logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Pengetahuan Umum    Alat dan Teknologi

Generasi Muda dan Ide Kreatif Mereka


Ilustrasi ide kreatif

Daftar Isi
  1. Charger Ponsel dari Sepatu
  2. Berawal dari Sampah
  3. Pemasaran Keripik
  4. Untuk Kemanusiaan

Di zaman modern dan era globalisasi seperti saat ini, satu ide kreatif bisa membawa Anda pada kesuksesan yang mungkin tidak pernah Anda bayangkan.

Kreativitas memang dituntut untuk dimiliki oleh setiap orang jika ingin terus berada pada jalur persaingan globalisasi. Orang-orang yang senantiasa menelurkan ide kreatif hampir dapat dipastikan akan menjadi sosok yang berjalan di depan bahkan mungkin paling depan sehingga akhirnya menjadi pelopor lahirnya hal-hal baru.

Generasi muda yang menjadi tonggak keberlangsungan kehidupan bangsa dan negara sudah pasti harus terus mengasah wawasan dan kemampuannya untuk bisa melahirkan ide-ide kreatif yang dapat memberikan manfaat bagi orang banyak.

Generasi muda Indonesia dengan ide kreatif mereka kini sudah banyak bermunculan ke permukaan dan bersuara pada dunia bahwa mereka  bisa memberi manfaat. Ini membuktikan bahwa kiprah generasi muda sudah tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Berikut adalah beberapa generasi muda Indonesia yang sudah membuktikan ide kreatif mereka pada dunia.

Ide Kreatif Charger dari Sepatu

Satu ide kreatif bisa membawa Anda pada kesuksesan yang mungkin tidak pernah Anda bayangkan.

Seberapa pentingkah charger ponsel bagi Anda? Mungkin saja sepenting ponsel itu sendiri. Kebutuhan akan alat komunikasi tanpa kabel atau biasa disebut handphone ini memang sudah tidak terelakkan lagi.

Begitu pula charger untuk membuat ponsel tersebut tetap menyala. Namun, bagaimana jika ponsel kita harus di-charge tetapi aliran listrik sedang mati?

Satu ide kreatif kemudian muncul dari pemikiran seorang gadis muda asal Aikmel, Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Safira Dwi Tyas Putri namanya. Gadis yang lahir 16 tahun yang lalu ini baru saja menciptakan charger ponsel dari sepatu.

Lahir di keluarga pendidik dengan ayah yang berprofesi sebagai guru Fisika dan ibu yang seorang guru matematika, Safira merajut mimpi menjadi seorang ilmuwan di desa terpencil di NTB. Keterbatasan fasilitas yang ia alami di tempat tinggalnya malah membuat mimpinya semakin besar. Salah satu keterbatasan itu berasal dari listrik yang merupakan barang langka di sana. Bagi Safira dan keluarganya, kegelapan adalah ‘makanan’ sehari-hari mereka.

Di tahun 2005 saat Safira masih duduk di bangku sekolah dasar, ia dibantu ayahnya sudah membuat generator listrik tenaga air. Ide kreatifnya ini berasal dari kelangkaan listrik di daerahnya sehingga ia mencoba memanfaatkan air menjadi sebuah energi listrik. Meskipun gagal menjadi pemenang di dua kompetisi yang diikutinya, Safira tidak pernah menyerah.

Ide kreatif lainnya muncul di benak Safira saat ia menginjak kelas 2 SMP. Berawal dari kekesalannya terhadap listrik yang seringkali mati saat ia akan mengisi batre ponselnya, ia malah terpikir untuk membuat charger ponsel yang tidak hanya mengandalkan listrik. Ia kemudian berdiskusi dengan ayahnya untuk mewujudkan idenya tersebut.

Hingga akhirnya ide kreatif untuk menciptakan charger sepatu itu muncul. Sebuah dinamo diletakkan Safira pada sepatunya karena dinamo itu memang harus dirangkai pada sesuatu yang bergerak. Meskipun sempat mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan ide kreatifnya tersebut dari segi alat-alat dan perangkat yang memang harus kecil, Safira akhirnya berhasil menyelesaikan pembuatan charger sepatu ini hanya dengan biaya Rp20.000,- saja dalam waktu satu bulan.

Untuk cara kerjanya cukup sederhana. Saat menginjakkan kaki ke tanah, pegas dalam sepatu akan memutar gir dan dinamo. Saat dinamo berputar, aliran listrik muncul yang kemudian disalurkan ke colokan kabel ke ponsel. Setiap 100 pijakan atau langkah, baterai akan terisi penuh dengan daya yang dihasilkan perlangkah/pijakan sebesar 5 watt.

Ide Kreatif Berawal dari Sampah

Sampah umumnya tidak pernah dipandang lagi karena merupakan sesuatu yang dibuang.

Namun, ketidakpedulian orang-orang terhadap sampah justru malah membuat benda ‘terbuang’ tersebut mengganggu lingkungan kehidupan manusia.

Pembuangan sampah secara sembarangan, semakin banyaknya tumpukan sampah yang ditemui di hampir setiap sudut jalan raya karena kurang sigapnya proses pengolahan oleh manusia, dan tindakan-tindakan lainnya yang jelas-jelas membuat isu lingkungan menjadi semakin tersorot.

Adalah Khilda Baiti Rohmah yang keluar dari kotak ‘ketidakpedulian’ terhadap sampah itu untuk kemudian berjalan di depan dan memperbaiki keadaan lingkungan yang semakin penuh sampah tersebut.

Gadis kelahiran Bandung, 14 Juli 1988 ini menelurkan ide kreatif berupa aktifitas yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat dengan mengubah sampah menjadi berkah.

Berawal dari keikutsertaannya menjadi relawan di YPBB (Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi) di tahun 2006, Khilda mulai belajar tentang lingkungan dan pengelolaan sampah.

Hingga pada satu waktu ia sempat bertemu dengan seorang kakek tua yang meskipun sudah 35 tahun bekerja mengangkut sampah, ia tetap saja miskin.

Dari pertemuan dengan kakek tua inilah, ide kreatif untuk mengolah sampah muncul di benak Khilda. Ia mulai membuat inovasi dari sampah yang tidak hanya berguna untuk menyelamatkan lingkungan, tetapi juga membantu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Di tahun 2007, Khilda mulai menjalankan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan membuat komunitas pengelolaan sampah berbekal ilmu yang ia peroleh saat bekerja di konsultan perencanaan lingkungan. Ia mulai mengajak masyarakat di lingkungan sekitar untuk memisahkan sampah organik dan non organik yang kemudian diolah menjadi kompos untuk yang organik dan beragam kerajinan tangan untuk yang non organik.

Diawali dengan Cimahi, lalu bergerak ke Kota Sukabumi yang pada akhirnya berhasil menyumbangkan penghargaan P2WKKS tingkat provinsi untuk kota santri tersebut. 

Khilda pun terus melakukan inovasi mengenai pengelolaan sampah dan yang saat ini sedang  dikembangkannya adalah pembuatan minyak sampah sebagai pengganti minyak tanah dari kulit pisang.

Selain itu sedang dilakukan juga pemasaran produk kerajinan sampah serta menciptakan komunitas pengelolaan  sampah berbasis kawasan di berbagai daerah dengan program pelatihan pengelolaan sampah. Yang lebih hebat lagi, Khilda mendanai setiap program dari ide kreatifnya ini dengan menyisihkan 30% dari penghasilannya bekerja di berbagai tempat serta keikutsertaannya dalam berbagai kompetisi.

Ide Kreatif Pemasaran Keripik

Beralih ke ide kreatif dalam bidang bisnis makanan yang telah memberikan kesuksesan pada seorang pria asal Bandung bernama Reza Nurhilman. Reza atau yang biasa disapa Axl mulai mengembangkan bisnis penjualan keripik super pedas yang diberi nama Keripik Maicih di tahun 2010 silam.

Nama Maicih sendiri diambil Axl dari domper kecil untuk uang receh yang oleh ibunya sering disebut dompet ‘icih’ serta penjual keripik yang sempat bertemu dengannya yang merupakan ‘mak-mak’ (nenek-nenek) sehingga digabungkan menjadi ‘Maicih’.

Yang membuatnya berbeda dari keripik pedas yang memang sudah ada dari dulu adalah sistem pemasarannya.

Keripik Maicih mulai menarik perhatian publik sejak dipasarkan dari mulut ke mulut serta melalui jejaring sosial seperti twitter dan facebook yang memang sedang banyak digemari khususnya oleh anak muda. Strategi pemasaran ini terbukti berhasil mendongkrak nama Maicih di pasaran dibuktikan dengan terus bertambahnya pengikut (follower) akun twitter @InfoMAICIH.

Selain sistem pemasaran yang unik, sistem penjualannya pun tidak kalah unik. Pria yang masih berusia 24 tahun ini menamakan bisnis keripik pedasnya ini sebagai Republik Maicih.

Sebagaimana pemerinthan berbentuk republik, di dalamnya pasti dipimpin oleh seorang Presiden (Axl sendiri sebagai founder dari produk ini), kemudian ada Panglima Jenderal, dua Menteri Komunikasi dan Informasi, dan beberapa menteri lainnya. Selain manajemen Maicih, ada pula Jenderal Maicih yang bertugas memasarkan produk yang dihasilkan Maicih.

Jenderal-jenderal tersebut berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia dengan selalu menginformasikan keberadaan mereka melalui jejaring sosial. Ini juga yang menjadi sisi unik dari sistem penjualan keripik Maicih. Konsumen harus menunggu informasi yang diberikan melalui jejaring sosial untuk membeli produk Maicih karena tidak ada toko atau kios tetap yang berada di suatu tempat. Selain itu, kepedasan keripik dengan jenjang level tertentu yang bisa dipilih sesuai keinginan menjadi keunikan lainnya dari keripik Maicih ini.

Ide Kreatif untuk Kemanusiaan

Kegiatan kemanusiaan sepertinya sudah semakin langka ditemukan di sekitar kita. Namun bukan berarti tidak ada. Kebutuhan akan donor darah di masyarakat yang semakin meningkat menggugah hati Dodi Mulyawan dan rekannya Abie Zaidannas untuk menggagas sebuah gerakan kemanusiaan yang diberi nama Darahrurat.

Dodi yang merupakan pria muda kelahiran Jakarta, 7 September 1992, memulai ide kreatifnya melalui situs jejaring sosial dengan menghimpun sebanyak mungkin anak muda untuk sama-sama bergerak melakukan perubahan di Yogyakarta, daerah tempat ia tinggal. Hingga akhirnya di tahun 2010 , berdirilah OSKA (Organisasi Sosial Kamu dan Aku) dengan maksud untuk menumbuhkan jiwa peduli orang-orang sebanyak mungkin dan menciptakan perubahan sosial yang lebih baik.

Program Darahrurat menjadi salah satu program OSKA yang merupakan program donor darah dengan sistem database yang berisikan data calon pendonor sehingga bisa dihubungi langsung saat ada kebutuhan darah darurat. Menurut Dodi, program ini sebagai upaya untuk membantu kebutuhan darah para pasien cilik di bangsal anak RS Sardjito.

Pada awal perjalanannya, program Darahrurat ini dimaksudkan untuk memfasilitasi kebutuhan darah pasien oenderita kanker dan pendonor yang difasilitasi adalah mahasiswa UGM. Namun, sekarang orang-orang yang difasilitasi pun meluas tidak hanya penderita kanker tapi juga pasien cilik dengan penyakit lainnya selain kanker serta masyarakat umum juga turut difasilitasi.

Apapun ide kreatif yang muncul di pikiran Anda, alangkah baiknya jika segera diwujudkan. Manfaat yang diberikan juga tidak hanya untuk diri sendiri bahkan untuk lingkungan dan orang-orang di sekitar kita. Jika Anda merasa kurang yakin melakukannya sendiri, Anda bisa melibatkan orang terdekat Anda seperti sahabat atau keluarga. Setelah itu, lihatlah kesuksesan dan kebahagiaan akan menghampiri Anda dan lingkungan sekitar Anda.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Cara Kerja Pesawat Terbang
  • Membincang Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Diesel
  • Mengenal Alat-alat Optik
  • Google Crom, Produk Baru Google
  • Kompor Listrik – Lebih Murah dan Lebih Baik?
  • Penggunaan Turbin Air dalam kehidupan
  • Sejarah Lampu dan Jenis-Jenis Lampu
  • Menelusuri Alat GPS (Global Positioning System)
  • Serba-serbi Helm SNI
  • Harga BB Gemini Murah, Tapi Kualitas Dahsyat
  • Mengenal Jenis dan Tipe PABX
  • 30 Menit Mengenal Alat-Alat Laboratorium, Laboratory Equipment. - ANNE
  • Mengenal Teknik Dasar dan Latihan Gambar Orang Melukis
  • Mengenal Inverter Si Alat Pengubah Arus Listrik
  • Solar Cell, Cara Jenius Menghemat Energi
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA