Hitler Pemimpin Jerman yang Sadis
[img:left]hitler-pemimpin-jerman.jpg[/img]
Siapa yang tidak mengenal Hitler pemimpin Jerman? Hitler tak pelak lagi adalah tokoh paling memuakkan dan menjijikkan karena tingkahnya di masa perang sudah menciptakan korban begitu banyak, juga kerusakan yang sangat parah bagi Dunia.
Namun, Apa yang dilakukan Hitler pemimpin Jerman di masa lalu, terutama terhadap kebenciaannya pada orang Yahudi dahulu sepertinya tidak bisa disamakan dengan kekejaman bangsa Yahudi di zaman sekarang. Mungkin, di dalam hati terdapat pemikiran, perbuatan Hitler terhadap Yahudi di masa lalu sangatlah pantas, mengingat ternyata bangsa Yahudi pun tidak lebih baik dari sekarang.
Jika saja dulu bangsa Yahudi habis dibantai oleh Hitler pemimpin Jerman yang kejam, mungkin negeri Palestina tidak akan pernah mengalami penderitaan seperti yang mereka rasakan sekarang. Namun, sebagai manusia, tentu kita juga tidak bisa menerima begitu saja atas apa yang pernah dilakukan Hitler.
Nah, dalam artikel kali ini, penulis akan mengajak Anda untuk megingat kembali perbuatan Hitler pemimpin Jerman yang sangat kejam sehingga dirinya sering dianggap sebagai musuh kemanusiaan oleh seluruh dunia. Anda tentu penasaran, bukan? Apa saja perbuatan Hitler pemimpin Jerman selama menjabat sebagai orang nomor satu di negara tersebut? Berikut uraiannya.
Hitler Pemimpin Jerman dan Politik
Adolf Hitler lahir di Braunau pada 1889. Sebagai remaja dia merupakan seniman yang gagal dan kadang-kadang dalam usia mudanya dia menjadi seorang nasionalis Jerman yang Fanatik. Di masa perang dunia I, Hitler masuk angkatan bersenjata Jerman, mungkin inilah awalnya karir politik Hitler yang kelak akan menjadi pemimpin Jerman paling kejam.
Di perang itu, Hitler terluka dan mendapat dua medali untuk keberaniannya. Kekalahan Jerman di perang dunia I membuatnya geram dan mangkel. Pada 1919, saat umurnya sudah masuk tiga puluh tahun dia bergabung dengan partai kecil berhaluan Kanan di Munich dan segera saja partai kecil itu berubah nama menjadi Partai Buruh Nasionalis Jerman (diringkas Nazi).
Hitler Pemimpin Jerman dan Nazi
Di bawah kepemimpinan Hitler, Nazi berkembang dengan kecepatan yang luar biasa dan menjadi sebuah kekuatan yang membawa pengaruh besar di di Jerman. Pada November 1923, Hitler melakukan Kudeta, namun gagal.
Kudeta itu bernama “The Munich Beer Hall Putsch”. Karena kudeta tersebut, Hitler ditangkap, dituduh berkhianat, dianggap bersalah, dan dijeloskan ke dalam jeruji besi. Namun, tak lama akhirnya dia dikeluarkan dari penjara setelah mendekam selama kurang dari satu tahun.
Partai Nazi memang saat itu kembali mengecil artinya, namun rakyat yang menderita depresi akibat kondisi perekonomian Jerman yang mengalami inflasi super hebat membuat rakyat tidak puas akan kinerja partai-partai besar yang mapan dan menduduki kursi pemerintahan.
Nah, di saat seperti ini, kecerdikan Hitler kembali terbukti. Dalam kondisi perekonomian sedang terpuruk dan kepercayaan rakyat terhadap partai besar sudah hilang, partai Nazi yang dipimpin Hitler muncul, lalu menjadi kuat pengaruhnya. Rakyat Jerman menaruh harapan besar pada sosok Hitler, sehingga pada bulan Januari 1933, tatkala usia Hitler empat puluh empat tahun, Hitler menjadi Kanselir Jerman.
Dengan jabatan tersebut, secara cepat Hitler menjadi seorang diktator dan melabrak semua partai oposisi. Tanpa prosedur, banyak lawan-lawannya ditangkap dan menghilang begitu saja, digebuki, bahkan dibunuh.
Hitler Pemimpin Jerman dan Perang Dunia ke 2
Hitler pun tergerak untuk melakukan penaklukan-penaklukan yang berujung pada meletusnya perang dunia ke 2. Karena saat itu Perancis dan Inggris tengah terkepung oleh masalah ekonomi sehingga tidak memperhatikan bahwa Jerman tengah memperkuat armada militernya.
Kedua negara tersebut tidak menyadari ketika Austria, Sudetenland, dan perbatasan Cekoslowakia dicaplok oleh Jerman. Persetujuan internasional yang disebut Pakta Munich ternyata diinjak-injak dengan santainya oleh Hitler dan Jerman.
Tapi ternyata Inggris dan Perancis tidak bisa diam saja ketika Hitler hendak mencaplok Polandia. Jerman memilih bekerja sama dengan Uni Soviet dan kemudian mencaplok Polandia. Maka meletuslah perang dunia ke 2.
Kepemimpinannya membawa Jerman berjaya dikancah perang dunia kedua. Bersama Jepang dan Uni Soviet mereka bekerja sama menggempur Inggris, perancis, Belanda, dan Amerika Serikat. Bahkan, Hitler sendiri mulai merobek-robek perjanjian dengan Uni Soviet dan kemudian membuka penyerbuan terhadap negara sekutunya.
Hitler pemimpin Jerman berhasil menaklukkan hampir seluruh Eropa. Namun, dengan banyaknya musuh, tetap saja keberuntungan baik terhadap Jerman pun memudar, perlahan-lahan Hitler mulai dipukul mundur sampai akhirnya bunuh diri di Berlin.
Hitler Pemimpin Jerman dan Kekejamannya
Selain telah mengobrak-abrik dunia dan membuat pecah perang dunia yang membuat banyak orang menderita, di dalam negerinya sendiri Hitler melakukan kekejaman luar biasa terhadap kaum Yahudi dan Gipsy. Dia mendirikan kamp-kamp konsentrasi dilengkapi dengan kamar gas.
Dia membunuh 6 juta orang Yahudi bercampur di dalamnya orang-orang Gipsy. Hitler membangun kamp-kamp tersebut dengan rapi, dan tidak ketahuan sebelum dia meninggal. Semua bentuk pembunuhan tersebut disusun secara rapih, tubuh yang meninggal dipreteli, diambil barang berharganya dan tubuhnya dipres dan minyaknya diambil untuk pembuatan sabun mandi.
Rasanya tidak percaya bahwa Hitler telah membangun sebuah tempat pembunuhan terbesar dan terorganisir dengan rapih seperti itu.
Hitler Pemimpin Jerman dan Teori Darwin
Teori Charles Darwin telah memasuki pikiran Hitler pemimpin Jerman saat Nazi berkuasa. Hal ini sangat terasa dalam bukunya Mein Kampf (Perjuanganku). Dalam buku tersebut, Adolf Hitler menyamakan ras non-Eropa sebagai kera.
Dari dalam diri Adolf Hitler, tumbuh “kekuatan” yang terinspirasi dari teori Charles Darwin bahwa untuk mempertahankan kelangsungan hidup, manusia harus bertarung. Adolf Hitler menerjemahkan impiannya tersebut dengan menyerang Austria, Cekoslowakia, Perancis, Uni Soviet, dan negara lain. Bahkan, Hitler bernafsu untuk menguasai dunia.
Hitler, pemimpin Jerman, menerapakan konsep egenika yang menjadi dasar pandangan evolusionis Nazi. Konsep egenika berarti melakukan “perbaikan” ras manusia dengan cara menyingkirkan orang-orang cacat dan berpenyakit serta memperbanyak individu yang sehat. Jadi menurut teori itu, ras manusia dapat diperbaiki dengan meniru cara hewan berkualitas baik yang dihasilkan melalui perkawinan hewan yang sehat saja. Sementara itu, hewan cacat dan berpenyakit dimusnahkan.
Tidak lama setelah meraih kekuasaan, Hitler menerapkan teori tersebut dengan tangan besi. Orang-orang yang memiliki ganguan mental, cacat, dan berpenyakit keturunan dikumpulkan dalam suatu tempat khusus. Hitler menganggap orang-orang yang mengalami ganguan mental dan cacat sebagai parasit yang mengancam kemurnian rakyat Jerman dan menghambat kemajuan evolusi. Oleh karena itu, atas perintah rahasia Hitler, golongan orang yang memiliki ganguan mental dan cacat dihabisi dalam waktu singkat.
Nazi pun menghimbau muda-mudi yang berambut pirang dan bermata biru (diyakini mewakili ras murni Jerman, Ras Arya) agar melakukan hubungan seks tanpa harus menikah. Pada 1935, Adolf Hitler memerintahkan untuk mendirikan ladang-ladang atau tempat khusus reproduksi manusia. Di dalam tempat tersebut, tinggal para wanita muda keturunan ras Arya. Akan tetapi, tempat-tempat itu dimanfaatkan para perwira SS (Schutzstaffel) yang sering mampir ke tempat itu untuk berbuat mesum dengan dalih egenika. Selanjutnya, bayi-bayi yang akan lahir disiapkan untuk menjadi prajurit masa depan Imperium Jerman.






