logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Ekonomi    Hukum Gossen

Hukum Gossen dan Sifat Dasar Manusia

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Bila belajar ilmu ekonomi, kita akan mempelajari hukum Gossen. Hukum Gossen adalah hukum tentang tambahan kepuasan yang akan semakin menurun. Dalam hukum Gossen dikatakan bahwa bila suatu kebutuhan itu dipenuhi terus-menerus maka kita akan menjadi bosan.

Misalnya kita lapar dan menginginkan bakso. Pada saat itu di depan kita ada sepuluh mangkuk bakso. Yang menjadi pertanyaan adalah di manakah letak kepuasan tertinggi kita. Jawabannya tentu di mangkuk bakso yang pertama. Di mangkuk pertamalah kita akan merasa sangat puas karena hasrat kita tersalurkan.

Untuk mangkuk kedua, ketiga, dan seterusnya kita tidak akan merasakan kepuasan seperti kepuasan di mangkuk pertama. Istilah umumnya kita merasa sudah bosan dengan bakso.

Begitulah hukum Gossen menerangkan kepada kita tentang sifat manusia yang selalu bosan akan hal yang sama dan monoton. Hukum Gossen tidak hanya berlaku pada ilmu ekonomi, namun juga pad ilmu-ilmu yang lain.

Pemenuhan kebutuhan untuk yang pertama kalinya tentu akan memuaskan rasa penasaran kita. Untuk selanjutnya, kita akan merasa sangat biasa-biasa saja. Benar begitu?

Sifat Dasar Manusia

Manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas. Ketika satu kebutuhan terpenuhi, akan ada kebutuhan-kebutuhan lain yang ingin dipenuhi juga. Ketika manusia merasa bahwa dirinya sudah sukses, sesungguhnya masih banyak target-target baru yang lebih tinggi menanti. Itulah salah satu contoh hukum Gossen dalam ilmu non-ekonomi.

Bisa dikatakan bahwa hukum Gossen adalah hukum alam yang dimiliki oleh semua manusia. Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang tidak memiliki rasa bosan terhadap apa yang telah dilakukannya atau diraihnya. Apalagi bila sesuatu tersebut dikerjakan secara monoton, sudah pasti akan mengalami rasa bosan.

Menyiasati Hukum Gossen

Hukum Gossen adalah hukum alam yang akan selalu ada sepanjang masa. Meski begitu, sebagai makhluk yang memiliki akal seharusnya manusia bisa menyiasatinya.

Dalam hubungan pertemanan misalnya, tidaklah manusiawi bila kita berkata bahwa kita sudah bosan dengan teman kita, atau dalam hubungan dengan pasangan. Sungguh sangat dilematis misalnya kita harus berganti-ganti pasangan karena bosan. 

Oleh sebab itu, kita harus menyiasati agar “karma” dari hukum Gossen tersebut tidak menimpa kita pada hal-hal tertentu.

Bagaimana caranya?

Satu-satunya cara untuk menghindari kebosanan seperti yang telah dikatakan oleh hukum Gossen adalah dengan mengembangkan kreativitas.

Misalnya dalam hubungan dengan pasangan. Untuk menghindari kebosanan, kita bisa menyiasati dengan memberikan kejutan-kejutan kecil tak terduga atau mungkin menciptakan “perang” yang bertujuan untuk menambah rasa sayang. Atau jika dalam hubungan pertemanan kita bisa melakukan hal-hal seperti: tidak menghubungi teman setiap hari, memberikan kejutan-kejutan kecil juga, dan sebagainya.

Intinya, hukum Gossen tidak bisa diaplikasikan untuk semua aspek kehidupan apalagi hubungan antara manusia.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Wajah Ganda Perekonomian Indonesia
  • Artikel Ekonomi - Beritanya Cenderung Monoton
  • Artikel Masalah Ekonomi: Semua Butuh Pengamat
  • Aktivitas Ekonomi di Pasar Yogyakarta
  • Ekonomi Perkotaan: Serbuan Pasar Modern Luar Negeri
  • Penyebab Pengangguran di Indonesia: Adakah Cara Mengatasinya?
  • Bappenas Menuntun Akselerasi Ekonomi Indonesia
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA