logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pendidikan    Sekolah    SMU

Horison Tanah yang Utama


Ilustrasi horison tanah

Horison tanah atau disebut juga lapisan tanah bisa kita lihat dengan membuat profil tanah. Profil tanah itu sendiri dapat dibuat dengan menggali tanah yang ukurannya sekitar satu meter persegi sampai kedalaman tertentu, sesuai ketebalan tanah dan tingkat kebutuhan analisis yang akan dilakukan.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kesuburan, porositas, kelembapan, serta kandungan mineral unsur hara. Horison tanah akan memberikan gambaran jelas mengenai kondisi fisika dan kimia tanah tersebut dengan melihat struktur yang terdapat di dalamnya. Intinya, ada lima horison tanah utama pada suatu tanah yang dilihat dari profil tanah.

1. Horison O

Lapisan ini adalah lapisan organik dengan ketebalan hanya beberapa sentimeter dari permukaan. Lapisan organik ini sangat kaya akan humus yang dapat menyuburkan tanah. Horison tanah ini mempunyai ciri khas, yaitu sebagai berikut.

  • Memiliki warna gelap, dari cokelat sampai kehitam-hitaman.
  • Terdiri dari sisa-sisa makhluk hidup, seperti daun yang telah membusuk atau ranting-ranting.

2. Horison A

Lapisan ini merupakan lapisan tanah bagian atas atau disebut juga top soil. Memiliki rata-rata ketebalan antara 20-35 cm. Horison A masih relatif subur jika dibandingkan dengan lapisan-lapisan lain yang berada di bawahnya.

Horison A ini sering juga dinamakan zona eluviasi, yaitu wilayah pencucian partikel-partikel tanah oleh air hujan. Terutama, partikel liat yang butirannya sangat halus dan partikel debu.

3. Horison B

Horison B sering juga disebut subsoil. Merupakan lapisan zone iluviasi yaitu tempat pengendapan partikel tanah yang mengalami pencucian dan terlarut dalam air dari horison A. lapisan subsoil ini ditandai oleh warnanya yang lebih terang.

Hal ini disebabkan karena horison ini bahan-bahan organiknya sangat kurang. Bahkan, tidak ada. Itulah sebabnya mengapa horison B ini merupakan lapisan tanah yang rendah tingkat kesuburannya.

4. Horison C

Lapisan ini disebut juga zone regolit, yaitu lapisan batuan dasar yang sudah mulai mengalami proses penghancuran dan pelapukan. Lapisan ini sudah tidak memiliki kesuburan lagi karena belum menghasilkan bahan-bahan organik yang didapatkan melalui proses pelapukan.

5. Horison D

Ini adalah lapisan dasar dari horison tanah. Terdiri dari lapisan batuan dasar yang masih pejal dan utuh karena belum mengalami proses-proses pelapukan sama sekali. Lapisan ini tentunya tidak memiliki kesuburan karena dari segi struktur masih merupakan benda padat yang tidak memiliki bahan organik sedikit pun. Batuannya masih keras dan berbentuk padat.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Cara Mudah Belajar Fisika SMA
  • SMA, Jenjang Sekolah Para Remaja
  • Antropologi Wajib Dipelajari Oleh Semua Orang
  • Tabel Periodik Kimia
  • Keunggulan dan Ketentuan Masuk Sekolah Kedinasan
  • Trigonometri - Cabang Ilmu Matematika Berusia Tua
  • Tanah Andisol - Tanah Subur Akibat Letusan Gunung - ANNEAHIRA.COM
  • Berkenalan Dengan Asam Basa
  • Mulai dari Gravitasi Hingga Gerak
  • Mengetahui Unsur Intrinsik Sastra
  • Sumber Dana Eksternal Beasiswa SMA
  • Penulisan Surat Yang Benar Untuk Bisnis
  • Booklet dan Kelulusan, Rekaman Indah Masa Remaja
  • Mengenal Asam Sitrat dalam Dunia Industri
  • Pembelajaran Biologi SMA: Genetika
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA