjaga Suasana Hati
Seorang ibu yang telah mengandung anaknya selama kurang lebih 9 bulan memiliki keterikatan batin dan hati kepada anaknya. Kondisi hati dan psikologis sang ibu saat mengandung juga akan berpengaruh terhadap perkembangan janin yang ada dalam kandungannya.
Hati dan Usia
Pada fase usia seseorang setelah kelahiran akan disebut balita ( 0-5 th), setelah tumbuh menjadi anak-anak ( 6-12 th ), berlanjut pada usia remaja ( 13 – 17 th ) dan disebut usia dewasa setelah 18th ke atas. Usia 18th keatas adalah usia mencari jati diri dan menemukan prinsip sesuai kata hatinya.
Hati dan Perasaan
Hati dalam konteks ini dimaknai dengan kondisi emosi jiwa atau perasaan. Emosi jiwa bisa berupa amarah, rasa sayang, cinta kasih, dendam, iri dan dengki, bahagia, sedih dan perasaan lainnya. Hati dan perasaan adalah hal terdalam dari sisi manusia itu sendiri. Dan setiap diri manusia itulah yang paling mengetahui isi hatinya. Tak ada orang lain yang mampu mengetahui isi hati seseorang selain dirinya sendiri.
Emosi Jiwa tersebut akan sangat berpengaruh pada perilaku seseorang di dalam kehidupan sehari-harinya. Untuk itu diperlukan pengelolaan hati dari setiap pemiliknya yaitu pribadi itu sendiri. Karena emosi jiwa itu bersifat positif dan negatif maka ada kalanya mengikuti kata hati jika memang positif dan jika negatif kita harus mampu membuang hal negatif tersebut dalam diri kita.
Hati - Manajemen Hati dan Kiat Menjaga Hati
Mengelola emosi positif dan mengurangi emosi negatif tentu akan berdampak positif guna menciptakan ketenangan dan kedamaian hati. Penelitian menunjukkan selain pola hidup sehat ketentraman hati juga dapat memperpanjang umur dan mengurangi risiko sakit. Jika hati bersih dari emosi negatif maka otak akan lebih bekerja dengan baik yang berpotensi untuk menghasilkan ide-ide brilian dan kemampuan berpikir yang lebih baik daripada orang lain.
Tips Menjaga Hati
Berikut beberapa tips untuk menghilangkan emosi negatif dalam diri seperti iri, dengki, pemarah, berprasangka buruk dan lainnya yang akan banyak merugikan diri sendiri dan merusak hati:
- Tidak Banyak Bicara. Terlalu banyak bicara akan menjadikan hati kita keras. Berbicara seperlunya saja dan berbicara yang mendatangkan kebaikan. Menghindari pembicaraan yang berujung pada gibah, ngerumpi, membual dan sebagainya.
- Menjaga Emosi dan Nafsu. Menjaga emosi dan nafsu akan membuat hati menjadi lebih tenang. Salah satu caranya dengan berpuasa.
- Selalu Mengingat Allah Swt. Selalu mengingat Allah Swt akan membuat kita merasa takut untuk berbuat sesuatu yang tidak disukai Allah Swt bahkan dimurkai-Nya. Selalu mengingat bahwa kita akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita kepada-Nya.
- Bergaul dengan Orang Baik. Lingkungan sangat mempengaruhi sikap dan perilaku kita. Untuk itu kita harus pandai dalam memilih teman. Bukannya kita sombong dan pilih-pilih dalam berteman namun kita menilai dari sikap dan perilakunya.
Tips Mengelola Hati
Kenali Diri Sendiri
Pengenalan terhadap diri sendiri ini sangat penting bagi keberhasilan-keberhasilan seseorang akan masa depannya. Siapakah aku? Untuk apa aku diciptakan ? Apakah kelemahan dan kelebihannya. Jika seseorang tahu akan dirinya tentu dia tahu apa yang akan dilakukan untuk kebaikannya. Potensi-potensi positif dapat digali dan dikembangkan. Tidak sedikit orang yang masih bingung mengenali dirinya. Ada baiknya dapat mengikuti pelatihan motivasi atau tes psikologi untuk melihat kemampuan bakat maupun minat dalam diri. Selalu intropeksi diri dan memperbaiki diri sebelum memperbaiki dan melihat kekurangan orang lain.
Pembersihan Hati
Tidak mudah memang membersihkan hati dari emosi negatif. Ibarat debu yang ada dimeja karena tidak sering dibersihkan akhirnya menumpuk dan sulit dibersihkan. Begitu dengan hati ketika penyakit-penyakit hati tak lekas disembuhkan berdampak hati menjadi beku dan buta. Namun, dengan niat dan tekad insya allah kita dapat membersihkan hati kita dengan memulai kebiasaan-kebiasaan kecil yang positif.
