logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Pendidikan    Sekolah    Siswa    Hutan Rawa

Akibat Alih Fungsi Hutan Rawa

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Semakin hari, pohon gelam yang ada di hutan rawa semakin habis. Dahulu, pohon gelam dengan kayu berserabut keabuan itu terlihat dari ujung ke ujung cakrawala. Air rawa yang bening kini dipaksa kering dan dibuatkan saluran berupa sungai kecil. Akankah saluran air itu berfungsi baik hingga ratusan tahun?

Hutan rawa itu kini habis. Pohon gelam dibabat. Yang tua dijadikan bahan bangunan. Yang masih kecil terbuang begitu saja. Itulah kisah hutan rawa beberapa tahun lalu. Kini, hutan rawa sudah berubah menjadi perumahan-perumahan elit berharga selangit dengan semua fasilitas penunjangnya berupa ruko-ruko dan bangunan fasilitas umum lainnya.

"Amukan" Hutan Rawa

Ternyata, air yang dipaksa mengalir ke saluran buatan yang tidak terlalu besar (lebar 1-1,5 m) tidak mau lagi kompromi. Air itu muncul dari segala penjuru. Lalu, apa yang terjadi? Air menggenangi rumah-rumah mewah yang dipaksakan berdiri di atas tanah rawa yang notabenenya penuh dengan kubangan air.

Kejadian ini tidak hanya dialami oleh Perumahan Bukit Sejahtera yang berada di dekat aliran sungai Musi, Sumatra Selatan. Dialami juga oleh perumahan yang ada di jalan HBR Motik (km 8, Palembang) serta perumahan yang ada di daerah Sekip, dan masih banyak daerah lain yang selalu terkepung banjir saat hujan hanya gerimis sekalipun.

Bagi yang mempunyai dana, meninggikan tanah di sekitar rumah hingga satu meter adalah solusi yang terpaksa diambil walaupun akhirnya agak merusak keindahan estetika rumah tampak depan. Rumah terlihat pendek dan tidak menarik.

Bahkan, ada rumah dibangun dekat saluran buatan yang akhirnya telantar dan sangat sulit mencari pembeli rumah tersebut. Papan pengumuman yang menyatakan bahwa rumah tersebut dijual sudah rapuh dimakan usia saking terlalu lamanya berdiri di depan rumah itu.

Solusi lainnya adalah membangun rumah panggung. Memang lebih mahal karena harga bahan bangunan semakin tinggi. Apalagi, bila akan membangun rumah tradisional khas Palembang yang serba kayu berkualitas nomor satu. Hanya orang-orang tertentulah yang bisa melakukannya.

"Venesia" di Palembang

Hutan rawa yang mempunyai kondisi tanah sangat spesifik harusnya diperlakukan dengan sangat istimewa. Teknologi Belanda dalam bersahabat dengan air yang mengepung negaranya, patut dipelajari dengan saksama.

Seharusnya, untuk mendirikan sebuah perumahan, para pengembang di Palembang berpikir untuk membuat sebuah kota seperti Venesia. Saluran air yang dibangun tidak hanya satu, tetapi dibuat menjadi beberapa aliran. Mahal memang. Namun, cara ini mungkin akan efektif menangani "amukan" air di kemudian hari.

Pembangunan yang semakin pesat di kota Palembang demi memenuhi kebutuhan masyarakat akan rumah dan fasilitas umum lainnya, mau tidak mau harus berjibaku dengan tanah rawa yang ada di daerah ini. Yang dilakukan salah satu pengembang perumahan di kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-alang Lebar, dengan membangun aliran air selebar 4 meter, mungkin bisa menjadi solusi.

Apalagi, aliran air itu dibuat seindah mungkin dan dipelihara sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para penghuni dan calon penghuni perumahan mewah tersebut. Selain itu, adanya kolam penampungan air yang ditata sedemikian rupa dan berfungsi sebagai taman indah tempat para penghuni komplek perumahan bersilaturahmi, mungkin juga dapat memberikan solusi bagi air yang tidak hendak berhenti mengalir.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Pencemaran Tanah
  • Pengaruh Metode Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar
  • Uniknya Huruf Jawa dan Pelestariannya
  • Kuda Poni Sumba - Si Kecil yang Tangguh dan Lincah
  • Beberapa Akibat HP Bagi Prestasi Belajar Siswa
  • Tanah Kapur, Tanah Tanpa Unsur Hara
  • Mengenal Jenis-Jenis Kera
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA