Hikmah Puasa, Kesetiakawanan
Ilustrasi hikmah puasa
Hikmah puasa di bulan Ramadhan dalam agama Islam memiliki makna yang sangat luas. Salah satu di antaranya adalah bahwa puasa mengajarkan kepada manusia untuk bisa menumbuhkan rasa setia kawan. Terutama kepada sesama manusia yang kekurangan.
Dengan puasa Ramadhan, manusia diwajibkan bukan sekadar menahan rasa lapar dan dahaga. Melainkan diwajibkan pula kepada manusia untuk bisa mengekang segala keinginan yang dilandasi hawa nafsu. Manusia harus bisa menahan semua keinginan tersebut, hingga datang waktu berbuka puasa yakni manakala matahari sudah tenggelam di ufuk barat.
Tidak ada pengecualian, baik pada manusia kaya atau miskin tua muda, lelaki perempuan semua memiliki kewajiban yang sama. Selama mereka masih mampu menjalankan ibadah puasa secara fisik, maka kewajiban itu sudah sampai kepada manusia tersebut.
Hanya bagi mereka yang sedang mendapat situasi khusus sajalah yang berhak untuk meninggalkan kewajiban berpuasa. Di antaranya sedang terkena sakit, menjalankan perjalanan panjang, bagi perempuan sedang berhalangan rutin maka gugurlah kewajiban puasa di bulan Ramadhan pada mereka.
Hikmah Puasa
Dengan adanya kesamaan kewajiban inilah, maka semua manusia yang beriman wajib menjalankan kewajiban puasa bulan Ramadhan. Dan inilah merupakan dasar bagi dimulainya sebuah rasa kesetiakawanan sosial pada manusia lain. Sebab, dengan menjalankan kewajiban puasa Ramadhan, maka status manusia antara satu dan lainnya menjadi sederajat. Yakni berubah menjadi manusia yang lapar dan dahaga.
Dengan kesamaan nasib inilah, diharapkan akan muncul rasa tenggang rasa dan saling memahami. Si Kaya bisa merasakan penderitaan kaum miskin, dan sebaliknya si Miskin tak perlu merasa kecil hati di hadapan si Kaya. Sebab pada saat itu, mereka semua sama-sama dalam keadaan lapar dan dahaga. Tak peduli apa status sosial mereka.
Dengan bisa merasakan beratnya penderitaan saat lapar dan dahaga pula, diharapkan muncul rasa mengasihi dari mereka yang diberikan limpahan dan kecukupan harta. Sehingga pada nantinya antara si kaya bisa berbagi rizki pada si miskin, karena si kaya pun sudah merasakan beratnya ketika dalam keadaan lapar dan dahaga.
Pun melalui zakat fitrah di akhir bulan Ramadhan, merupakan sebuah seruan secara eksplisit tentang hikmah puasa. Bahwa manusia harus mau peduli dan memilikirkan pada kebahagiaan sesamanya. Bukan sekadar sibuk berlomba mengumpulkan kekayaan bagi diri sendiri, dan melupakan kewajiban untuk berbagi pada sesamanya. Dengan zakat inilah, manusia dikembalikan kepada fitrahnya sebagai makhluk sosial untuk bisa saling berbagi dengan manusia lainnya.

