Mengenal Keberhasilan Ibu Menyusui Anak

Menyusui merupakan kodrat alami sekaligus karunia yang patut disyukuri. Bagi anak, menyusu merupakan haknya. Sedangkan bagi ibu, menyusui merupakan bentuk kasih sayang untuk buah hatinya. Apalagi manfaat ibu menyusui anak sangat besar. Baik untuk kesehatan ibu sendiri maupun untuk membangun hubungan batin yang kuat antara orang tua dengan anaknya.
Sempat muncul ketakutan di kalangan wanita karier bahwa melahirkan dan menyusui dapat membuat tubuh menjadi gemuk, bentuk payudara menjadi melorot, maupun wajah terlihat cepat tua. Anggapan semacam ini perlu dipertanyakan mengingat sejumlah penelitian menemukan bahwa justru dengan menyusui maka kualitas kesehatan maupun bentuk tubuh ibu justru akan menjadi lebih bagus.
Dengan menyusui pula, faktor risiko sejumlah penyakit berbahaya dapat ditekan. Diantaranya risiko terkena kanker payudara, kanker leher rahim (serviks) maupun kanker rahim. Penyakit endometriosis juga dapat diatasi dengan kehamilan. Begitu juga dengan sejumlah penyakit berbahaya lainnya juga dapat diminimalisir dengan menyusui.
Kualitas ASI
Keberhasilan ibu menyusui anak bukan sekedar keluarnya ASI sehingga bisa dikonsumsi anaknya. Keberhasilan ini juga ditentukan oleh kualitas ASI yang dihasilkan ibu. Hal ini tentu saja berhubungan dengan jenis dan banyaknya makanan yang dimakan ibu. Begitu juga dengan keengganan ibu, bayangan ketakutan tubuh menjadi gemuk, maupun tekanan psikologis lainnya ternyata juga dapat mempengaruhi jumlah maupun kualitas ASI yang dihasilkan.
Kualitas maupun banyaknya ASI yang dihasilkan ibu terutama dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi ibu, terutama yang bergizi. Menariknya, jenis makanan bergizi yang dibutuhkan ibu menyusui bukan barang mahal. Daun katuk sejak dulu dikenal untuk memperlancar ASI. Begitu juga dengan sayuran hijau, seperti bayam, kangkung, daun pepaya, daun ubi jalar, brokoli, dan kacang-kacangan juga sangat baik untuk meningkatkan kualitas ASI.
Jangan Batasi
Ibu menyusui anak sesungguhnya merupakan karunia Tuhan yang patut disyukuri. Oleh karena itu dalam menyusui pun ibu perlu memperhatikan kebutuhan naluriah bayi. Berikut beberapa hal yang sebaiknya anda tahu dan perhatikan agar saat menyusui dapat memberikan hasil yang jauh lebih baik.
- Menyusui bayi pada minggu-minggu pertama usai kelahiran hingga bayi berumur 2 bulan, sebaiknya jangan dibatasi. Setiap saat bayi membutuhkan, berikan ASI. Sang ibu hanya perlu mempersiapkan diri untuk bangun tidur setiap saat dibutuhkan anaknya. Termasuk konsumsi makan ibu juga harus cukup.
- Setelah bayi berumur 2 bulan, ibu perlu mengelola asupan ASI untuk bayinya. Apabila ibu hendak bepergian, ASI bisa disedot dengan alat penyedot untuk persediaan selama dalam perjalanan. Namun apabila disimpan dalam mesin pendingin, usahakan habis sebelum 6 jam setelah disedot, atau buang setelah lewat 6 jam.
- Bila bayi berusia 7 bulan, makanan tambahan bisa diberikan untuk buah hati Anda. Meskipun demikian, ASI harus terus diberikan hingga bayi berumur 2 tahun.
- Usahakan asupan gizi anak sebagai makanan tambahan berasal dari buah, sayuran, daging maupun makanan lainnya yang alami. Sebaiknya hindari atau jangan pernah mencoba memberikan susu formula maupun makanan tambahan dari produk pabrikasi, karena umumnya mengandung banyak zat tambahan yang kurang baik untuk kesehatan dan daya tahan anak ke depannya.






