Ilmu Sastra
Ada banyak ilmu sastra yang bisa dipelajari, beberapa di antaranya adalah tentang unsur-unsur yang terkandung dalam karya sastra. Sejauh ini, kita mengenal ada dua unsur yang dapat membangun sebuah karya sastra. Kedua unsur yang dimaksud adalah unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Secara sederhana, unsur intrinsik disebut juga sebagai unsur dalam sebuah karya sastra. Sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur luar karya sastra.
Pemahaman kedua unsur tersebut, memang masih sedikit ambigu jika hanya disebutkan secara sederhana. Pembaca bisa menafsirkan macam-macam jika kita hanya menyebutkan secara sederhana. Untuk itu, pada kesempatan kali ini, penulis akan mengupas secara tuntas tentang unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik yang terkandung dalam sebuah karya sastra, khususnya dalam cerpen. Anda penasaran, bukan?
Tak hanya membahasnya secara singkat, penulis pun akan berusaha menghadirkan contoh untuk masing-masing unsur yang dibahas. Simak.
Analisis Cerita Pendek atau Cerpen
Cerita pendek adalah salah satu karya sastra yang di dalamnya tentu saja memuat unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Dalam karya sastra, termasuk cerpen, kedua unsur tersebut dapat dianalisis oleh siapa saja. Sekarang, penulis akan membahas masing-masing unsur tersebut lengkap dengan contohnya. Adapun cerpen yang akan penulis analisis di sini berjudul Veteran Tua yang diposting Algo Wijaya dalam blognya.
Analisis Unsur Intrinsik Cerpen
Unsur intrinsik dalam cerpen terdiri atas tema, alur, latar, tokoh dan penokohan, gaya bahasa, sudut pandang, dan amanat. Apa dan bagaimana unsur-unsur intrinsik tersebut digambarkan dalam cerpen Veteran Tua? Berikut penjelasannya.
1. Tema
Tema adalah ide pokok atau pikitan utama sebuah cerita. Tema biasanya akan dijadikan sebagai sumber cerita. Dalam cerpen Veteran Tua, tema yang diangkat penulis adalah tentang kepahlawanan. Hal ini dapat dilihat dalam penggalan berikut.
“Kakek tua yang sehari-hari bekerja sebagai kuli panggul di pasar itu dulunya adalah seorang pejuang kemerdekaan, sudah banyak pengalaman pahit manis yang dialaminya. Ia telah kehilangan banyak sekali teman-teman seperjuangannya, tapi kematian teman-temannya tersebut tidaklah sia-sia. Mereka semua adalah para syuhada, mereka semua mati syahid, mati di jalan Illahi sebagai bunga bangsa.“
2. Alur
Alur adalah susunan kejadian atau peristiwa yang membentuk sebuah cerpita. Dalam karya sastra, alur terdiri atas 3 macam, yakni alur maju (cerita bergerak ke depan), alur mundur (ceritanya bergerak mundur atau flashback), dan alur campuran (gabungan alur maju dan alur mundur). Dalam cerpen Veteran Tua, alur yang digunakan adalah alur maju. Ini dapat dilihat dari penggalan berikut.
“Seorang lelaki tua menyandarkan sepeda bututnya di parkiran balai desa. Karena baru saja datang, lelaki itu akhirnya duduk di antrian paling belakang. Satu jam sudah ia duduk mengantri di tempat itu. Beberapa saat kemudian, tibalah kakek itu di antrean paling depan.“
Alur maju juga sangat terlihat dari keseluruhan cerita cerpen tersebut yang menceritakan usaha si kakek untuk mendapatkan bantuan pengobatan gratis dari awal, yakni saat harus mengantre, hingga sehari setelahnya, ketika keduanya sudah dimakamkan.
3. Latar atau Setting
Latar merupakan tempat, waktu, dan suasana yang tergambar dalam sebuah cerita. Dalam cerpen tempat, waktu, dan suasana berlangsungnya cerita harus tergambar secara jelas. Adapun latar yang digunakan dalam cerpen Veteran Tua adalah sebagai berikut.
a. Latar Tempat
- Kantor Balai Desa: Seorang lelaki tua menyandarkan sepeda bututnya di parkiran balai desa.
- Warung sate: Ternyata dari tadi lelaki tua itu berteduh di depan warung sate, pantas saja perutnya merasa semakin lapar.
- Emperan toko: Si kakek memutuskan untuk berteduh di emperan toko karena tak ingin map yang dibawanya tersebut menjadi basah dan rusak.
- Rumah sakit: Tapi sayangnya sang istri sekarang sedang sakit keras dan dirawat di rumah sakit, sementara si kakek sedang mengusahakan pengobatan gratis bagi istrinya tersebut.
b. Latar Waktu
Jam dua: Ia ingat bahwa terakhir ia makan sudah sejak tadi malam, sedangkan sekarang sudah jam dua lebih.
c. Suasana
Sedih: “Maaf pak, kami sudah berusaha sebisa kami tapi ternyata Allah berkehendak lain. Istri bapak sudah meninggal sejam yang lalu.” Kata si dokter yang tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya.
4. Tokoh dan Penokohan
Tokoh merupakan sosok yang diangkat ke dalam sebuah cerita. Yang menjadi tokoh dalam cerita bisa manusia, bisa juga barang atau hewan yang “dihidupkan”. Sedangkan penokohan merupakan gambaran watak atau karakter yang dimiliki si tokoh dalam cerita. Adapaun tokoh beserta penokohan yang muncul dalam cerpen Veteran Tua adalah sebagai berikut.
- Kakek Tua: pekerja keras (Kakek tua yang sehari-hari bekerja sebagai kuli panggul di pasar itu dulunya adalah seorang pejuang kemerdekaan) dan penyabar (Lelaki tua itu tetap berusaha tersenyum, sudah lebih dari sejam ia duduk menunggu disana namun ternyata semua itu sia-sia).
- Istri: setia (Kakek itu sekarang tinggal bersama istrinya di kolong jembatan setelah rumah mereka digusur polisi seminggu lalu; Istrinya di rumah sakit pasti sudah menunggunya).
5. Gaya Bahasa
Gaya bahasa adalah cara pengarang dalam mengungkapkan pikiran atau perasaan dengan bahasa yang sedemikian rupa sehingga efek dan kesan terhadap pendengar atau pembaca dapat dicapai seintensif dan semaksimal mungkin. Dalam cerpen Veteran Tua, gaya bahasa yang digunakan adalah gaya bahasa resmi yang sederhana, dan memiliki pararelisme atau berhubungan antara satu peristiwa dengan peristiwa lainya. Ini terlihat dari keseluruhan isi cerpen tersebut.
6. Sudut Pandang atau Point of View
Sudut pandang adalah adalah cara pengarang memposisikan dirinya dalam karya tersebut. Bagaimana cara pengarah hadir dalam sebuah cerita ini biasanya dapat dilakukan dengan dua cara, yakni sebagai sudut pandang orang pertama (ditandai dengan menggunakan "aku" atau "saya" sebagai tokoh cerita) dan sebagai sudut pandang orang ketiga (ditandai dengan menggunakan "dia/ia" atau 'nama pelaku' sebagai tokoh cerita).
Dalam cerpen Veteran Tua, pengarang menggunakan sudut pandang orang ketiga dalam menuturkan ceritanya dengan menggunakan penyebutan “kakek” sebagai tokoh cerita.
7. Amanat
Amanat adalah nasihat atau pesan yang ingin disampaikan pengarang melalui cerita. Amanat yang disampaikan pengarang biasanya bersifat eksplisit, sehingga baru bisa diketahui ketika pembaca sudah menyelesaikan membaca cerpen tersebut. Amanat dalam cerpen Veteran Tua, di antaranya meminta pembaca untuk tetap sabar dan tetap berjuang sesulit apapun keadaan.
Analisis Unsur Ekstrinsik
Unsur ekstrinsik merupakan unsur luar yang masih memiliki hubungan dengan sebuah cerpen. Atau lebih sederhananya, unsur ekstrinsik itu yang melatarbelakangi suatu cerita seperti latar belakang pengarang, mulai dari tempat tinggal serta pendidikannya; budaya dan adat istiadat yang berlaku di sekitar kehisupan pengarang; bisa juga kritik sosial yang disampaikan dalam cerpen secara tersirat.
Nah, itulah sedikit ilmu sastra yang sudah penulis bagi kepada pembaca, semoga, setelah menyampaikan unsur yang terkandung dalam karya sastra ini, penulis masih bisa berbagi ilmu sastra lainnya kepada pembaca di lain kesempatan. Semoga bermanfaat.

