logo anne ahira
AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Metafisika
Close x

Ilmu Metafisika

Ilmu Metafisika merupakan cabang filsafat yang membahas tentang asal atau hakikat sebuah objek (fisik) di dunia. Ilmu Metafisika merupakan studi realitas atau keberadaan. Ilmu ini berusaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperi berikut ini.

  • Apa sumber dari sebuah realitas?
  • Apakah Tuhan itu ada/?
  • Apa tempat manusia di semesta ini?

Itulah beberapa pertanyaan yang sering muncul dalam bidang metafisika. Sementara itu, cabang utama dari metafisika adalah ontologi, sebuah studi tentang kategorisasi benda-benda di alam dan bagaimana hubungan benda-benda tersebut dengan benda lainnya. Selain itu, para ahli metafisika pun berusaha memperjelas pemikiran-pemikiran manusia tentang dunia ini seperti sifat, kebendaan, keberadaan, waktu, ruang, hubungan sebab akibat, dan juga kemungkinan.

Tak hanya itu, pemakaian istilah “metafisika” juga sudah berkembang dan merujuk kepada hal-hal luar biasa di dunia luar. Contohnya toko buku metafisika yang ternyata tidak menjual buku-buku ontologi, tetapi menjual buku-buku berbau ilmu gaib, pengobatan alternatif, dan sejenisnya.

Tafsiran-tafsiran Seputar Ilmu Metafisika

Dalam menafsirkan metafisika, setiap orang memiliki pendapat yang berbeda-beda. Tafsiran pertama terhadap ala mini yaitu adanya hal-hal berbau gaib (supernatural) dan hal-hal gaib ini sifatnya lebih tinggi dan lebih kuasa dibanding dengan alam nyata. Pemikiran ini disebut dengan pemikiran supernaturalisme. Nah, bersumber dari hal inilah, muncul berbagai tafsiran cabang seperti animisme dan lain sebagainya.

Selain paham supernaturalisme, dikenal pula paham yang disebut dengan paham naturalisme. Naturalisme adalah sebuah paham yang sangat bertolak belakang dengan paham supernaturalisme. Paham naturalisme berpandangan bahwa semua gejala alam ini bukan disebabkan oleh hal-hal berbau gaib, tetapi terjadi karena kekuatan yang ada di dalamnya. Ini semua bisa dipelajari dan bisa diketahui.

Para penganut paham naturalisme ini berpandangan seperti itu, sebab standar kebenaran yang dipakai tak lebih dari logika akal semata. Oleh sebab itulah, orang-orang yang menganut paham ini menolak atau tak percaya dengan keberadaan hal-hal berbau gaib tersebut. Dari paham naturalisme ini akhirnya muncul juga paham materialisme yang berpandangan bahwa alam semesta dan manusia itu berasal dari materi. Salah satu pencetus dari paham ini adalah Democritus (460 – 370 SM).

Sementara itu, pihak-pihak yang mencoba mempelajari tentang makhluk hidup, menimbulkan dua tafsiran yang bersifat saling bertentangan, yaitu paham mekanistik dan paham vitalistik. Penganut mekanistik memandang gejala alam, termasuk makhluk hidup, hanya semata sebagai gejala kimia fisika. Lalu, penganut vitalistik menganggap hidup itu merupakan sesuatu yang unik dan berbeda secara substantif  sekaligus hanya sekadar gejala kimia fisika.

Lain lagi dengan telaah tentang akal dan pikiran. Berkaitan dengan hal tersebut, terdapat dua tafsiran yang satu sama lain juga saling berbeda, yaitu paham monoistik dan dualistik. Sudah dianggap sebagai aksioma bahwa proses berpikir manusia itu menghasilkan pengetahuan seputar zat atau objek yang ditelaahnya.

Berdasarkan hal tersebutlah, aliran monoistik memiliki pendapat yang tak membedakan antara pikiran dan zat. Kedua faktor tersebut, yaitu pikiran dan zat, hanya berbeda dalam hal gejala. Prosesnya memang berlainan, tetapi memiliki substansi yang sama. Pendapat ini secara terang-terangan ditolak oleh penganut yang menganut paham dualistik.

Dalam metafisika, penafsiran dualistik bersifat membedakan antara zat dan pikiran (kesadaran), sebab kedua berbeda secara substansif. Aliran dualistik beranggapan bahwa yang ditangkap atau diserap pikiran itu bersifat mental. Sementara itu, pikiran itu bersifat nyata, karena dengan berpikir, maka sesuatu itu menjadi ada.

Ontologi - Cabang Utama Ilmu Metafisika

 Ontologi itu terdiri atas dua suku kata, yaitu ontos dan logos. Ontos artinya ‘sesuatu yang berwujud’ dan logos artinya ‘ilmu’. Dengan demikian, ontologi itu bisa diartikan sebagai sebuah ilmu atau teori yang membahas tentang hakikat yang ada. Hakikat dalam ilmu ini yaitu keadaan sesungguhnya dari sesuatu, bukanlah sebuah keadaan sementara yang selalu dinamis.

1. Objek Ontologi

Objek kajian dari ontologi adalah sesuatu yang ada. Ilmu ini membahas tentang segala sesuatu yang ada dan tak terikat oleh sebuah perwujudan tertentu. Ilmu ontologi membahas tentang sesuatu yang ada dan bersifat universal, yaitu menampilkan pemikiran semesta universal. Ontologi berusaha untuk menemukan inti yang terdapat di dalam setiap kenyataan atau di dalam rumusan Lorens Bagus, dijelaskan bahwa yang ada itu mencakup seluruh realitas dalam seluruh bentuknya.

a. Objek Formal

Objek formal ontologi yaitu hakikat dari semua realitas. Dalam pendekatan kuantitatif, realitas terlihat di dalam jumlah atau kuantitas, telaahnya akan jadi kualitatif, dan realitas akan tampil jadi aliran-aliran idealisme, materialisme, naturalisme, atau hylomorphisme.

b. Metode dalam Ontologi

Lorens Bagus mengenalkan 3 tingkatan abstraksi dalam ontologi, yaitu abstraksi fisik, abstraksi bentuk, serta abstraksi metafisik. Abstraksi fisik memperlihatkan semua sifat khas sebuah objek, sedangkan abstraksi bentuk menjelaskan sifat umum yang jadi ciri segala sesuatu yang sejenis. Sementara itu, abstraksi metafisik menampilkan prinsip umum yang jadi dasar dari seluruh realitas.

Dalam hal ini, abstraksi yang dijangkau ontologi yaitu abstraksi metafisik, sedangkan metode pembuktian di dalam ontologi oleh  Laurens Bagus dibedakan menjadi dua, yakni metode pembuktian a priori dan metode pembuktian a posteriori.

2. Aliran-aliran dalam Ontologi

Dalam pemahaman ilmu ontologi, terdapat beberapa pandangan pokok, yaitu sebagai berikut.

a. Monoisme

Monoisme merupakan aliran yang memberi gagasan metafisis bahwa kosmos itu terbuat dari satu jenis zat. Hanya ada satu hakikat sebagai sumber asal, baik itu asal berbentuk materi maupun berbentuk rohani. Paham ini lalu terbagi menjadi dua aliran, yaitu sebagai berikut.

  • Materialisme. Aliran ini berpendapat bahwa ada itu sesungguhnya adalah keberadaan yang sifatnya material atau bergantung pada materi.
  • Idealisme. Idealisme adalah lawan dari materialisme. Aliran idealisme berpendapat bahwa hakikat dari kenytaan yang beraneka ragam itu seluruhnya berasal dari sukma (ruh) dan sejenisnya, yakni sesuatu yang tak berbentuk dan menempati ruang.

b. Dualisme

Dualisme adalah aliran filsafat yang berupaya mengombinasikan dua paham yang saling bertolak belakang, yakni materialisme dan idealisme. Dualisme memaparkan bahwa, baik materi maupun ruh, dua-duanya sama-sama hakikat. Tokoh paham dualisme ini adalah Descrates (1596 - 1650 M) dan dikenal sebagai bapak filsafat modern. Tokoh ini memberi nama kedua hakikat tersebut dengan istilah ruhani (dunia kesadaran) dan kebendaan (dunia ruang).

c. Pluralisme

Pluralisme beranggapan bahwa semua jenis bentuk itu adalah kenyataan. Aliran ini bertolak belakang dari keseluruhan serta mengakui bahwa semau jenis bentuk itu adalah nyata.

d. Nihilisme

Nihilisme diambil atau berasal dari bahasa Latin yang artinya ‘tidak ada’ atau dalam bahasa Inggrisnya ‘nothing’. Istilah ini dikenalakan pertama kali oleh Ivan Turgeniev. Sementara itu, doktrin seputar nihilisme, yakni pandangan Gorgias menyebutkan 3 proposisi tantang realitas, yaitu tak ada sesuatu pun yang eksis. Jika sesuatu itu ada, isinya tak bisa diketahui walaupun realitas tersebut bisa diketahui, isinya tak akan bisa diberitahukan kepada orang lain.

e. Agnostisisme

agnosistisme merupakan sebuah aliran yang beranggapan bahwa manusia itu tak mungkin mengetahui hakikat sesuatu di balik kenyataan tersebut, baik itu hakikat materi ataupun hakikat ruhani. Aliran agnostisisme secara tegas selalu menepis anggapan adanya sebuah kenyataan mutlak yang sifatnya trancerdent.

Demikianlah ulasan seputar Ilmu Metafisika. Semoga bermanfaat!

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait

Paranormal
Paranormal memiliki pengertian sebagai seseorang yang memiliki indera keenam untuk melihat kehidupan masa depan. Di sini, akan ditemukan berbagai hal tentang paranormal.


Beranda | Privacy | Sitemap

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668 Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA