Iklim Koppen, Klasifikasi Iklim di Seluruh Dunia
Iklim mempengaruhi cuaca dalam suatu periode yang panjang. Beberapa ahli klimatologi dan ilmuan mencoba mengelompokkan iklim. Salah satunya, Vladimir Koppen, ilmuan asal Jerman yang berhasil mengelompokkan iklim berdasarkan curah hujan, vegetasi, jenis tanah, dan suhu yang mempengaruhi suatu wilayah.
Iklim Koppen
Pengklasifikasian iklim yang dibuat Koppen ini dikenal dengan nama iklim Koppen. Koppen mampu melihat dari 4 sisi itu karena selain sebagai ahli klimatologi, ia seorang ahli meteorologi, ahli geografi, dan botani. Ilmu pengetahuan yang dimilikinya telah menghasilkan sebuah karya yang sampai saat ini masih dipakai sebagai acuan dalam menentukan iklim di suatu daerah.
Beberapa tulisan Koppen yang turut mendukung, di antaranya Klimate de Erder yang ditulisnya pada 1923, Handra Lain Klimate der Erder yang ditulis pada tahun yang sama, dan Handbuch der Klimatologie yang ditulis sebanyak lima jilid pada 1930. Bersama-sama dengan Rudolf Geiger, ahli klimatologi Jerman juga, Koppen membuat penyempurnaan cara pengelompokkan iklim.
Koppen melihat bahwa dalam menentukan iklim pada suatu wilayah, botani atau tumbuhan memberikan kontribusi terbaiknya dalam berhadapan dengan suhu, kelembapan rata-rata setiap bulan dan setiap tahunnya. Dari sanalah, dapat disimpulkan iklim apa yang mempengaruhi tempat tinggal makhluk hidup tersebut.
Klasifikasi Iklim Koppen
Sistem klasifikasi iklim Koppen disusun menggunakan kode huruf-huruf besar dan kecil. Kemudian, dibuat subbagian untuk memperlihatkan perbedaan atau variasi berdasarkan suhu, curah hujan, dan distribusi tanah, dengan simbol dua huruf dan tiga huruf. Di antara pengelompokkan iklim tersebut adalah sebagai berikut.
1. Iklim Tropis
Iklim tropis memiliki ciri-ciri: curah hujan tahunan besar lebih besar dari penguapan tahunan, suhu bulanan rata-rata di atas 180C, dan tidak ada musim dingin.
Simbol: Af = iklim hutan tropis, Aw = iklim savana tropis.
2. Iklim Kering
Iklim kering memiliki ciri-ciri: penguapan lebih besar daripada curah hujan di sepanjang tahun, tidak ada surplus air juga sumber sungai permanen.
Simbol: Bs = iklim stepa, Bw = iklim gurun.
3. Iklim sedang
Iklim sedang memiliki ciri-ciri: terdapat musim panas dan dingin, suhu rata-ratanya 100C, suhu terdinginnya di bawah 180C dan di atas -30C.
Simbol: Cw = iklim sedang basah dengan musim dingin yang kering, Cf = iklim sedang basah dengan hujan di semua bulan, Cs = iklim sedang basah dengan musim panas yang kering.
4. Iklim Dingin
Iklim dingin memiliki ciri-ciri: bulan terdingin bersuhu dibawah –30C, bulan terpanas bersuhu diatas 100C.
Simbol: Df = iklim hutan salju dingin dengan kelembapan setiap bulannya, Dw = iklim hutan salju dingin dengan musim dingin yang kering.
5. Iklim Kutub
Iklim kutub memiliki ciri-ciri: tidak ada musim panas dan suhu rata-rata pada bulan terpanas dibawah 100C.
Simbol: Et = iklim tundra, Ef = iklim salju abadi.