Pengendalian Diri
Mengelola stres, mengelola waktu, mengelola perasaan membutuhkan suatu ketrampilan yang perlu diasah dalam pergaulan. Menjaga diri dari pergaulan dan berkomunikasi yang baik tentu akan membuat kondisi yang nyaman bagi diri dan lingkungan. Tentu suasana hati menjadi nyaman dan hidup pun terasa ringan.
Pengembangan Diri
Menjadi pribadi yang unggul dan berkualitas tentu harus dibangun dari diri bukan sekedar keinginan dari lisan saja namun harus ditunjukkan dalam sikap dan perbuatan. Setiap tindakan harus sesuai dengan hati. Memiliki kepercayaan diri dan kemauan untuk belajar dan berusaha keras tentu akan membuat diri menjadi lebih berkembang kearah yang lebih maju.
Curhat Meringankan Beban Hati
Selain hal diatas sebagai manusia terkadang kita tak sanggup menahan emosi yang ada dalam hati. Entah di saat sedih, disaat marah atau gembira kita ingin berbagi perasaan yang ada dalam hati kepada orang lain. Curhat atau curahan hati membuat hati menjadi lega. Agar curhat tidak menjadi bumerang bagi kita sendiri berikut beberapa tips curhat:
- Orang yang Tepat. Memilih orang yang tepat dan dapat dipercaya untuk mendengar curhat kita. Karna orang lain bisa lebih obyektif dan jernih dalam mendengar apa yang kita curhatkan.
- Tempat yang Cocok. Pilih tempat yang mendukung untuk curhat. Usahakan untuk menghindari tempat yang berisik dan ramai. Carilah tempat yang nyaman dan tidak ada orang lain yang mendengar selain orang pertama dan kedua. Suara hati adalah privasi dari pemilik hati.
- Waktu yang Tepat. Waktu yang tepat untuk curhat adalah saat mood sedang baik sehingga akan ada hasil yang positif dari curhat tersebut.
Penyakit-Penyakit Hati
Malas
Malas merupakan salah satu deretan penyakit yang menyebabkan hati menjadi kelam. Malas merupakan masalah mendasar manusia. Awalnya sikap malas tak begitu berdampak dengan hati. Namun akibat dari rasa malas akan menjadi persoalan yang mengakibatkan si empu hati menjadi kecewa dan sakit hati.
Pelit atau Kikir
Apa keuntungan bersikap kikir kepada orang lain yang membutuhkan. Sifat pelit timbul ketika manusia diberi kesempatan menerima rezeki-Nya namun dia tak ingat lagi kalau ada saudaranya yang kesusahaan dan tak mau berbagai. Kikir membuat hati menjadi beku. Sifat kikir merupakan salah satu pengaruh setan yang membuat sifat kasihan dan empati kepada orang lain sirna. Mata hati manusia terbutakan oleh harta dan kekayaan yang notabene harta itu milik Allah, namun sayangnya manusia yang hatinya tertutup oleh sifat kikir itu tak tahu apa yang dimilikinya hanyalah sementara. Perlu anda ketahui bahwa harta kita separonya merupakan hak orang fakir miskin.
Dengki atau Iri
Penyakit hati yang lain adalah dengki atau iri hati. Tak senang melihat orang lain bahagia, dan senang melihat orang lain susah. Dengki merupakan penyakit yang disebabkan oleh kemalasan, hati orang yang dengki hanya bisa membicarakan keburukan dari orang lain saja. Dengki dan iri merupakan penyakit hati yang sama. Hati yang tekontaminasi penyakit dengki obatnya hanya satu yakni berististigfar memohon ampun kepada Allah. Mohon dibersihkan hatinya dari penyakit iri dan dengki.
Sombong
Inilah penyakit hati yang berbahaya, sikap sombong, congkak merupakan penyakit yang selalu menghinggapi manusia hingga sekarang. Saat manusia diberi kesempatan menjadi orang sukses, ketika itu juga penyakit sombong mengancam hatinya. Saat roda kehidupan seorang manusia sedang menduduki rantai popularitas teratas biasanya cepat lupa daratan. Dia tak mau bertegur sapa dengan lingkungannya, hanya mau berbicara dengan teman selevelnya. Sukanya memilih-milih orang dan merendahkan derajat orang lain. Bisa dikatakan sombong merupakan penyakit keturunan dari Firaun. Penyakit sombong bisa di minimalkan dengan cara menjalankan perintah Allah yakni sholat dan istighfar, merendahkan diri dan saling menyapa dengan masyarakat sekelilingnya.
Demikianlah sedikit ulasan tentang bagaimana pentingnya menjaga hati, karena hati adalah rezeki terakhir yang diberikan oleh Allah Swt. Hati merupakan benteng terakhir guna berlindung dari penyakit akhlak. Hati yang baik akan menolong manusia di depan peradilan Allah Swt kelak.

