logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Binatang Peliharaan    Hewan Langka    Jenis Hewan Langka

Hewan Langka Dan Habitatnya


Ilustrasi hewan langka dan habitatnya

Jumlah hewan langka saat ini semakin bertambah. Diperlukan suatu penanganan khusus dari badan/lembaga yang menangani permasalahan hewan langka dan habitatnya untuk mencegah kepunahan hewan-hewan langka tersebut. Berikut disajikan beberapa jenis dari hewan langka dan habitatnya.

Panda Merah

Satwa yang satu ini tergolong ke dalam kelas mamalia. Panda merah atau Ailurus fulgens merupakan hewan pemakan daging atau karnivora. Ciri-cirinya adalah memiliki bulu yang tebal berwarna kecoklat-coklatan. Panda merah banyak ditemukan di wilayah Asia Tengah, seperti di Cina, India, Bhutan, Pegunungan Himalaya, Nepal, Myanmar, dan Laos.

Berdasarkan data yang diperoleh dari badan/lembaga yang menangani hewan langka dan habitatnya, populasi panda merah saat ini semakin berkurang dan terancam punah. Hal ini dikarenakan perbuatan manusia yang sering memburu satwa ini untuk diambil bulunya.

Trenggiling

Trenggiling banyak ditemukan di Asia Tenggara, seperti Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Hewan ini memiliki sisik besar yang tersusun rapi seperti perisai. Sisik-sisik ini juga berfungsi sebagai pelindung dari ancaman yang datang. Biasanya ketika diganggu, hewan yang satu ini akan menggulungkan dirinya sehingga mirip seperti bola.

Trenggiling merupakan hewan pemakan serangga, seperti rayap dan semut. Hewan ini sering menjadi incaran manusia, karena harga jual dagingnya yang tinggi di pasaran baik lokal maupun internasional.

Selain dagingnya yang mahal, kulit trenggiling juga dapat digunakan sebagai bahan pembuat kosmetik, sebagai obat kuat, serta sebagai bahan untuk pembuatan narkoba (shabu-shabu).

Pesut Mahakam

Mungkin tak banyak yang mengenal satwa yang satu ini. Pasalnya sejak tahun 2007, hewan ini menempati urutan tertinggi yang terancam punah yaitu hanya tinggal sekitar lima puluh ekor saja di perairan Tanah Air.

Pesut mahakam merupakan jenis lumba-lumba yang hidup di air tawar. Hewan ini hanya terdapat di Sungai Irrawady, Sungai Mekong, dan Sungai Mahakam (Indonesia). Keberadaan populasi Pesut Mahakam semakin berkurang.

Beberapa faktor penyebabnya adalah karena habitatnya yang terganggu, terbatasnya sumber makanan seperti udang dan ikan, serta lalu lintas sungai Mahakam yang ramai juga turut menyebabkan satwa yang satu ini terancam punah.

Tapir Sumatera

Tapir Sumatera ini adalah hewan penyendiri. Hewan ini selalu menjelajah jalur yang besar sebagai daerah kekuasaannya. Hewan dari Sumatera ini bisanya mencari makanan berupa umbi dan rumput-rumputan.

Selain itu, hewan ini bergerak sangat pelan tetapi juga bila merasa terancam dengan binatang lain hewan ini juga bisa berlari cepat meskipun badannya besar. Hewan ini bisa membela dirinya dengan giginya yang tajam dan rahang kuat bila menggigit.

Karena habitatnya hampir punah dan telah hilang sebagian besarnya, maka habitatnya tersebut menjadi perkebunan di Sumatera. Hewan iniadalah jenis hewan herbifora. Hewan ini pemakan rerumputan dan dedaunan di hutan.

Ciri khas dari binatang ini hidungnya panjang yang sedikit mirip belalai gajah. Setiap berjalan pasti batang hidungnya selalu ada di tanah. Hewan khas Sumatera ini tubuhnya berwarna hitam dan putih. Bagian depat tubuhnya berwarna hitam, sedangkan bagian badan belakangnya berwarna putih. Mungkin kalau saja dilihat secara nyata, hewan ini sangat unik.

Selain itu, jemari kaki hewan ini pun mempunyai ciri khas. Pada kaki depan terdapat empat jari dan kaki belakangnya tiga jari. Telapak kakinya juga hampir mirip dengan kaki badak sumatera.

Jejak kaki dewasa panjangnya kira-kira 220 mm dan lebarnya 240 mm dan kaki belakangnya hampir 127-220 mm dengan panjang sekitar 113-180 mm. Dengan kaki depan yang lebih pendek dan badannya yang besar, hewan ini bisa berlari cepat dan bisa berenang dengan cukup lama.

Belakangan ini, populasinya sangat berkurang. Binatang ini terancam punah karena adanya penebangan-penebangan hutan oleh manusia sehingga hutan gundul mengakibatkan banjir. Habitat-habitat binatang yang ada di hutan pun banyak yang mati.

Populasi hewan yang biasa disebut dengan tenuk ini pun bisa berkurang karena ulah penebangan hutan yang tidak bertanggung jawab sehingga banyak populasi hewan di Indonesia yang punah.

Maka dari itu, kita harus menjaga kelestarian hutan tersebut agar hutan terlihat asri dengan binatang-binatang yang ada di hutan tersebut, dan pertumbuhan binatang yang ada disekitar hutan pun bertambah banyak.

Suaka margasatwa ditunjuk sebagai kawasan penting bagi perlindungantunik yang hampir punah tersebut. Bukan hanya binatang yang tenar saja yang dilindungi seperti gajah, badak dan harimau, tetapi tenuk juga salah satu binatang satwa yang dilindungi karena kepunahannya.

