logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Binatang Peliharaan    Hewan Langka    Jenis Hewan Langka

Hewan Langka Dilindungi


Ilustrasi hewan langka dilindungi

 

Jumlah hewan langka dilindungi semakin bertambah dari waktu ke waktu. Di Indonesia, ada beberapa hewan langka dilindungi oleh hukum. Artinya tidak boleh memelihara sembarangan hewan-hewan yang termasuk ke dalam daftar tersebut.


Daftar hewan terancam punah

Flora dan fauna Indonesia ternyata sangat rentan terhadap kepunahan. Pemerintah kesulitan melindungi kekayaan hayati yang terhampar dari Aceh sampai Papua. Bahkan banyak kecolongan untuk masalah ini. Tak heran daftar hewan terancam punah semakin panjang. Sungguh memprihatinkan, sebenarnya masalah ini yang menyelesaikan bukan hanya pemerintah saja, melainkan peran aktif masyarakat juga harus sadar dan ikut melindunginya.

Beberapa hewan langka dilindungi di Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Alap-Alap


Alap-alap merupakan jenis burung yang memakan daging (karnivora). Memiliki ciri-ciri fisik bertubuh kecil, berdarah panas, dan berkembang biak dengan cara bertelur. Hewan langka dilindungi ini dikenal sebagai burung karnivora yang terkecil di dunia. Alap-alap memangsa burung kecil seperti pipit, burung gereja dan serangga. Burung ini termasuk burung areal, lebih banyak terbang atau hinggap di tempat tinggi dari pada turun ke tanah.
Burung ini mudah ditemui pinggir hutan, ladang, dipegunungan dan daerah urban dekat dengan perumahan penduduk.

Namun sayangnya burung predator ini jumlahnya semakin sedikit. Salah satu faktor penyebabnya adalah perburuan massal. Burung ini dijadikan sasaran tembak oleh pemburu liar. 
Ada juga yang ditangkap untuk dipelihara di sangkar.  Padahal burung ini tak bakal hidup lama jika dipelihara oleh manusia. Apalagi burung jenis ini belum ada yang berhasil menangkarnya.

  • Anoa


Anoa adalah satwa yang memliki kerabat paling dekat dengan kambing dan sapi. Hewan langka dilindungi yang satu ini hanya dapat Anda temukan di Sulawesi. Bentuk tubuhnya bisa dikatakan kerdil dengan rata-rata tinggi badannya hanya mencapai tujuh puluh lima centimeter.


Usia anoa bisa mencapai dua puluh lima tahun dengan waktu kehamilan sekitar tiga ratus hari dan melahirkan satu anak dalam setiap dua tahun. Satwa ini belakangan berstatus sangat memprihatinkan dan menuju kepunahan karena populasinya yang semakin sedikit.


Anoa menjadi hewan langka dilindungi disebabkan oleh ulah manusia yang merusak habitatnya serta menjadikan satwa ini sebagai binatang buruan untuk dikonsumsi.

  • Babi Rusa

Babi rusa dengan nama Latin Babyrousa babirussa, sering diburu oleh penduduk sekitar. Selain untuk dikonsumsi, hewan ini kadang sengaja dibunuh karena merusak lahan perkebunan dan pertanian warga. Hewan ini diposisikan sebagai hama pertanian.

Satwa ini masuk dalam daftar hewan langka dilindungi sejak tahun 1996 karena populasinya yang semakin berkurang. Babi rusa dapat ditemukan di daerah Pulau Togian, Sulawesi, Malenge, Buru, Maluku, dan Sula.

  • Komodo

Komodo merupakan kadal terbesar yang hidup di dunia. Hanya dijumpai di Pulau di Nusa Tenggara Timur tepatnya di Pulau Komodo.  Komodo termasuk hewan peninggalan zaman purba, karena dari dulu sampai sekarang tak mengalami evolusi yang berarti.

