Iklan Film sebagai Penarik Minat Penonton
Saat ini industri perfilman di Indonesia bisa dikatakan sedang meningkat. Umumnya, film dikategorikan bagus bila menarik banyak perhatian penonton dan laris di pasaran. Lalu bagaimana agar masyarakat tertarik untuk menonton film tertentu? Jawabannya tentu saja promosi lewat iklan film.
Promosi film adalah tugas dari semua kru yang terlibat dalam pembuatan film tersebut, mulai dari sutradara sampai pada pemainnya. Salah satu promosi yang sangat efektif untuk memperkenalkan film adalah iklan film. Iklan film yang dimaksud bisa dilakukan dalam berbagai bentuk.
Jenis Iklan Film
Berikut ini beberapa macam iklan film berdasarkan media yang dipakai:
• Media elektronik
Pihak produsen film biasanya membuat suatu iklan film dengan cara membuat suatu trailer dari film tersebut. Trailer adalah suatu iklan film singkat berisi cuplikan-cuplikan film sehingga masyarakat tahu garis besar cerita dari film tersebut.
Trailer ini bisa ditayangkan di televisi, di bioskop (sebelum pemutaran film lain), maupun di dunia maya.
• Media cetak
Iklan film bisa juga dilakukan di media cetak, misalnya majalah, koran, atau tabloid. Umumnya yang dicantumkan adalah sinopsis film beserta para pemainnya. Promosi film lewat media cetak tak hanya sebatas itu, bisa juga dengan membuat poster-poster film yang biasanya ditempelkan atau diperkenalkan oleh bioskop-bioskop.
Tips Membuat Iklan Film
Sebuah iklan film tak bisa hanya sekedar membuat iklan berupa trailer, poster, atau yang lainnya. Iklan adalah media promosi, jadi iklan film haruslah benar-benar bisa menarik perhatian masyarakat agar mereka merasa tertarik untuk menontonnya.
• Untuk trailer film yang akan ditayangkan di televisi maupun media lain, harus menampilkan cuplikan film yang benar-benar mewakili isi cerita. Misalnya pada film komedi, tampilkan salah satu cuplikan terlucu yang bisa membuat masyarakat tertawa dan membuat mereka berpikir bahwa film tersebut benar-benar layak untuk ditonton.
• Jangan menunjukkan akhir cerita film, baik pada sinopsis film di media cetak maupun memunculkan adegan penutup pada trailer film. Hal ini hanya akan membuat siapapun akan malas menontonnya. Buatlah masyarakat penasaran akan akhir cerita, sehingga mereka akan berbondong-bondong ke bioskop untuk mencari tahu seperti apa jalan cerita film tersebut.
• Untuk iklan film dalam bentuk poster, pastikan bahwa poster film dibuat semenarik mungkin dan benar-benar eye catching atau menarik perhatian orang. Misalnya pada film horor, tampilkan kesan mistis pada gambar poster sehingga masyarakat ingin tahu lebih jauh tentang film itu.
• Jangan memplagiat iklan film lain. Di Indonesia sendiri, cukup banyak poster film yang hampir mirip bahkan serupa dengan poster film dari luar negeri. Contohnya, poster film Hanya Untukmu (diubah menjadi Ada Kamu Aku Ada ) mirip dengan poster film Korea berjudul Ditto. Atau poster film Pulau Hantu 2, mirip dengan film luar berjudul Lost.
Terlepas dari benar-benar menjiplak atau tidak, hal seperti ini kadang membuat minat masyarakat untuk menonton film tersebut menjadi turun.
• Jargon film merupakan hal yang cukup penting dalam pembuatan iklan film. Jargon film adalah kata-kata pendek yang menggambarkan film tersebut dan mudah melekat di benak masyarakat. Contoh jargon film adalah your worst nightmare is their reality (film horor Keramat, 2009).
Kalimat-kalimat tersebut haruslah mengungkapkan sebuah konflik film secara jelas dan mampu mengundang rasa penasaran masyarakat.






