Waspadai Produk Makanan Olahan dari Hewan Gila
Ilustrasi hewan gila
Masih ingat kasus sapi gila beberapa tahun lalu yang sempat menghebohkan dunia? Kasus hewan gila ini sebenarnya terjadi di Amerika Serikat. Namun karena negeri Paman Sam itu merupakan produsen daging dan pengekspor berbagai produk sapi dan turunannya, maka ikut mempengaruhi negara-negara lain yang menerimanya. Salah satunya adalah Indonesia.
Sebelumnya, pada tahun 2001 kasus serupa terjadi di Kanada. Begitu juga pada tahun 1995, sapi gila melanda peternakan di Inggris. Setiap kali kasus seperti ini terjadi, dunia pun geger dan bersiap mengantisipasinya.
Apalagi yang diserang adalah hewan-hewan ternak yang merupakan makanan yang banyak dikonsumsi manusia. Termasuk produk turunannya maupun olahannya, seperti susu sapi dalam bentuk bubuk, daging kaleng atau cornet sapi, dan berbagai produk kemasan lainnya.
Misterius
Sapi gila atau mad cow merupakan jenis penyakit yang relatif misterius karena hingga kini belum diketahui secara pasti penyebabnya. Kasus hewan gila, seperti terjadi pada sapi, disebabkan atau dipicu oleh prion, yaitu protein yang menjadi menu makanan bagi sapi-sapi di Amerika Serikat.
Jeroan hasil sembelihan hewan ternak, umumnya diolah lagi untuk dijadikan sumber makanan hewan protein tinggi. Unsur dalam pakan hewan inilah yang memicu terjadinya penyakit sapi gila.
Selain menyerang sapi, prion umumnya juga menyerang hewan yang mempunyai lambung besar, seperti sapi, kambing, ataupun kerbau. Namun ada juga kajian yang menemukan bahwa prion terdapat pada hewan yang sudah terkena radang otak. Sehingga pakan ternak yang dibuat dari otak hewan yang sudah tidak sehat inilah yang memicu terjadinya sapi gila.
Waspada
Selain kasus sapi gila, konsumen di Indonesia beberapa kali dibuat geger dengan kasus-kasus yang menimpa hewan ternak. Seperti penyakit mulut dan gigi pada hewan ternak maupun flu burung yang menyerang hewan unggas. Konsumsi masyarakat yang cukup tinggi terhadap daging-daging hewan ternak dan unggas mendorong pemerintah untuk selalu waspada.
Karena itu langkah antisipasi yang seringkali dianjurkan adalah agar masyarakat berhati-hati sebelum membeli produk-produk daging dan olahannya, baik dari hewan ternak maupun hewan unggas. Produk-produk olahan yang diimpor juga harus diwaspadai.
Pemerintah belakangan juga telah membatasi impor pakan ternak untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hewan gila. Mungkin kasus ini memberikan pelajaran agar Anda lebih memilih produk dalam negeri yang lebih terjaga dan terawasi.