Komodo masuk dalam binatang karnivora. Di habitat aslinya makanan utamanya adalah kijang, kerbau dan mamalia lainnya.   Komodo mempunyai senjata yang mematikan, yakni pada air liurnya mengandung ribuan bakteri. Sekali tergigit, bakteri ini akan menginfeksi mangsanya hingga mati. Komodo juga bisa menyerang manusia, jika terdesak, gigitan komodo jika tak lekas di obati, akan mengakibatkan kematian dalam hitungan menit.

Penyebab turunnya populasi kadal raksasa ini adalah putusnya rantai makanan komodo. Hewan buruan komodo berlahan hilang dari habitatnya karena diburu manusia.  Fenomena yang terjadi di sini adalah persaingan dalam merebut makanan antara manusia dan komodo.  Tentu kompetisi ini yang kalah adalah komodonya.

Guna melindungi komodo dari kepunahan, pemerintah mendirikan Taman Nasional Komodo di bawah peraturan pemerintah. Selain itu menunjuk beberapa kebun binatang untuk program penangkaran komodo.

  • Burung Maleo

Burung maleo merupakan satwa yang hidup di Pulau Sulawesi. Saat ini populasi burung maleo semakin berkurang. Populasi yang terbanyak terdapat di Sulawesi Tengah. Ukuran burung ini sama seperti ayam.  Ciri-ciri maleo antara lain :bulunya berwarna gelap,  pada kepalanya terdapat sedikit jengger. Kedua kakinya panjang dan jenjang.

Selain termasuk hewan langka dilindungi, burung maleo juga memiliki sifat yang unik, yaitu anti poligami. Burung betina ketika akan bertelur dia mengumpulkan banyak daun kering untuk dibikin sarang. Sarang burung maleo berbeda dengan burung lain, sarannya berupa tumpukan besar daun kering.  Telur meleo dikubur dalam gundukan sarang itu. Burung ini tak mengerami telurnya, tapi dibiarkan terpendam dalam tanah yang hangat. Selama 20 hari telur itu nanti menetas sendiri.

Jumlah burung ini menyusut disebabkan telur maleo banyak diambil oleh pemburu, dan dimakan oleh hewan predator seperti babi hutan dan biawak.  Namun manusialah yang paling bertanggung jawab atas kelangkaan burung ini. Telur maleo diambil untuk makan, atau dijual di pasar gelap.

Faktor lain adalah karakter burung ini sangat sulit dikawinkan dalam kandang, harus di lakukan di lingkungan aslinya.   Selama ini cara mencegah kepunahan adalah dengan menyelamatkan telur maleo, dan ditetaskan dalam sangkar buatan.

  • Jalak bali

Jalak bali merupakan burung genus lokal yang populasi dialam liar terus menurun. Jalak Bali terancam punah, karena perburuan liar secara massif, tanpa ada upaya penyelamatan.  Selain itu habitat asli burung ini terdesak oleh manusia. Kawasan hutan dulu menjadi tempat tinggal burung jalak, banyak dirambah menjadi perumahan penduduk dan ladang pertanian.

Jalak bali banyak diincar pemburu liar karena pesona fisiknya yang luar biasa indah. Ciri khas jalak ini ada pada warna bulunya yang putih mulus, pada kedua matanya terdapat alis biru. Sedangkan kepalanya terdapat jambul menjuntai. Suaranya pun cukup merdu, tak kalah bagusnya dengan jalak suren.

Harga jalak bali dipasar gelap, sangat mahal bisa mencapai jutaan rupiah. Alasan inilah yang mendasari pemburu terus menangkapi burung ini di alam liar, maupun nekat mencuri di Balai Konservasi Jalak Bali.
Pencegahan yang di lakukan pemerintah, terbilang terlambat. Justru orang asinglah yang mendahului menyelamatkan burung ini, dan ditangkar di luar negeri. Seperti Jepang, Australia dan Eropa. Ironisnya justur populasi burung ini paling banyak di ada dipenangkaran luar negeri. Sedangkan di habitat liarnya sangat sedikit.

  • Badak Jawa

Badak Jawa masuk dalam daftar hewan yang sangat di lindungi. Populasi pada habitat aslinya tak lebih dari 100 ekor saja.  Badak ini hanya bisa dijumpai di Ujung Kulon, Provinsi Banten.  Di sana merupakan daerah cagar alam habita asli badak.

Badak ini terancam karena faktor perburuan. Sejak dulu hewan bercula ini diburu untuk diambil culanya. Menurut mitos dikalangan masyarakat, cula badak bisa dijadikan sebagai obat penambah kejantanan pria.  Cula ini diambil kemudian dijual kepada penadah, untuk dikirim ke RRC.

Penyebab lain adalah penyempitan kawasan hutan, sehingga eksistensi badak semakin terdesak. Kondisi hutan di jawa sangat memprihatinkan, laju perambahan hutan di sini sangat tinggi. 
Di tambah lagi faktor badak jenis ini sangat lamban dalam hal reproduksi secara alami. Sehingga regenerasi badak baru juga ikut lamban.  Usia badak dewasa siap kawin, minimal 8 tahun keatas.

 

  • Harimau Sumatera

Di Indonesia sekarang hanya ada satu jenis harimau yang tersisa, yakni harimau sumatera. Populasinya habitat aslinya tak lebih dari 500 ekor saja. Jumlah segitu terus menurun karena diburu oleh manusia.
Jika tak segara dicegah, mungkin lima tahun lagi nasib harimau sumatera akan mengikut saudaranya yakni harimau jawa dan bali, yang sudah lama musnah dari bumi Indonesia.

Hewan ini musnah karena hutan tempat habitat aslinya dirambah menjadi ladang sawit dan perumahan penduduk. Sehingga menyebabkan dia kesulitan mencari hewan buruan. Akibatnya kerap harimau ini masuk perkampungan menerkam hewan ternak atau pun manusia.  Maka terjadilah konflik manusia dan harimau.  Perburuan pun dimulai, agar raja rimba ini tak masuk ke perkampungan, lantas dipasanglah perangkap harimau.
Banyak raja rimba yang mati lemas karena perangkap manusia. Ada juga perburuan yang dilandasi faktor ekonomi.  Hewan ini diburu untuk diambil organnya seperti kulit, kuku dan taringnya.  Harga organ harimau dipasar gelap sangat mahal.

 

Melihat fakta ini, ada baiknya mulai sekarang dicanangkan program peduli lingkungan. Mari lindungi kekayaan hayati Indonesia agar tetap lestari. Hentikan perburuan hewan liar agar tak punah.  Sungguh kerugian yang luar biasa jika ada salah satu flora fauna Indonesia, yang tak bisa lagi dijumpai di negeri ini. Masalah ini tugas bersama pemerintah dan peran serta masyarakat untuk melestarikan hayati Indonesia.
Demikianlah tentang daftar hewan langka dilindungi, semoga daftar ini tak lagi panjang.

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Lumba-lumba Si Hewan Pintar dari Laut
  • Mengenal Hewan Langka dan Tumbuhan Langka Indonesia
  • Manfaat Gambar Hewan Langka
  • Hewan Aneh - Unik dan Langka
  • Artikel Hewan Langka: Mengenal Hewan Langka yang Dilindungi
  • Mengenal Tapir dan Populasi Habitatnya
  • Daftar Hewan Langka di Indonesia
  • Badak Cula Satu, Binatang Langka dari Jawa
  • Mencegah Hewan Langka yang Hampir Punah
  • Nama-nama Hewan Langka di Dunia
  • Buaya, Keluarga Reptil yang Tak Pernah Punah
  • Macam macam Hewan Langka di Indonesia
  • Langkah Pelestarian Binatang Langka
  • Mengenal Jenis Gajah dalam Ranah Luas
  • Klasifikasi Hewan Langka
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA