logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Artikel Umum Islam    Ibadah Islam

Membedah Singkat Seputar Ibadah Islam

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Ibadah Islam, berdasarkan Surat Adz-Dzariyaat (51: 56-58), menyatakan bahwa semua makhluk di dunia ini, baik dari kalangan jin, manusia, tumbuhan, hewan, dan sebagainya diperintahkan untuk beribadah kepada Allah. Tuhan tidak hendak meminta rezeki atau makan kepada mereka. Tetapi mereka adalah makhluk ciptaan-Nya yang diberi kewajiban untuk tunduk dan taat beribadah kepada Maha Pemberi Rezeki.

Ibadah dalam Islam, atau ritual Islam, secara garis besar dapat dibagi menjadi dua: Pertama, ibadah yang memiliki dalil eksplisit dan tegas dalam Al-Quran dan As-Sunnah. Seperti ibadah shalat, haji, dan shaum Ramadhan. Kedua, ibadah yang tidak memiliki dalil. Contohnya, ritual marhabaan atau muludan.

Ibadah menuntut manusia untuk selalu tunduk kepada perintah Allah, merendahkan diri dan sikap kecintaan kepada-Nya sebagai seorang hamba. Setiap ibadah harus berdasarkan pada jalan yang ditempuh oleh para Nabi-Nya. Istilah ibadah meliputi segala hal yang dilakukan berdasarkan pada apa yang telah Allah tetapkan, baik secara dzahir (nyata) atau bathin (tersembunyi).

Tingkatan dan Kewajiban

Dalam segi tingkatan, ibadah dalam Islam dapat dikategorikan sebagai: Ibadah primer, seperti kewajiban melaksanakan shalat wajib lima waktu di setiap hari. Ibadah sekunder, contohnya shalat dluha, shalat tahajud, shalat witir, shaum senin kamis, shaum daud. Ibadah ini memiliki dalil dan dicontohkan Nabi Muhammad, tetapi para ulama mengistilahkannya sebagai Ibadah Sunnah. Artinya, tidak ada ancaman dosa ketika hal sunnah itu tidak dilaksanakan.

Terakhir adalah ibadah tertier, berupa ibadah yang dianjurkan tetapi tidak sampai pada tingkatan sunnah. Seperti perintah membaca ayat kursyi setelah shalat wajib, ulama sepakat itu adalah anjuran atau tahsini.

Kewajiban ibadah, ada yang memang diwajibkan kepada semua umat Islam. Disebut dengan fardhu ‘ain, kewajiban yang dibebankan kepada setiap orang muslim yang telah dewasa. Ibadah yang diwajibkan kepada sebagian orang, disebut dengan fardhu kifayah. Misalkan, perintah shalat jenazah yang dibebankan pada perwakilan sebagian orang saja.

Syarat Ibadah

Sistem ibadah Islam harus bersumber kepada firman Allah SWT dan sunnah Nabi Muhammad Saw. Keduanya adalah pedoman norma masyarakat Muslim yang harus dilaksanakan demi kemaslahatan dalam kehidupan dunia dan akhirat. Semua ibadah harus dilaksanakan atas dasar ketetapan syariat saja.

Terdapat ketentuan diterimanya suatu amal ibadah, yaitu: Sikap ikhlas karena Allah semata tanpa rasa riya dan syirik. Kedua, sesuai dengan petunjuk Rasulullah Saw, atau disebut ittiba. Ittiba artinya mengikuti suatu petunjuk ibadah dalam Islam dengan mengetahui sumber dalilnya, baik dari Al-Quran ataupun Hadits Nabi yang shahih.

Motivasi Ibadah

Menurut Imam Ali bin Abi Thalib dalam Kitab Al-Imam Ali: Al-Mukhtar min Bayaanihi wa Hikamihi, terdapat klasifikasi motivasi seseorang dalam mendekatkan diri kepada Allah. Pertama, golongan manusia yang menyembah Allah karena sangat mengharap ganjaran dalam setiap ibadahnya. Maka motivasi ini adalah ibadah para pedagang, atau ‘ibaadatu at-tujaar.

Kedua, terdapat pula sekelompok orang yang tunduk patuh dalam ibadah kepada Allah karena rasa takut akan dosa dan siksaan-Nya. Maka inilah motivasi ibadah para budak, atau ‘ibaadatul al-‘abiid. Ketiga, ada segolongan orang yang menyembah Allah karena rasa syukur yang tiada tara kepada-Nya. Maka golongan ini termasuk ibadah orang-orang merdeka, atau ‘ibaadatul al-ahraar.

Norma Islam

Sistem nilai dan norma Islam terdapat dalam aqidah, ibadah, muamalah, dan akhlaq. Norma ibadah Islam, tercermin dalam thaharah atau bersuci, ibadah shalat, zakat, shaum atau puasa, dan ibadah haji.

Norma akidah, tercermin dalam rukun iman yang berjumlah enam. Norma muamalah, tercermin dalam hukum perdagangan, perserikatan, asuransi, bank, pernikahan, perceraian atau thalaq, warisan, politik, dan hukum pidana.

Terakhir, norma akhlaq yang tercermin dalam akhlaq kepada Allah SWT dan akhlaq kepada makhluk lain. Sedangkan daya ikat norma dalam Islam tersebut memiliki lima bentuk, yaitu: Mubah, Mandub, Wujud, Makruh, dan Haram.

Sebaik-baiknya ibadah adalah sesuai dengan petunjuk-Nya yang disertai dengan keikhlasan. Dan kesempurnaan ikhlas adalah selalu berupaya menjauhi segala kemaksiatan. Wallahu a’lam.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Sejarah Islam dan perkembangannya
  • Mencengkram Rezeki Lewat Sholat Dhuha
  • Materi Akhlak Bagi Pribadi Mulia
  • Perkembangan Dakwah di Era Teknologi
  • Berserah Diri Hanya kepada Allah Swt.
  • Pendidikan Agama Islam Merosot
  • Yang Unik dari Azan Subuh
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA