logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Ilmu Biologi

Ikan Hiu, Ikan yang Buta Warna


Ilustrasi ikan hiu

Ikan hiuataudikenal juga sebagai ikan cucutadalah kelompokikanyang memiliki kerangka tulang rawanyang lengkap dan tubuh yangramping. Hiu bernapas dengan menggunakan lima lianginsang(kadang-kadang enam atau tujuh, bergantung pada spesiesnya). Insang-insang itu berada di samping, di belakang, dan di kepala hiu.

Tubuh hiu dilapisi kulitdermal denticlesyang berguna untuk melindungi kulit hiu dari kerusakan dan ganguan parasit. Selain itu, kulitdermal denticlesberfungsi untuk menambahdinamika air.Hiu memiliki beberapa deret gigi yang dapat tumbuh kembali jika gigi sebelumnya tanggal.

Spesies dan ukuran hiu sangat beragam, yang terkecil sampai yang terbesar. Hiu dengan ukuran sebesar telapak tangan disebut hiu pigmi (Euprotomicrus bispinatus). Spesies ini hidup di laut dalam dengan panjang hanya 22 cm. Sementara itu, hiu terbesar adalah hiu paus (Rhincodon typus). Hiu ini hampir sebesar ikan paus. Hiu paus ini hanya mengkonsumsi plankton melalui alat penyaring di mulutnya.

Sementara itu, ada spesies hiu yang dapat hidup di dua jenis air, yaitu air tawar dan air laut. Spesies hiu tersebut adalah hiu banteng. Spesies hiu banteng dapat ditemukan di Danau Nikaragua, di Amerika Serikat dan Afrika. Spesies hiu banteng dikenal sebagai hiu yang tidak dapat diprediksi kelakuannya. Selain itu, hiu permburu dikenal dengan nama hiu putih raksasa. Diameter mulut hiu putih mencapai 40 cm.

Hiu termasuk hewan vertebrata atau hewan bertulang belakang. Bentuk tubuh hiu yang seperti torpedo memudahkan hiu untuk bergerak cepat di dalam air. Hiu tergolong hewan karnivora dan dikenal sebagai hewan pemburu yang tangguh.

Karakteristik Fisik Ikan Hiu

Sebagai hewan karnivora, hiu memiliki sederetan gigi tajam yang berfungsi untuk mencabik daging mangsanya. Gigi hiu menempel di gusinya, tidak secara langsung melekat di rahang. Gigi tersebut terus menerus tanggal dan tumbuh baru selama hidup sang hiu. Beberapa hiu pernah menanggalkan lebih dari 30.000 gigi semasa hidupnya.

Waktu penggantian gigi tanggal dengan gigi baru biasanya terjadi setiap 8 - 10 hari sekali, tetapi bisa juga terjadi beberapa bulan sekali. Bagi kebanyakan spesies, serangkaian gigi bisa lepas berbarengan hanya karena satu gigi di antaranya tanggal.

Bentuk gigi hiu tergantung pada jenis makanannya. Hiu yang suka memakan moluska dan hewan bercangkang memiliki gigi yang padat dan rata, cocok untuk meremukkan cangkang. Sementara itu hiu yang makan ikan-ikanan memiliki gigi seperti jarum, ideal untuk mencengkeram. Adapun hiu yang memakan mangsa besar seperti mamalia memiliki gigi bawah yang tajam dan runcing untuk menggenggam mangsa dan gigi atas yang berbentuk segitiga runcing untuk memotong. Sementara itu gigi hiu yang memakan plankton cenderung berukuran kecil dan non-fungsional.

Hiu memiliki rahang yang tidak menempel pada tengkoraknya, seperti halnya ikan pari. Permukaan rahang hiu memerlukan sokongan berlebih karena sering terpapar tekanan fisik dan memerlukan tenaga ekstra. Rahang hiu memiliki lapisan heksagonal yang disebut tesserae. Biasanya, hiu hanya memiliki selapis tesserae. Akan tetapi beberapa jenis hiu memiliki minimal 3 lapis tesserae, tergantung ukuran tubuhnya.

Kerangka yang dimiliki hiu berbeda dengan jenis ikan bertulang lainnya, seperti ikan kod. Tulang ikan hiu tersusun dari tulang rawan atau tulang muda yang sangat lentur dan ringan. Namun, untuk hiu-hiu tua, tulang tersebut dapat mengapur sehingga menjadi lebih hebat. Rahang hiu bervariasi dan diperkirakan telah berevolusi dari rongga insang yang pertama.

Umumnya, hiu sangat lambat dalam mencapai kedewasaan seksualnya sehingga hiu menghasilkan sedikit keturunan dibanding jenis ikan lain. Ditambah, hiu pun menjadi objek perburuan yang cukup diminati. Hal ini menimbulkan keprihatinan dari para peneliti dan pemerhati hiu karena banyak spesies ikan yang terancam punah.

Proses Pernapasan dan Pencernaan Ikan Hiu

Sebagaimana ikan-ikan lainnya, hiu mengambil oksigen dari air laut yang melewati insang mereka. Akan tetapi celah insang hiu tidak tertutupi sebagaimana ikan lain, melainkan berada tepat di belakang kepalanya. Hiu juga memiliki celah insang di belakang matanya. Kelebihannya ini memudahkan hiu untuk tetap bernapas saat sedang tidak berenang (sedang diam).

Proses pernapasan dan sirkulasi udara di dalam tubuh hiu dimulai saat darah yang tidak mengandung oksigen bergerak menuju jantung. Saat itu, hiu memompa darah ke insangnya melalui pebuluh aorta di perutnya. Proses pengisian oksigen di dalam darah terjadi di insang.

Bagi seekor ikan hiu, proses pencernaan bisa memakan waktu lama. Makanan dari mulut dipindahkan ke perut yang berbentuk “J”. Di situlah awal pencernaan dimulai. Zat-zat yang tidak diperlukan tak akan bisa melewati perut, sehingga secara alami harus dimuntahkan kembali oleh hiu. Perbedaan terbesar sistem pencernaan hiu dan mamalia adalah hiu memiliki saluran pencernaan yang pendek tetapi proses pencernaannya panjang.

Perilaku Ikan Hiu

Pandangan umum mengenai hiu berpendapat bahwa hiu adalah pemburu yang menyendiri, berkeliling samudra untuk mencari makanan. Akan tetapi, pandangan tersebut hanya berlaku untuk beberapa jenis hiu saja. Sebagian besar jenis hiu hidup menetap, tidak berkeliling samudra.

Meskipun ia suka menyendiri, hiu tetap bertemu hiu lainnya saat musim kawin dan saat ada sumber makanan besar yang bisa dimakan bersama. Hiu bisa menjadi sangat sosial, berkerumun dalam kelompok besar. Terkadang lebih dari 100 hiu martil bisa berada di satu tempat yang sama.

Umumnya, hiu dapat berenang dengan kecepatan rata-rata 8 km/jam. Namun saat sedang berburu mangsanya, kecepatan renangnya meningkat hingga 19 km/jam. Beberapa jenis hiu bahkan bisa berenang dengan kecepatan 50 km/jam.

Untuk beristirahat, hiu biasanya berdiam diri di dasar lautan sambil tetap aktif memompa air dengan insang mereka. Insangnya yang unik mempermudah hiu untuk bernapas di dasar air tanpa khawatir menghirup pasir. Ikan ini tak pernah ditemukan tertidur dan hampir aktif sepanjang waktu.

Keunikan Ikan Hiu

Hiu memiliki hati yang mengandung banyak minyak. Minyak yang dihasilkan dari hati hiu memiliki banyak manfaat. Misalnya, sebagai penambah stamina, obat penyakit hati (lever), diabetes, meningkatkan sistem imun, bersifat disinfektan, penghalus kulit, dan pencegah kanker. Lambung hiu memiliki tingkat flesibilitas yang tinggi sehingga mampu makan jalam jumlah yang besar.

Mayoritas hiu berdarah dingin yang suhu darahnya sama dengan suhu air tempat hidupnya. Sementara itu, hanya sebagian kecil hiu yang berdarah panas. Hiu dapat menghangatkan darahnya dibandingkan lingkungan sekitarnya. Kemampuan ini membantu hiu untuk berenang lebih cepat dan berpindah ke lingkungan dingin untuk berburu.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa hiu ternyata buta warna. Walaupun buta warna, hiu memiliki indera penciuman yang sangat tajam. Apalagi jika mencium bau darah, hiu dengan cepat akan mencari sumber darah yang diciumnya itu.

Serangan Ikan Hiu Kepada Manusia

Di berbagai film Hollywood, hiu terlihat sebagai makhluk haus darah yang suka menyerang manusia secara agresif. Namun benarkah demikian? Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2006 menunjukkan bahwa hiu menyerang jika merasa terancam atau terprovokasi. Hanya 16% dari serangan hiu yang menunjukkan perilaku agresif tanpa adanya ancaman atau provokasi nyata.

Dari 360 spesies ikan hiu yang ada, hanya beberapa hiu yang berbahaya bagi manusia. Hiu-hiu tersebut adalah hiu putih, bull shark, tiger shark, dan oceanic whitetip. Mereka berbahaya karena ukurannya yang besar dan tenaganya yang mampu mencabik-cabik manusia. Akan tetapi pada kenyataannya kasus pembunuhan manusia oleh hiu sangat jarang terjadi (terutama jika tak ada provokasi).

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Mengenal Sistem Pencernaan pada Katak
  • Ciri-Ciri Jamur Beracun
  • Mengenal Lebih Dekat Biologi Laut
  • Mengenal Enzim-Enzim Pencernaan Manusia
  • Manfaat Bulu di Tubuh dan Cara Mencukurnya
  • Organ Sistem Ekskresi pada Manusia
  • Gen, Si Pembawa Sifat Keturunan
  • Identifikasi Bakteri Gram Negatif
  • Jenis Hewan Berdasarkan Jenis Makanannya - Hewan Pemakan Segalanya
  • Mengenal Bakteri Menguntungkan
  • Fermentasi - Bioteknologi Konvensional yang Masih Dibutuhkan
  • Pentingnya Sel pada Tumbuhan untuk Menunjang Kehidupan
  • Beragam Klasifikasi Jamur
  • Pencernaan pada Manusia yang Menakjubkan
  • Mewaspadai Bakteri Merugikan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA