Hukum Gossen dan Sifat Dasar Manusia
Ilustrasi hukum gossen
Bila belajar ilmu ekonomi, kita akan mempelajari hukum Gossen. Hukum Gossen adalah hukum tentang tambahan kepuasan yang akan semakin menurun. Dalam hukum Gossen dikatakan bahwa bila suatu kebutuhan itu dipenuhi terus-menerus maka kita akan menjadi bosan.
Misalnya kita lapar dan menginginkan bakso. Pada saat itu di depan kita ada sepuluh mangkuk bakso. Yang menjadi pertanyaan adalah di manakah letak kepuasan tertinggi kita. Jawabannya tentu di mangkuk bakso yang pertama. Di mangkuk pertamalah kita akan merasa sangat puas karena hasrat kita tersalurkan.
Untuk mangkuk kedua, ketiga, dan seterusnya kita tidak akan merasakan kepuasan seperti kepuasan di mangkuk pertama. Istilah umumnya kita merasa sudah bosan dengan bakso.
Begitulah hukum Gossen menerangkan kepada kita tentang sifat manusia yang selalu bosan akan hal yang sama dan monoton. Hukum Gossen tidak hanya berlaku pada ilmu ekonomi, namun juga pada ilmu-ilmu yang lain.
Pemenuhan kebutuhan untuk yang pertama kalinya tentu akan memuaskan rasa penasaran kita. Untuk selanjutnya, kita akan merasa sangat biasa-biasa saja. Benar begitu?
Sifat Dasar Manusia
Manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas. Ketika satu kebutuhan terpenuhi, akan ada kebutuhan-kebutuhan lain yang ingin dipenuhi juga. Ketika manusia merasa bahwa dirinya sudah sukses, sesungguhnya masih banyak target-target baru yang lebih tinggi menanti. Itulah salah satu contoh hukum Gossen dalam ilmu non-ekonomi.
Bisa dikatakan bahwa hukum Gossen adalah hukum alam yang dimiliki oleh semua manusia. Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang tidak memiliki rasa bosan terhadap apa yang telah dilakukannya atau diraihnya. Apalagi bila sesuatu tersebut dikerjakan secara monoton, sudah pasti akan mengalami rasa bosan.
Menyiasati Hukum Gossen
Hukum Gossen adalah hukum alam yang akan selalu ada sepanjang masa. Meski begitu, sebagai makhluk yang memiliki akal seharusnya manusia bisa menyiasatinya.
Dalam hubungan pertemanan misalnya, tidaklah manusiawi bila kita berkata bahwa kita sudah bosan dengan teman kita, atau dalam hubungan dengan pasangan. Sungguh sangat dilematis misalnya kita harus berganti-ganti pasangan karena bosan.
Oleh sebab itu, kita harus menyiasati agar “karma” dari hukum Gossen tersebut tidak menimpa kita pada hal-hal tertentu.
Bagaimana caranya?
Di antara cara untuk menghindari kebosanan seperti yang telah dikatakan oleh hukum Gossen adalah dengan mengembangkan kreativitas.
Misalnya dalam hubungan dengan pasangan. Untuk menghindari kebosanan, kita bisa menyiasati dengan memberikan kejutan-kejutan kecil tak terduga atau mungkin menciptakan “perang” yang bertujuan untuk menambah rasa sayang. Atau jika dalam hubungan pertemanan kita bisa melakukan hal-hal seperti: tidak menghubungi teman setiap hari, memberikan kejutan-kejutan kecil juga, dan sebagainya.
Hiasi dengan 3 S
Biar hidup tidak mengalami hukum gossen, mendekatkan diri dengan agama juga bagian dari cara menyelamatkannya. Di dalam agama, konsep hidup seseorang di dunia ia sudah diajarkan. Dalam islam misalnya, sudah diajarkan untuk melakukan Tiga (3) dalam hidup ini. Yaitu:
1. Syukur
Dalam hidup ini biar hidup tak mengalami kebosanan hendaklah untuk selalu bersyukur kepada Tuhan. Karena dengan bersyukur, kita menunjukkan rasa menikmati apa yang diberikan-Nya. Rasa menikmati inilah yang membuat kita bisa menyelenyapkan rasa bosan.
Bagaimana tidak? Karena kita bisa menikmati apa yang diberitakan Tuhan. Bukan hanya dalam kapasitas besar, dalam hal yang kecil pun kita ikut bersyukur. Sungguh, hal seperti ini bisa membuat kita menjadi orang yang bahagia dan tidak mengalami kebosanan.
Jika di atas dalam pola pikir manusia, untuk menghilangkan kebosanan harus mengasah kreativitas. Maka dalam ada agama dengan cukup dengan bersyukur atas apa yang diberikan-Nya.
Misalnya saja diberi isteri. Meski katanya, akan mengalami kebosanan. Ini terjadi jika dalam pola pikir manusia. Tapi dalam pola pikir agama yang ditampilkan dengan ajakan bersyukur tak akan menimbulkan kebosanan. Caranya?
Bandingkan diri kita dengan yang lebih rendah dari kita. Jika Anda sudah menikah, coba bandingkan dengan orang-orang yang belum menikah. Cari orang yang seusia dengan Anda, pasti masih ada atau bahkan cukup banyak yang belum menikah. Maka, bersyukurlah sudah menikah.
Bila sudah menikah, namun timbul kebosanan, cobalah untuk bersyukur. Anda sudah bisa menikah dan punya anak, pasti ada teman Anda sudah menikah dan belum punya anak. Karena itu bersyukur kepada Allah. Dengan bersyukur kepadanya, maka Anda tak akan pernah merasa bosan dengan rumah tangga yang dimiliki.
Demikian halnya untuk yang lain. Banyak orang yang ingin mencapai hal yang lain setelah ia mencapai sesuatu. Namun, agar bisa merasakan keinginan mana yang dia nikmati, tak ada caranya selain dengan bersyukur kepada Allah. Bila saat ini hanya diberi kenderaan sepeda motor, maka syukurilah. Karena masih ada orang yang belum memiliki sepeda motor. Yakinlah Tuhan pasti tahu kapan yang pas untuk Anda mendapatkan mobil.
2. Sabar
Bagian hidup yang bisa membuat kita tidak bosan dan tidak menjadi pelaku hukum Gossen adalah dengan bersabar. Bersabar memiliki apa yang dimiliki. Tidak perlu menuntut lebih terhadap hal yang tidak dimiliki bila memang tak mampu memilikinya. Misalnya, Anda sudah tahu bahwa keuangan Anda tak akan cukup membeli mobil, maka jangan paksakan diri Anda untuk memiliki mobil. Tapi bersabarlah hingga Anda memiliki keuangan yang pantas untuk membelinya.
Dengan cara seperti ini Anda tidak akan mudah prustasi. Punya keinginan adalah hal yng wajar. Namun bersabar untuk memilikinya adalah hal yang lebih wajar lagi. Jangan sampai gara-gara ingin memilikinya Anda sibuk dengan mencari rezeki dengan cara yang tak diridhai oleh Allah Swt. Misalnya dengan korupsi atau melakukan kezhaliman terhadap orang lain.
Berusahalah bersabar. Yakinkan diri bahwa Tuhan pasti memberikan kapan waktu yang tepat untuk Anda. Kapan Anda pantas mendapatkan hal tersebut. Karena Tuhan tak ingin memberikan hal yang membuat Anda susah. Mungkin Anda mengatakan bahwa Tuhan tidak ridha dan tidak menyayangi. Namun nyatanya, tak memberikan tersebut di saat Anda sangat ingin adalah bukti tanda sayang Tuhan. Karena ia tahu kapan waktu yang tepat untuk diberikan kepada Anda.
3. Sedekah
Agar hidup tidak merasa bosan dengan apa yang diraih, maka cobalah untuk selalu bersedekah. Karena sedekah bakal membuat Anda menjadi kreatif. Orang yang tergolong sebagai orang yang bosan karena selalu melihat apa yang sudah dimilikinya. Namun ketika yang dimiliki sudah tidak ada, maka ia akan berusaha untuk mendapatkannya.
Cara terbaik untuk hilang rasa bosan adalah dengan bersedekah. Tentu saja tidak dalam jumlah yang sedikit. Cobalah bersedekah dengan jumlah yang besar, agar Anda kembali semangat bekerja. Pasalnya, ketika tidak ada yang membuat kita semangat untuk mengadakannnya.
Bila perilaku seperti ini sudah dilakukan, maka Anda bakal menjadi orang yang kreatif dan selamat dari rasa kebosanan atas apa yang dimiliki. Inilah cara sederhana yang kurang dipahami oleh kebanyakan orang, Dengan tidak memiliki, maka akan muncul keinginan untuk memiliki.
Cukup banyak orang yang tak memahami bagaimana memanfaat apa yang dimilikinya agar bisa memancing semangat. Dengan cara memberi apa yang dimiliki akan membuat kembali semangat bekerja. Karena itu, nikmatilah apa yang dimiliki, bersabar jika belum memiliki dan kembalilah untuk berbagi atas apa yang dimiliki.
Jika sudah seperti ini dilakukan, maka Anda bakal selamat dari hukum Gossen yang menjadi sifat dasar manusia, yaitu kebosanan. Anda bakal menjadi orang yang selalu kreatif dan tak pernah merasa puas untuk berhenti dalam mencari dan mencari yang dibutuhkan.

