Ilmu dan Teknologi
Ilmu dan teknologi saat ini berkembang sangat pesat. Dengan adanya teknologi, semua yang ada di dunia bisa dilihat dengan hanya satu alat. Dan dengan ilmu, manusia bisa menciptakan alat untuk melihat dunia dan mengembangkan teknologi. Kedua hal yang sangat dibutuhkan di dunia ini memang sangat penting baik dalam kebutuhan manusia mau pun kebutuhan dunia.
Ilmu teknologi dalam pandangan Islam terdapat dalam kitab suci Al-quran. Pandangan Al-quran mengenai ilmu teknologi terlihat dari prinsip-prinsip yang terkandung dalam analisis wahyu pertama Nabi Muhammad Saw. Berikut adalah wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad Saw;
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari ‘alaq. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan manusia pena, mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS Al-‘Alaq [96]: 1-5).
Dalam wahyu Allah SWT yang diterima oleh Nabi Muhammad Saw tersebut, terdapat kata Iqra’. Kata tersebut diambil dari kata yang berarti menghimpun. Dari makna Iqra’ yang berarti menghimpun ini lahir lah aneka makna lainnya, seperti menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu, membaca, dan lain sebagainya.
Dalam wahyu tersebut, tidak dijelaskan pula apa yang harus dibaca oleh Nabi Muhammad Saw. Hal ini dikarenakan Al-Quran menghendaki umatnya untuk membaca apa saja selama bacaan itu memberikan manfaat untuk kemanusiaan. Iqra’ berarti baca lah, baca di sini bisa diartikan untuk dipahami, diteliti, didalami dan segala sesuatunya dicermati dengan baik, baik itu pengetahuan, alam, sejarah, zaman maupun diri sendiri. Dari sini, dapat diartikan bahwa objek perintah Iqra’ mencakup segala hal yang dapat dijangkaunya.
Pembahasan mengenai ilmu dan teknologi dalam wahyu pertama ini memang sangat luas. Pengulangan perintah untuk membaca dalam wahyu pertama ini tidak sekadar menunjukkan bahwa kepandaian membaca tidak hanya didapat dari mengulang-ngulang bacaan hingga mencapai batas maksimal kemampuan. Tetapi hal itu dapat diartikan sebagai sebuah isyarat bahwa mengulang-ngulang bacaan yang memberikan manfaat untuk manusia dan diridhoi oleh Allah SWT.
Selanjutnya, dari wahyu pertama AL-Quran ini diperoleh sebuah isyarat bahwa ada dua cara untuk memeroleh dan mengembangkan ilmu dan teknologi, yaitu Allah mengajarkan dengan pena yang telah diketahui oleh manusia lain sebelumnya, dan mengejarkan hal yang tidak diketahui manusia yang hidup sebelumnya.
Cara pertama yang diajarkan dalam wahyu pertama tersebut adalah dengan mengajarkan menggunakan alat atau atas dasar usaha manusia. Sedangkan cara yang kedua dilakukan dengan cara mengajarkan tanpa alat dan tanpa usaha manusia.
Kedua cara tersebut memang menggunakan metode yang berbeda, akan tetapi keduanya menggunakan sumber yang sama yaitu Allah SWT. Setiap pengetahuan ilmu dan teknologi memiliki subjek dan objeknya masing-masing. Secara umum subjek dalam ilmu dan teknologi ini dituntut untuk memahami peran objek. Namun dengan pengalaman ilmiah ini kita dapat melihat bahwa objek terkadang juga memperlihatkan dirinya sendiri kepada subjek tanpa adanya usaha subjek yang harus mencarinya.
Dalam pandangan Islam, wahyu, ilham, intuisi, firasat yang diperoleh manusia adalah sesuatu yang ada dalam jiwanya. Hal tersebut bisa terjadi atas dugaan yang menjadi sebuah kebetulan yang alami dimiliki oleh manusia. Semua firasat, intuisi, wahyu, dan ilham tersebut semata-mata atas pengajaran Allah SWT. Itu lah pengajaran tanpa qalam yang telah ditegaskan dalam wahyu pertama Al-Quran tersebut.
Ilmu dalam Pandangan Islam
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ilmu merupakan sebuah hal yang sangat penting dalam kemajuan dunia dan manusia. Kata ilmu dalam Al-Quran terus berulang hingga 854 kali dalam berbagai bentuk. ‘Ilm dari segi bahasa berarti kejelasan. Oleh karena itu, segala sesuatu yang berhubungan dengan akar kata tersebut memiliki ciri kejelasan yang detail.
Ilmu merupakan pengetahuan yang jelas mengenai segala sesuatu. Walaupun berarti pengetahun, kata ilmu berbeda dengan kata ‘arafa yang berarti mengetahui, a’rif yang berarti yang mengetahui, dan atau ma’rofah yang berarti pengetahuan.
Dalam pandangan Al-Quran, ilmu merupakan sebuah keistimewaan yang menjadikan manusia unggul terhadap makhluk-makhluk lain agar dapat menjalankan fungsi kekhalifahan manusia di muka bumi ini. Hal tersebut sudah tercantum dalam Al-Quran dengan sangat jelas pada surat AL-Baqarah ayat 31-32,
“dan Dia (Allah) mengajarkan kepada Adam, nama-nama (benda-benda) semuanaya. Kemudian Dia mengemukakannya kepada para malaikat seraya berfirman, “Sebutkanlah kepada-KU nama-nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar (menurut dugaanmu).”
Mereka (para malaikat) menjawab, “Mahasuci Engkau tiada pengetahuan kecuali yang telah engkau ajarkan. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.” (QS. Al-Baqarah : 31-32).
Menurut AL-Quran manusia memiliki potensi untuk meraih ilmu dan mengembangkannya atas izin Allah SWT. Hal tersebut diwujudkan dengan banyaknya ayat-ayat yang memerintahkan manusia untuk menempuh berbagai cara agar bisa mengembangkan ilmu-ilmu tersebut. Al-Quran juga berkali-kali menjelasakn kedudukan orang berilmu sangat tinggi. Menurut pandangan Al-Quran yang telah dijelaskan dalam wahyu pertama, ilmu terdiri atas dua macam, yaitu;
- Ilmu yang diperoleh tanpa upaya manusia, yang dinamai dengan ‘ilm ladunni. Ilmu jenis ini dierangkan dalam Quran Surat Al-Kahfi ayat 65.
- Ilmu yang diperoleh atas usaha manusia yang bernama ‘ilm kasbi. Ayat-ayat mengenai ‘ilm kasbi ini lebih banyak daripada berbicara mengenai ‘ilm ladduni.
Pembagian ilmu dalam pandangan AL-Quran ini tentu sangat berguna bagi manusia. Hal ini dapat membantu mengembangkan ilmu yang ada di dunia oleh manusia. Menurut para ilmuwan Muslim, objek ilmu sendiri mencakup alam materi dan nonmateri. Hal ini kemudian menyebabkan beberapa ilmuwan muslim khususnya para sufi melalui ayat-ayat Al-Quran memperkenalkan ilmu yang mereka sebut dengan al-hadharat Al-Ilahiyah al-khams yang berarti lima kehadiran Ilahi. Ilmu-ilmu para ilmuwan muslim ini terdiri atas lima hal, yaitu;
- Alam nasut (alam materi)
- Alam malakut (alam kejiwaan)
- Alam jabarut (alam ruh)
- Alam lahut (sifat-sifat Ilahiyah), dan
- Alam hahut (Wujud Zat Ilahi).
Ilmu-ilmu dari para ilmuwan muslim ini memiliki perbedaan yang cukup jelas. Hal ini terlihat dari pembagian ilmu yang menjadi 5 hal. Akan tetapi, dari semua pembagian ilmu yang dijelasakan oleh para ilmuwan muslim ini bersumber pada Al-Quran.
Seperi yang sudah diketahui, ilmu dan teknologi memang memberikan manfaat yanng sangat penting adanya. Tidak hanya sebagai hal yang bisa membantu dalam perkembangan dunia, tetapi ilmu juga bisa menjadi sebuah titik tolak atau motivasi untuk tujuan akhir. Hal ini bisa dibuktikan dengan muatan ilmu sepanjang hayat untuk bisa lebih mendekatkan diri kepaa Allah SWT.
Teknologi dalam Pandangan Islam
Seperti halnya Ilmu, teknologi juga memberikan sebuah pengetahuan penting dalam perkembangan kehidupan manusia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, teknologi diartikan sebagai kemampuan teknik yang berlandaskan pengetahuan ilmu eksakta dan berdasarkan proses teknis.
Dari pengertian tersebut, teknologi dapat diartikan sebagai ilmu yang membahas tentang cara menetapkan sains atau ilmu pasti untuk memanfaatkan alam bagi kesejahteraan dan kenyamanan manusia.
Teknologi dalam Islam dianggap sebagai sebuah kemajuan dari ilmu yang berkembang. Dengan adanya ilmu dan teknologi, lahirlah sebuah kemajuan yang penting dan baik untuk kelangsungan hidup manusia di dunia. Seperti yang sudah diketahui, saat ini banyak teknologi yang lahir khususnya di bidang rekayasa genetika. Banyak pekerjaan manusia yang bisa dikerjakan oleh sebuah alat yang dinamakan teknologi. Hal ini tentu saja menimbulkan nilai positif dan negatifnya.
Selain memudahkan pekerjaan manusia, alat teknologi yang cangggih ini dikhawatirkan akan memperbudak manusia. Dari sini lah kemudian manusia harus kembali pada petunjuk Al-Quran agar dapat menyikapi kemajauan teknologi yang canggih dengan baik dan tanpa adanya maksiat apa pun.
Demikian lah pembahasan mengenai ilmu dan teknologi dalam pandangan Islam yang dapat disampaikan. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

