Hip Hop: Musik, Grafiti, dan Breakdance
Ilustrasi hip hop
Beragam jenis aliran musik berkembang seolah tanpa batasan. Aliran musik yang satu menginspirasi datangnya aliran musik yang lain. Perpaduan berbagai aliran musik juga bisa melahirkan aliran musik baru yang sama sekali berbeda dengan "indukannya". Semuanya bebas. Tanpa rumusan yang jelas. Hal yang kemudian menjadi penting adalah bagaimana musik tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Bagaimana musik tersebut juga dapat menginspirasi para pendengarnya untuk berbuat hal positif. Salah satu jenis musik yang dimaksud adalah hip hop.
Sejarah Musik Hip Hop
Menurut sejarah, aliran musik ini adalah onomatope atau tiruan bunyi dari hentakan kaki dari para tentara yang tengah memakai sepatu kebesarannya. Masih menurut cerita, ide tersebut muncul begitu saja. Saat tiba-tiba terlontar nama aliran musik ini, mereka, para pencetus, tengah bercanda dengan salah satu teman mereka yang baru saja bergabung dalam Angkatan Bersenjata. Hingga akhirnya muncullah, kata hip hop.
Aliran musik ini pada dasarnya adalah salah satu jenis aliran musik yang terlahir karena perpaduan aliran musik lain yang berbeda. Pertama kali muncul dan menampakkan eksistensi diri sekitar 1970-an. Sekelompok masyarakat yang pertama kali memperkenalkan aliran musik ini di kalangan masyarakat luas adalah kelompok masyarakat Afro-Amerika dan Latin-Amerika.
Aliran musik ini adalah "anakan" dari musik rap yang dicampur dengan tarian breakdance, musik-musik yang biasa dimainkan Disk Jockey. Belakangan ini aliran musik ini juga ikut diramaikan oleh perpaduan beatboxing. Unsur lain yang terdapat pada aliran musik ini juga bukan lagi hanya berkenaan dengan musik. Aliran musik ini kini sudah menjadi gaya hidup bagi para peminatnya, seperti fesyen dan penggunaan bahasa-bahasa "preman".
Layaknya manusia yang memiliki kota kelahiran, aliran musik ini pun demikian. Aliran musik ini lahir di The Bronx, New York. Kelompok Afro-Amerika yang pertama kali memperkenalkan ini adalah Grandmaster Flash dan The Furious Five.
Hip Hop, Perkembangan dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Seni
Mulanya, aliran musik ini adalah musik dari Dj atau Disk Jockey yang diberi variasi dalam pemutarannya. Variasi tersebut kemudian menghasilkan bunyi-bunyi unik. Untuk mengisi vokal pada musik DJ yang divariasikan itu, digunakanlah teknik rapping.
Aliran musik ini adalah salah satu jenis musik yang bertempo cepat. Beat yang cepat itu akhirnya "memaksa" para penikmatnya untuk tidak berdiam diri ketika menikmati aliran musik ini. Hingga akhirnya muncul sebuah gerakan tarian baru seiring lahirnya aliran musik ini. Gerakan tarian tersebut sangat identik dengan gerakan patah-patah. Gerakan itulah yang kemudian kita sebut dengan breakdance.
Perkembangan pun terjadi. Aliran musik ini muncul sebagai gaya hidup dan ciri identitas satu kelompok sosial tertentu di masyarakat. Aliran musik ini juga kemudian mengiringi hadirnya satu bentuk kreativitas baru di masyarakat. Sebuah kreativitas yang sebenarnya sama sekali tidak ada hubungannya dengan musik. Sebuah seni baru yang bisa jadi terinspirasi juga dari aliran musik ini. Seni dan kreativitas yang dimaksud adalah grafiti.
Hip hop memang "dilahirkan" dari berbagai jenis aliran musik. Namun, sebagai indivual, aliran musik ini nyatanya juga banyak melahirkan berbagai seni lainnya. Aliran musik ini "melahirkan" satu jenis tarian baru dan aliran musik ini juga "melahirkan" sebuah kreativitas lain yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan dunia musik.
Perkembangan Musik Hip Hop di Indonesia
Kebanyakan orang Indonesia menyukai kebudayaan asing, yang dibawa oleh media asing ke dalam negeri. Begitu juga dengan aliran musik ini. Sejak tahun 1990-an, jenis musik ini berkembang pesat, terutama rap. Musik ini banyak digemari meskipun tidak dapat mengalahkan kejayaan musik pop. Di blantika musik tanah air, beberapa musisi aliran musik ini bermunculan, seperti:
1. Iwa K
Penyanyi bernama lengkap Iwa Kusuma ini adalah rapper legendaris Indonesia. Pria yang terlahir di Bandung, 25 Oktober 1970 ini mencintai aliran musik ini dan suka nge-rap. Di akhir tahun 1980-an, anak muda seusianya sedang menggandrungi musik rock. Namun ia tidak terbawa arus, ia hanya menyukai aliran musik ini dan terus berusaha membuat musik ini diterima masyarakat Indonesia. Ia memulai karier musiknya di masa SMA. Ia dirikan sebuah band aliran musik ini bersama teman-temannya, ia juga berkolaborasi dengan beberapa penyanyi sehingga ia semakin diterima di blantika musik Indonesia.
Tahun 1993 - 1998 adalah puncak kesuksesan karier Iwa K sebagai rapper. Sampai sekarang, namanya selalu dikenang sebagai rapper aliran musik hip hop pertama Indonesia dan belum ada yang bisa menyaingi kesuksesannya.
2. Denada
Wanita cantik yang merupakan putri sulung penyanyi era 1970-an Emilia Contessa ini mencintai aliran musik ini dan suka nge-rap. Ia adalah versi perempuan dari Iwa K di tahun 1990-an. Perempuan bernama lengkap Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan ini dikenal sebagai rapper papan atas, sampai akhirnya memutuskan untuk melepas kariernya demi melanjutkan pendidikan di Australia. Sepulang dari negeri kangguru itu Denada tidak kembali menjadi rapper melainkan banting setir menjadi penyanyi dangdut.
3. NEO
NEO adalah salah satu kelompok musik di tanah air yang mengusung aliran musik ini sebagai genre musiknya. Grup yang terdiri dari Udet, Abe, Aldy, Dery, dan Doniel ini memulai kariernya sebagai band kecil di tahun 1993. Baru pada tahun 1999 lagu-lagu rap mereka, seperti lagu yang berjudul "borju", mulai booming dan menjadi inspirasi lahirnya musisi-musisi aliran musik ini yang lainnya di Indonesia. Karena sukses di dunia musik, band ini pun dikontrak untuk menjadi bintang iklan beberapa produk di masa itu.
4. Saykoji
Siapa tak kenal Saykoji? Lirik-lirik lagu rap-nya yang kreatif dan gayanya yang sangat "bling-bling" menjadi ciri khas rapper bertubuh besar ini. Saykoji terlahir di Balikpapan pada tanggal 8 Juni 1983 dengan nama Ignatius Rosoinaya Penyami. Nama panggung "saykoji" sebenarnya adalah ejaan slank untuk kata "psycho G" . Saykoji mulai dikenal saat ia mengeluarkan sebuah lagu rap berjudul "So What Gitu Loh" di tahun 2006 silam. Lagu tersebut disukai anak-anak muda, bahkan frasa 'so what gitu loh' menjadi bagian dari bahasa pergaulan saat itu.
Sampai sekarang, Saykoji terus kreatif menulis beragam lagu rap yang liriknya mengena tentang berbagai hal, mulai dari kecintaannya pada tanah air Indonesia, kemarahannya pada negara tetangga saat lagunya dijiplak, hingga tentang fenomena-fenomena sosial yang terjadi di masyarakat Indonesia.
Itulah beberapa tokoh aliran musik ini di Indonesia. Selain itu masih ada banyak penyanyi-penyanyi lain yang turut berperan menghidupkan musik ini di tanah air. Sebut saja Sindicat, yang terkenal setelah menyanyikan lagu rap tema serial TV "Kera Sakti" di akhir tahun 1999. Ada juga Black Skin yang menelurkan lagu fenomenal berjudul "Cewek Matre" di tahun 1995.
Geliat musik hip hop memang lebih terasa hidup di tahun 1990-an. Akan tetapi bukan berarti di tahun 2000-an musik ini kurang digemari. Buktinya, Saykoji masih tetap eksis dan lagu-lagunya disukai. Di setiap daerah di tanah air, tentunya ada penyanyi-penyanyi, rapper-rapper, atau band-band yang mengambil genre musik ini sebagai kiblat musiknya.