Hewan ini berkembang hingga sepanjang 1,8 sampai 2,4 m dan 8 kaki, dengan tinggi 90 sampai 107 cm, dengan berat 250 sampai 320 kg, bahkan berat mereka dapat mencapai 500 kg. Tenuk betina sumatera ini biasanya lebih besar daripada jantan.

Seperti jenis lain, ekornya pendek gemuk serta belalai yang panjang dan lentur. Di tiap kaki depannya terdapat empat kuku dan di tiap kaki belakangnya ada tiga kuku. Indera penglihatan hewan ini agak buruk, namun indera pendengarannya dan penciuman tajam.

Harimau Sumatra

Dalam kelompok hewan dan tumbuhan langka, ada satu kucing raksasa yang dikenal sebagai hewan langka. Harimau Sumatra merupakan hewan yang dilindungi. Keberadaannya hanya ditemukan di Pulau Sumatra di Indonesia.

Sebagai satu dari enam subspesies harimau yang masih ada hingga saat ini, hewan langka ini menjadi satu dalam daftar merah spesies yang terancam punah oleh Lembaga Konservasi Dunia IUCN. Tercatat bahwa populasinya yang diperkirakan masih berkisar antara 400-500 ekor kini semakin sedikit dan hidup di taman-taman nasional di Sumatra.

Ciri-ciri dari harimau Sumatra ini adalah warnanya yang paling gelap jika dibandingkan dengan semua subspesies harimau lainnya. Panjang harimau Sumatra jantan sekitar 92 inci dan berat 300 pound atau sekitar 140 kg. Tinggi harimau jantan ini mencapai 60 cm. Harimau betinanya memiliki tubuh lebih kecil dengan panjang 78 inci serta berat sekitar 91kg.

Ukurannya yang kecil membuat harimau ini sangat lincah ketika menjelajahi rimba. Bahkan, pada sela-sela kakinya terdapat selaput  yang membuatnya mampu untuk berenang serta memojokkan musuhnya hingga berada di ujung sungai.

Kelangkaan hewan ini diakibatkan oleh penebangan liar oleh manusia. Hewan ini bahkan menjadi hewan buruan yang paling dicari oleh pada pemburu gelap. Hingga hari ini, perdagangan gelap tubuh harimau Sumatra sangat memprihatinkan.

Pada Juli-Oktober 2008, Profauna Indonesia melakukan survei yang mendapat dukungan dari IFAW (International Fund for Animal Welfare). Mirisnya, dari 21 kota yang menjadi tempat tujuan kunjungan, di 10 kota telah ditemukan adanya perdagangan bagian tubuh harimau sebanyak 48 %.

Harga untuk setiap bagian tubuh harimau yang diperjualkan bervariasi dan sangat mahal. Harimau utuh bisa dijual seharga Rp5 juta/lembar hingga 25 juta/lembar. Taringnya saja bisa mencapai Rp400.000 hingga Rp1,1 juta.

Orangutan

Dalam pembahasan hewan langka dan habitatnya kali ini, salah satu hewan yang hampir punah di Indonesia adalah orangutan. Orangutan masih merupakan keluarga kera, tapi dengan lengan panjang serta memiliki bulu kemerahan atau cokelat. Biasanya, orangutan dapat ditemukan di hutan tropika Indonesia dan Malaysia, terutama di Pulau Sumatra dan Kalimantan.

Nama "orangutan" sendiri berasal dari bahasa Indonesia. Kata "orang" berarti 'manusia' dan "utan" berarti 'hutan'. Uniknya, orangutan mempunyai tingkat kesamaan DNA sebesar 96.4% dengan manusia. Hal inilah yang membuat orangutan sering dijadikan makhluk percobaan dalam dunia kedokteran atas nama kesehatan manusia.

Makhluk yang memiliki tinggi sepanjang 1.25-1.5 meter ini mempunyai tubuh yang besar dan gemuk. Lehernya besar dengan lengan panjang yang kuat, tapi kakinya pendek dan tidak memiliki ekor, serta berjalan dengan tertunduk.

Saat ini, orangutan terancam punah karena habitat mereka semakin sempit akibat ulah manusia. Daerah hutan hujan yang merupakan tempat tinggal mereka menjadi lahan kelapa sawit serta pertambangan. Kemudian, pepohonan ditebang untuk diambil kayunya.

Bayangkan saja, kurang dari 20 tahun ini, orangutan telah kehilangan sebesar 80% wilayahnya. Naasnya, mereka sering dianggap hama oleh pemilik lahan sehingga mereka sering diburu dan dilukai.

Yang lebih memprihatinkan adalah ketika para pemburu menemukan seekor orangutan betina bersama dengan anaknya, maka sang ibu akan dibunuh kemudian anaknya diambil dan dijual secara ilegal.

Itulah sebabnya banyak pecinta hewan dan lingkungan yang kemudian mendirikan pusat rehabilitasi untuk merawat orangutan yang sakit, terluka, dan yang telah kehilangan induknya untuk dikembalikan pada habitat aslinya.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Nama-nama Hewan Langka di Dunia
  • Klasifikasi Hewan Langka
  • Daftar Hewan Langka di Indonesia
  • Hewan Aneh - Unik dan Langka
  • Hewan Langka Dilindungi
  • Mengenal Tapir dan Populasi Habitatnya
  • Macam macam Hewan Langka di Indonesia
  • Nama Hewan Langka Indonesia
  • Manfaat Gambar Hewan Langka
  • Mencegah Hewan Langka yang Hampir Punah
  • Badak Cula Satu, Binatang Langka dari Jawa
  • Artikel Hewan Langka: Mengenal Hewan Langka yang Dilindungi
  • Hewan Langka dan Asalnya
  • Mengenal Jenis Gajah dalam Ranah Luas
  • Lumba-lumba Si Hewan Pintar dari Laut
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA